
Episode 109 : Satu-satunya lelaki untuk mu.
.
.
.
"Mau lari kemana sayang? jangan lari kemanapun malam ini, karena aku benar-benar hampir gila karena menginginkan mu!" bisik Edgar melepaskan pakaiannya hanya dalam satu hentakan.
Mata Aluna berkedip-kedip sejenak saat melihat keindahan yang tepat berada di depan matanya.
Seorang lelaki bermata biru sedalam lautan, tubuh atletis yang indah, senyuman yang terlihat sangat menawan dan menantang.
Aluna seperti tengah menatap sebuah mahakarya yang sungguh luar biasa sekarang ini.
'Astaga Aluna, kau pasti sudah gila! apa yang sedang kau pikirkan? berani sekali kau berpikir seperti itu? ya dia tampan, tapi dia itu monster, sekali dia mencengkeram mu maka kau tidak akan bisa berjalan besok pagi!'
Aluna menggelengkan kepalanya, dia mencoba memfokuskan dirinya, tetapi di saat ia melakukan hal itu Edgar sudah tersenyum sangat nakal.
Dia segera mengusap wajah istrinya dan mengecup keningnya dengan sangat lembut.
"Sayang, tadi saat cecunguk itu datang, apa yang kau rasakan? apakah kau merasakan debaran di hati mu?" bisik Edgar nampaknya masih merasakan cemburu yang tidak berkesudahan mengenai mantan kekasih Aluna yang tadi.
Edgar berbicara dari arah yang sangat dekat, dia menatap wajah istrinya sembari mengusap rambutnya agar tidak menuruti wajahnya.
Aluna terkejut saat mendengar itu, yang tadinya dia memejamkan mata dan mengernyitkan dahi sekarang dengan tiba-tiba dia membuka mata dan terdiam menoleh ke arah Edgar yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.
"A ..." Aluna hendak menjawab jika tadi dia kesal sekali saat bertemu dengan Deffan, rasanya Aluna lega karena tidak menikahi lelaki yang selalu berfokus kepada kesalahan nya itu.
Tetapi Edgar tidak suka dengan jeda beberapa detik Aluna tidak menjawab, Edgar memiliki kecemburuan yang memang melewati batas.
"Ho? kau terdiam dan tidak menjawab dalam beberapa detik, kau mengasah kesabaran ku, aku akan memperlihatkan kecemburuan ku, kau harus ingat jika aku adalah satu-satunya lelaki untuk mu!"
Bisik Edgar segera meletakkan tangannya di pinggang istrinya dan menggenggam nya dengan kencang.
Salah satu lagi segera melepaskan gaun Aluna melalui rok nya, hal itu membuat Aluna syok dan matanya melebar.
"Tapi aku belum menjawab, kenapa tiba-tiba begini ..." seru Aluna dengan perasaan yang sedikit panik.
__ADS_1
"Kau terdiam selama beberapa detik, aku tidak suka, lagian aku sudah menahan ini dalam waktu yang cukup lama ..."
"Sayang, apakah kau tahu ini? jika di dunia ini hanya kau yang bisa membuat ku sampai seperti ini, jantung ku berdegup sangat kencang, darah ku seperti mendidih dan setiap sentuhan ku ..."
Edgar berbicara sembari mengusap perut Aluna yang sudah terbuka, tangannya mulai mengusap ke atas menuju buah dada istrinya.
"Setiap sentuhan ku ke kulit mu seperti menimbulkan sengatan yang tidak aku mengerti, sejak bersama mu banyak hal yang tidak aku mengerti dan aku akhirnya akan mengikuti kata hatiku saja jika berada di dekat mu,"
"Malam ini aku akan menunjukkan mu bagaimana aku memikirkan mu setiap hari, bahkan selama satu minggu terakhir itu aku tidak bisa menahan diriku untuk datang diam-diam ke apartemen dan memeluk mu,"
"Aku ingin kau tahu bagaimana kau membuat aku gila dan menginginkan mu selalu,"
Edgar membisik, wajahnya dekat sekali di depan wajah Aluna dimana tangannya yang tadi mengusap naik sudah memasuki bra Aluna dan telapak tangannya yang di perban itu sudah berada di atas gundukan kembar kesukaan nya itu.
"Ha?"
"Jadi kau datang ke apartemen setiap malam kemarin? kau yang mencuri makanan ku dan kau ... kau yang memberikan tanda kepemilikan di tubuh ku?"
Aluna syok sekali, akhirnya ia tahu jika memang tidak ada pencuri di apartemen saat lalu.
Ternyata orang yang melakukan itu adalah suaminya sendiri.
"Srak!"
Saat itu bra Aluna sudah terbuka melalui kancing depan bra, Edgar menyeringai tajam, lalu ia membisik dekat sekali di telinga istrinya.
"Aku ingin makan yang ini sekarang, selama satu minggu itu aku menahan diriku agar kau tidak terbangun, sekarang aku akan memakan nya sepuas ku, aku akan menandai seluruh tubuh mu menjadi milikku, jadi jika ada orang melihat mu meraka akan tahu jika kau sudah dimiliki oleh ku!" bisik Edgar menyeringai tajam lalu wajahnya mulai turun.
Dia mengecup leher Aluna terlebih dahulu, lalu bajunya, kemudian menuju gunung kembar kesukaan nya.
Dia tersenyum bersemangat saat melihat nya benar-benar menantang di hadapannya.
Saat Aluna bisa merasakan nafas panas Edgar di depan miliknya, sungguh rasanya sangat aneh, dia menggeliat karena merasa geli namun juga malu disaat yang bersama.
"Kenapa kau selalu berbicara sangat nakal kepadaku? aku malu sekali, jangan melihat ku selama itu," Aluna menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Dia malu sekali, wajahnya sudah sangat merah dan dia benar-benar ingin bersembunyi saja.
"Aku hanya berbicara nakal kepadamu saja, memangnya apa salahnya berbicara nakal dengan istriku sendiri!" balas Edgar mulai menyesap dan memainkan kesukaan nya itu.
__ADS_1
Dia merasa sangat gemas dan ingin selalu bermain dengan mereka sepuasnya.
"Hmmm ..." Aluna menutup mulutnya, dia merasa terlalu aneh malam ini.
'Rasanya sangat aneh, aku merasa seperti sedang melayang di awan, aku pusing dan setiap kali nafasnya menyentuh kulit ku rasanya akan sangat geli namun juga panas ...'
'Ada yang aneh dengan tubuhku ini, apa ini sebenarnya.'
Aluna tidak sadar jika dia sudah melenguh dan menggeliat hanya karena tubuh bagian atas nya di mainkan oleh suaminya sendiri, di bagian sama sudah banyak tanda kepemilikan di tinggalkan Edgar Brown.
Edgar menyeringai tajam saat mendengar suara istrinya dan bagaimana tubuh istrinya bergetar hebat.
"Tubuh istriku memang sangat sensitif, malam masih sangat panjang sayang ... kau bisa memeluk ku dengan kencang jika kau mau, karena aku tidak akan berhenti sampai fajar," bisik Edgar lagi dengan senyumannya yang sangat nakal.
Dia mulai membuka celana nya dan mencampakkannya secara sembarangan di kamar pribadinya.
Wajahnya kemudian naik lagi ke hadapan wajah istrinya yang saya ini matanya sedang terpejam seolah terlena oleh sentuhannya.
"Sayang, apakah kau sangat menikmati nya? buka mata mu dan lihat aku, katakan jika kau juga menginginkan ku?"
Edgar meraih dagu Aluna lalu mengecup dagunya, seolah mengerjai Aluna dan ingin adegan ini berlangsung sangat lama.
Karena dia sudah menahannya beberapa saat hingga sekarang.
Bersambung.
.
.
.
.
Dukung author dengan cara like dan komen ya guys, semoga kalian suka ceritanya.
Jangan lupa juga follow Instagram author: @Anak_Kost_Joy
Terimakasih atas dukungan nya ya guys, Lope you Somat.
__ADS_1