Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 163 : Akan ada kejutan.


__ADS_3

Episode 163 : Akan ada kejutan.


.


.


Percakapan itu terasa sangat nyaman, sampai saat matahari terbenam, keduanya masih asyik berbincang satu sama lain, saling berpelukan dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain.


Begitulah mereka menghabiskan waktu mereka, tapi tentu saja dengan ke-posesifan Edgar yang terkadang membuat Aluna geleng-geleng kepala.


Tak terasa sudah satu bulan berlalu, pagi itu di awali dengan pelukan kencang Edgar yang tidak ingin istrinya pergi dari sisinya sebelum ia bangun.


"Ugh ..."


Aluna mencoba mendorong suaminya ini, karena merasa sudah begah dan gerah, matahari sudah menyingsing tinggi dimana seharusnya Edgar harus pergi ke kantor.


"Suami, sudah pagi, bangunlah nanti kau terlambat ke kantor," seru Aluna mencoba membangunkan suaminya ini.


"Hmmm ..."


Edgar yang masih memejamkan matanya itu geleng-geleng kepala, dia sebenarnya sudah bangun sejak tadi tapi dia tidak ingin turun dari ranjang dan melepaskan Aluna dari pelukan nya.


"Aku akan bangun jika istriku yang bawel ini mencium ku," balas Edgar masih tetap memejamkan matanya, tapi salah satu tangannya sudah menunjuk ke arah bibir.


"Haaah!"


Aluna menghela nafasnya dalam-dalam, sejak dia hamil, sepertinya yang semakin manja bukan dirinya saja tapi juga suaminya.


Seolah-olah Edgar juga merasakan mengidam.


Tetapi sebelum Aluna berhasil melakukan ciuman itu, tiba-tiba saja ...

__ADS_1


"Sayang, sudah lewat tiga detik, kau tahu aturan nya kan? jika selama tiga detik tidak mencium ku, maka aku yang akan mencium lebih dulu ..."


Bisik Edgar menyeringai dan tiba-tiba membuka matanya, dia menatap istrinya yang sudah terlihat terkejut dengan mata melebar.


"Tapi ... tapi, aku belum mulai, aturan dari mana itu juga? itu kan aturan yang kau buat sendiri ..." gerutu Aluna menunjuk protes dengan apa yang dikatakan oleh Edgar.


Sebelum Aluna melanjutkan ucapannya lagi, Edgar sudah langsung mengecup nya dengan sangat lembut, menikmati ciuman pagi yang memang disukai oleh Edgar.


"Hehe ... aturan itu memang aku yang buat, itu semua karena kau menggoda ku dengan ekspresi mu, jadi aku ingin mencium mu." balas Edgar melepaskan sedikit ciumannya dan kemudian dengan lembut dia sedikit bermain-main, hidung mereka bersentuhan dan ciuman yang sangat lembut itu membuat Aluna lupa diri.


"Hah!"


"Hah!"


Nafas Edgar menjadi panas, dia memeluk istrinya semakin kencang dan wajahnya yang sangat tampan itu sudah terlihat kemerahan.


Kelihatan sekali dia memang selalu menginginkan istrinya.


"Sayang, aku mau kamu, pagi ini boleh kan? aku sudah menahan diriku beberapa hari, jadi pagi ini aku ingin melakukan nya dengan sangat lembut dengan mu ..."


Akan tetapi ...


"Tok ... Tok ... Tok!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Mata Edgar langsung menajam, dan wajahnya sangat kesal.


"SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU PAGI KU DENGAN ISTRI KU!" geram nya hendak memberikan hukuman kepada siapapun yang mengganggu kegiatan kesukaannya ini.


"Tuan Edgar, Tuan Dean sudah menunggu di bawah,"

__ADS_1


Yang mengetuk pintu nya ternyata adalah pelayan.


"Dean? untuk apa dia kesini pagi-pagi?" gerutu nya namun tiba-tiba saja ia mengingat sesuatu.


Dengan sangat bersemangat, dimana wajah kesal nya berubah menjadi senyuman, dia menatap ke arah istrinya yang kebingungan dengan perubahan sikap Edgar yang instan itu.


"Sayang, kita lanjut malam ini saja ya, aku akan menahannya sampai malam, aku ada urusan mendadak ..."


"Aku mandi dulu," seru Edgar terlihat bersemangat sekali.


Dia turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi.


Namun setelah beberapa langkah ...


"Sayang, mau mandi bersama?"


Tanya nya serius, tetapi kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak tidak, jika kita mandi bersama maka aku tidak akan bisa menahan diri untuk malam ini,"


"Sayang sekali istriku, tapi sekarang aku harus menolak mu dulu ..." seru Edgar berbicara seolah-olah Aluna lah yang menginginkan hal itu.


"Ha?" Aluna sampai menganga dan geleng-geleng dengan ucapan suaminya itu.


"Drap ... Drap ... Drap!"


Edgar melanjutkan langkahnya dengan senyuman yang merekah.


"Malam ini, akan aku buat istriku menangis bahagia, kejutan kali ini pasti akan dia ingat seumur hidup, aku jadi tidak sabar ..."


Seru Edgar pelan.

__ADS_1


Ya, sudah beberapa waktu ini Edgar merencanakan kejutan untuk istrinya, dan kejutan itu akan ia berikan malam ini.


Karena itulah Dean ada dibawah, untuk membawa Edgar mempersiapkan segalanya.


__ADS_2