Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 150 : Yang sebenarnya terjadi.


__ADS_3

Episode 150 : Yang sebenarnya terjadi.


.


.


Masih flashback,


Malam itu, sebuah takdir telah terjadi, garis merah yang telah terikat di tangan tak akan bisa di patahkan apapun.


Mata yang saling bertemu itu memberikan debaran aneh, cinta pada pandangan pertama ini bukan sebuah lelucon.


Cinta pada pandangan pertama benar-benar ada, ketika mata bertemu satu sama lain, akan ada perasaan yang tak bisa dijelaskan, seperti tersengat listrik atau waktu berjalan begitu lambat.


"Kau suka gadis itu Ed?" tanya Elga mengeringkan tajam.


Dia merasa tanpa melakukan apapun yang lain, pastinya Edgar akan terjebak oleh pesona Fiona dan sebentar lagi melalui Fiona dia akan bisa menghancurkan keluarga Edgar sehingga seluruh harta warisan akan jatuh ke tangannya.


"Ya ... dia cukup menarik!"


Ketus Edgar membuang muka, pipinya sudah memerah dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa tertarik nya yang ia rasakan pertama kali.


"Hei ... berikan kami sampanye!" seru Elga kepada bartender di sana.


Setelah sampanye itu diberikan, entah karena apa, mungkin Edgar merasa jantungnya berdegup sangat kencang membuat nya langsung meneguk sampanye itu keseluruhan.


Dia meminum beberapa gelas sampai dia merasa mabuk.


"Glup ... Glup ... Glup!"


"Ha ha, Edgar kau sangat lucu saat menyukai seorang gadis, inilah sebab nya jangan terlalu serius dan berkutik di perusahaan saja, sudah seharusnya kau menikmati dirimu sebentar bersama gadis yang kau suka ..." bisik Elga sudah sepenuhnya percaya diri.


Dia akan menjadikan Fiona terus dekat dengan Edgar hingga sampai rencana puncak nya, dia akan menjadikan Fiona menjadi satu-satunya penjahat yang akan menghabisi keluarga Edgar.


Sikap Elga yang manipulatif dan berambisi untuk menguasai harta keluarga Brown membuat nya berhasil membuat Fiona tusuk kepadanya akan melakukan apapun yang ia inginkan.

__ADS_1


Saat setelah itu, sesai dengan rencana, sudah ada satu ruangan hotel yang di sewa oleh Elga.


"Hmmm ... siapa kalian, mau dibawa kemana aku ini?" keluh Aluna ketika dia sudah di bawa oleh beberapa lelaki ke sebuah hotel.


Tetapi dia sama sekali tidak keberatan, seolah-olah obat yang ada di tubuhnya membuat nya sama sekali tidak takut dalam keadaan seperti ini.


"Fiona ... kau harus melakukan tugas mu dengan baik, ingatlah jika kau berhutang kepadaku, goda Edgar sampai dia jatuh cinta setengah mati padamu!" bisik Elga menyeringai ketika mereka sudah sampai di depan pintu sebuah hotel.


"Hmmm? Fiona? siapa itu Fio ..." belum selesai Aluna menjawab, dia sudah terlanjur di dorong masuk ke dalam kamar hotel itu.


"Ah ..." keluh Aluna ketika ia tersungkur ke lantai saat ia di dorong.


"Kenapa tubuhku panas sekali? ini aneh ... seharusnya aku tidak berada di sini!" seru nya pelan bangkit berdiri.


Saat itu ada tangan seorang lelaki yang menarik tangan Aluna dan mendorongnya jatuh ke atas ranjang.


"Ugh!"


"Srak!"


Setelah itu dia mengusap pipi Aluna dan menatap wajahnya lekat.


"Mata mu indah sekali ... kau di sana menari-nari karena ingin menggoda ku kan? aku tahu itu, dan kau berhasil gadis muda ..." bisik Edgar membuat Aluna merasa sangat panas.


Namum ketika tangan Edgar menyentuh wajahnya, rasanya jadi dingin, tangan lelaki itu terasa dingin menyentuh dirinya.


"Aku suka ... sentuh aku lagi ..." seru Aluna tersenyum sangat menggoda.


"Heh, dasar gadis penggoda ..." bisik Edgar kemudian hendak melakukan adegan dewasa yang sudah sangat ia inginkan sejak tadi.


Tetapi minuman yang ia teguk membuat nya sangat pusing dan tertidur begitu saja, dia tidur saat sudah selesai melucuti pakaian Aluna.


Jadi, tidak ada yang terjadi malam itu.


Hingga pagi hari setelah itu, Edgar bangun lebih dulu dan melihat gadis itu di sisinya yang tak mengenakan pakaian apapun.

__ADS_1


"Astaga ... astaga ... apa yang sudah aku lakukan? apakah aku melakukan one night stand dengan gadis ini?"


Seru Edgar menutup mulutnya namun ia tersenyum.


Dia tidak Keberatan karena gadis ini juga menarik perhatian nya sejak tadi malam.


Tiba-tiba alarm di ponselnya berbunyi, dimana dia harus segera ke perusahaan, jika tidak Ayahnya akan murka padanya.


"Ah sial, aku sudah terlambat!"


"Gadis cantik, nanti kita akan bertemu lagi, saat itu aku akan menarik tangan mu dan menjadikan mu milikku seorang!" bisik Edgar tersenyum lalu dia dengan segera mandi sebentar dan pergi ke perusahaan.


Saat itulah Aluna bangun, dan menyadari apa yang sedang terjadi.


Dia menangis dan meminta tolong pada satpam hotel, lalu satpam hotel menelpon polisi.


Karena itulah Aluna memiliki foto menangis dengan beberapa polisi di sekitarnya.


Hanya saja, karena Aluna dianggap yanga rakyat kecil dan pengunjung membuat petugas keamanan disana tidak membocorkan siapa yang membawa Aluna ke hotel.


Apalagi para penjahat yang menjebak Aluna itu, tidak akan meraka bocorkan karena akan merusak reputasi kota yang terkenal itu.


Jadi, kisah itu menjadi kisah yang akan tertutupi selama bertahun, namun takdir yang telah terikat itu akan bertemu lagi bagaimana pun caranya.


Dan setelah lima tahun kemudian, sesuai dengan ucapan Edgar malam itu, saat ia bertemu dengan Aluna lagi, dia menarik tangannya dan menjadikan nya miliknya.


Walau awalnya tidak dalam hubungan baik, tetapi perasaan itu tetaplah sama.


.


.


Entah bagaimana caranya, awalnya Elga panik ketika tahu yang bermalam dengan Edgar bukan Fiona.


Hanya saja karena saat itu Edgar dalam keadaan mabuk dan saat bangun pagi, dia juga tidak melihat wajah gadis itu dengan jelas karena bertemu di bar yang remang-remang, membuat Edgar percaya jika gadis yang ia suka itu adalah Fiona.

__ADS_1


__ADS_2