
Episode 75 : Dipanggil kucing manis.
.
.
.
"Bagaimana dengan makanan nya Lun? apakah enak? kau suka tidak?" ketika Dave mengajak Aluna berbicara terus menerus, dimana hal itu menambah tekanan bagi Aluna, ketiga orang itu segera menggantikan botol minuman kosong yang ada di sisi Aluna dengan botol minuman yang mereka siapkan.
Tidak ada yang memperhatikan perbuatan mereka karena semua orang sibuk dengan apa yang mereka lakukan sekarang.
Karyawan lain sibuk makan karena makanan di respon ini sangat mewah dan ekslusif, Dave sibuk mencari perhatian Aluna, dan Akun sibuk mencari-cari alasan agar dia bisa segera pulang.
'Aduh ... kapan aku bisa pulang jika begini, lelaki bernama Dave ini benar-benar sangat menyebalkan, dia menanyai aku terus, apakah dia sengaja? apakah dia tidak tahu jika perbuatan nya hanya akan membuat aku mendapatkan lebih banyak musuh?'
'Ah, aku merasa sangat haus jadinya!' seru Aluna segera meneguk minuman yang ada di sisinya.
.
.
Hanya dalam beberapa saat ketika dia mengetuk air minum yang ada di atas mejanya ....
'Ah, kenapa aku merasa kepalaku pusing sekali? tubuhku jadi panas!'
'Ada apa ini?'
Keluh Aluna merasa tubuhnya terasa panas sekali, dan kepalanya pusing.
__ADS_1
Ketika Aluna terlihat gelisah, ketiga gadis yang memang merencanakan itu langsung senyam senyum.
"Kak Michelle, aku ke kamar mandi dulu ya Kak," Aluna meminta ijin pada Michelle yang sedang menikmati perbincangan dengan anggota nya yang lain itu.
"Apakah kau baik-baik saja Lun, apa mau aku temani?" seru Michelle heran saat melihat wajah kemarahan Aluna.
"Tidak apa-apa Kak, aku bisa sendiri, terimakasih ..." balas Aluna tersenyum memperlihatkan jika dia baik-baik saja.
"Kucing manis, apakah kau baik-baik saja? mau aku antar pulang? sekalian agar aku tahu dimana rumah mu?" bisik Dave hendak bangkit dan meraih tangan Aluna.
Tetapi Aluna tentu saja langsung menolak, walaupun hubungan nya dengan suaminya tidak baik-baik saja, tetapi Aluna tidak akan lupa jika dia sudah menikah dan tidak boleh berduaan dengan lelaki lain.
"Maaf Pak, tetapi aku bisa sendiri, sebentar lagi juga aku kembali ..." balas Aluna menundukkan kepalanya dengan hormat dan pergi begitu saja ke kamar mandi.
Aluna merasa dia sepertinya hanya kelelahan saja makanya dia seperti ini.
"Ah, seperti nya ini semua karena aku lelah sekali," seru Aluna melangkahkan kakinya dengan sempoyongan ke kamar mandi.
"Si Aluna murahan itu bahkan dipanggil Pak Dave sebagai kucing manis, sialan! dia memang petaka bagi kita!"
"Kita harus melenyapkan dia!" geram mereka sembari mengikuti Aluna yang sudah melangkah sempoyongan itu.
.
.
Di kamar mandi,
Dengan susah payah akhirnya Aluna sampai di kamar mandi, hal pertama yang ia cari adalah air dingin.
__ADS_1
*Byur*
Aluna mencuci wajahnya mencoba mendinginkan kepalanya dan menenangkan dirinya, karena entah mengapa tubuhnya jadi semakin panas saja.
"Ah, ada apa denganku?" seru Aluna bahkan saat ini sudah tidak bisa berdiri dengan benar.
🦋
🦋
Disaat yang bersamaan,
Di apartemen Edgar Brown,
"Kemana saja wanita pembangkang ini? kenapa dia belum pulang?"
"Apakah dia sedang di rumah sakit? atau dia sedang bermain dengan lelaki lain? awas kau ya sialan!" geram Edgar Brown langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Aluna berkali-kali.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
__ADS_1
@Anak_Kost_Joy