
Episode 104 : Terlihat sangat cantik.
.
.
"Aku penasaran apa yang dilakukan oleh Fiona pada Edgar, aku pikir dia sangat mencintai Fiona, tetapi sepertinya ada hal lain, apakah itu alasan nya menekan aku selama ini?"
"Jadi aku hanyalah korban dari semua ini?"
"Heh, apakah matanya tidak bisa melihat dengan jelas, aku tidak terlalu mirip dengan Fiona, kenapa jadi aku yang terkena imbas nya?"
Aluna menggerutu sembari memukul-mukul air yang turun dari shower.
Dia memutuskan untuk mandi dulu, dan isi kepalanya sekarang hanya dipenuhi oleh kesakitan Edgar tadi malam dan apa yang dilakukan oleh Fiona pada suaminya itu.
"Ah, apa peduliku juga, masalah hidup ku juga sangat banyak, jalani saja peran mu dengan baik Aluna, jangan melakukan hal bodoh!" gerutu Aluna dimana dia semakin penasaran dengan masa lalu Edgar.
Namun ia tetap mengurungkan rasa penasaran itu.
.
.
"Haaah!"
"Segar sekali rasanya," Aluna sudah memakai handuk, rambutnya juga sudah dibungkus handuk dan dia sedang berada di ruangan pakaian.
"Srak!"
Saat Aluna membuka lemari itu, Aluna bisa melihat begitu banyak baju baru, sebagian dari baju itu adalah yang mereka beli di mall, dan lebih banyak lagi yang baru yang sepertinya khusus di pesan oleh Edgar untuk istrinya.
"Ini kan produk limited edition nya Dyor ..." Aluna mengambil sebuah dress hitam anggun dan setelah ia perhatikan lagi, begitu banyak mereka terkenal di sana.
Seperti Gusci, L.V dan masih banyak lainnya.
Mata Aluna berbinar-binar, dan dia merasa seperti sedang bermimpi.
"Tunggu dulu, apakah ini artinya tidak ada lagi baju Fiona di sini? hummm ..."
Aluna tanpa sadar tersenyum malu-malu dan memukul-mukul baju karena merasakan sesuatu yang aneh.
"Aku pakai apa ya hari ini?"
Aluna segera memiliki gaun berwarna coklat, saat ia mengenakan nya, dia terlihat sangat anggun dan kulit nya terlihat lebih cerah.
Aluna mengira mereka akan makan di restoran mahal, dia belum tahu jika suaminya sedang mencoba menyelami gaya hidup sederhana Aluna dengan mencoba makan di restoran kecil di pusat kota.
Aluna menatap dirinya di depan cermin, dia mengusap pipi nya dan melihat penampilan nya, "Sudah lama sekali kau tidak merasakan ini Aluna, ingin terlihat cantik dan ingin bersantai sejenak,"
"Aku hanya ingin berharap mimpi indah ini tidak segera berakhir," Aluna berbicara sendiri.
Dia tersenyum di depan cermin sembari melepaskan handuk yang ada di kepalanya, dia mengeringkan rambutnya dengan cepat, mengambil pita yang senada dengan bajunya dan mengikat rambutnya setengah untuk membuat tampilan nya terlihat semakin cantik dan feminim.
__ADS_1
Dia mengambil lipstik berwarna pink, lalu ia oleskan tipis ke bibirnya, hanya dengan itu saja Aluna sudah terlihat sangat-sangat cantik.
Matanya yang bulat dan jernih, matahari keemasan yang artinya akan segera malam membuat nya terlihat bersinar.
Aluna sangat tahu semakin ia menggenggam tangan suaminya, semakin jauh jarak mereka berdua, yang artinya walau sekarang Aluna senang dan merasa diperhatikan oleh Edgar, Aluna sangat tahu jika hubungan mereka tidak akan pernah berhasil.
Rintangan di depan masih sangat berat, oleh karena itu, Aluna ingin bahagia sebentar saja, bermimpi indah sebentar dan ingin membodohi dirinya sendiri sejenak.
Setelah mengatur penampilan sedemikian rupa, dia akan keluar dari ruangan pakaian.
Saat itu Edgar sudah mengenakan pakaian biasa, kaca mata dan sudah menyediakan masker wajah.
"Apakah jika aku pakai topi akan kelihatan lebih tampan?" Edgar nampaknya juga merasakan hal yang sama, dia ingin terlihat tampan di hadapan istrinya.
Sepertinya tunas cinta yang baru tumbuh, ingin menunjukkan hal terbaik dari diri sendiri.
"Ah tidak ... tidak, terlalu berlebihan jika menggunakan topi beret ini, pakai topi biasa saja, aku kan sudah super tampan, pakai apapun pasti sangat tampan! ho ho!"
Edgar membanggakan dirinya sendiri, dia tersenyum lalu dia mendengar suara pintu ruangan pakaian yang di buka.
Mata Edgar langsung melebarkan dan dia berlari dengan sangat cepat duduk di kursi sofa dan membuka buku nya lagi.
Padahal saat itu dia sulit mengangkat buku karena tangannya yang sakit sedang diperban.
"Ehem!"
Edgar duduk dengan sangat tegap, bersilang kaki dan berusaha terlihat sangat keren di hadapan istrinya.
"Ctak!"
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kaki Aluna terdengar menarik perhatian Edgar, Edgar mengintip sedikit dengan cara menurunkan buku nya.
"ASTAGA CANTIK SEKALI!" geram Edgar tak menyadari jika buku yang ia pegang terjatuh begitu saja.
Bagaimana tidak, di hadapannya, ada seorang wanita dengan gaun indah dan penampilan yang anggun namun tidak berlebihan, menampilkan kecantikan yang sangat sesuai dengan selera Edgar.
"Glek!"
Edgar menelan salivanya kasar dan matanya masih tidak bisa berpaling dari istrinya itu.
🦋
🦋
🦋
Di saat yang bersamaan,
Aluna malah keheranan melihat penampilan kasual suaminya, menggunakan kaos hitam dan celana panjang, bahkan menggunakan topi.
Walau Edgar masih terlihat sangat tampan apalagi ketika ia mengenakan kaca mata, tetap saja gaya ini seperti bukan gaya suaminya yang hampir setiap hari berpenampilan formal ala CEO.
__ADS_1
"Loh Ed, bukannya kita mau makan malam? kenapa menggunakan pakaian biasa?" tanya Aluna sudah melihat suaminya melangkah ke arahnya sekarang.
"Tak ... Tak ... Tak!"
"Ya, kita memang akan pergi makan malam bersama, tetapi kenapa kau menggoda ku di saat seperti ini? apakah kau sedang mengasah kesabaran ku? kau terlihat sangat cantik membuat ku berpikir memakan mu lebih dulu lalu setelah itu baru makan malam!"
Edgar meraih pinggang istrinya dan menariknya ke pelukannya dengan sangat erat.
Dia sudah seperti menggendong nya sekarang agar wajahnya bisa berhadapan dengan istrinya.
"A ... aku sungguh tidak berniat menggoda mu, sungguh! aku hanya ingin terlihat baik berada di sisi mu nanti saat makan malam, aku tidak ingin membuat mu malu," balas Aluna benar-benar serius.
Dia memang tidak berniat untuk menggoda suaminya.
Edgar yang mendengar itu menyeringai tajam, lalu ia mengusap pipi istrinya dengan tangan nya yang sedang di perban.
"Aku ini adalah lelaki yang memiliki perasaan kuat, aku akan sangat cemburu jika melihat lelaki lain memandangi kecantikan mu, kau tidak pernah membuat ku malu, jadi pakai jaket besar ku sekarang juga lalu kita pergi makan, aku sudah sangat lapar ingin mengisi perut ku dan setelah itu aku akan mengisi perut mu menggunakan milik ku!"
Bisik Edgar benar-benar sangat nakal sekali.
Dia membuat wajah Aluna merah sekali dan membeku sejenak.
Saat Aluna terdiam membeku, Edgar sudah mengambil jaket besar yang sering ia gunakan untuk menutupi tubuh istrinya, jaket itu terlihat seperti gaun di tubuh istrinya sehingga pakaian indah tadi tertutupi sepenuhnya.
"Kau hanya boleh cantik di hadapanku saja, jika ada lelaki yang berani melihat mu lebih dari 10 detik maka aku akan mencabut mata nya! aku ini lelaki yang pencemburu!" gerutu Edgar menggenggam tangan istrinya seperti biasa dan membawanya ke luar.
.
.
.
Di saat yang bersamaan,
Di restoran kecil pusat kota,
"Aku pasti sudah gila, aku merindukan Aluna sampai aku akan gila! restoran ini adalah restoran kesukaan nya!"
"Aku bahkan tidak bisa menghubungi dan menemukan dia dimanapun, Aluna ... aku masih sangat mencintai mu, maafkan aku!"
Deffan berada di restoran itu, mengingat kenangannya dengan Aluna.
Deffan masih mencoba menghubungi dan mencari Aluna, tetapi nampaknya Aluna sama sekali tidak mau berhubungan dengannya lagi.
Bahkan keberadaan nya saja tidak pernah ditemukan oleh Deffan.
.
.
.
Author : Hello guys, jadi aku menerima saran dari kalian nih, yang upload satu episode saja tapi jumlah kata nya banyak..
__ADS_1
Jadi mulai hari ini upload hanya satu episode per hari ya, tapi jumlah kata nya banyak per satu episode nya.. Hehe
Terimakasih semuanya, saran membangun pasti akan aku terima dengan baik 😘