
Episode 103 : Suami yang aneh.
.
.
.
Di saat yang sama, sejak tadi Clara sudah mencoba mengajak Edgar keluar untuk memakan makanan yang ia buat.
Tetapi Edgar selalu saja menolak dan mengatakan jika dia tidak ingin di ganggu.
Dengan wajah yang lesu dan super sedih, dia duduk di kursi makan sembari memandangi bubur yang ia buat sudah dingin.
"Haaah!"
Dia menghela nafasnya dengan berat, karena dia selalu saja ditolak oleh Edgar.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tiba-tiba ada panggilan dari Dean, assiten pribadi Edgar.
"Halo?" seru Clara menjawab panggilan itu.
"Selamat siang Nona Clara, saya minta maaf sekali, tetapi Tuan Edgar baru saja menghubungi saya jika sebaiknya anda pergi dulu sebentar dari kediaman nya, Tuan Edgar sedang dalam mood yang sangat buruk, dia ingin sendirian dan dia juga tidak ingin mengusir Nona dengan cara yang sangat buruk ..."
"Oh ya beliau juga menyampaikan agar jangan menghubungi nya dulu ..."
Dean melakukan tugasnya untuk mempengaruhi Clara keluar dari mansion itu.
__ADS_1
Clara terdiam sejenak, dia tahu jika Edgar baru kambuh maka tidak ada satu orangpun yang bisa menenangkan nya, juga dia tidak akan bisa diganggu.
"Baiklah Dean, aku mengerti ... tetapi sampaikan padanya nanti aku akan kembali lagi, aku disini demi kebaikan nya juga." seru Clara setuju, jika dia harus pergi dari mansion dulu untuk sebentar.
Sebelum Edgar tenang kembali.
"Baik Nona Clara," Dean segera menyanggupi dan panggilan telepon itu pun segera berakhir.
.
.
Di kamar pribadi Edgar Brown,
"Uhmmm, tubuh ku pegal sekali, jam berapa sekarang?" Aluna meregangkan tubuhnya, dan dia secara perlahan mencoba membuka matanya.
Saat ia membuka matanya, dia melihat bagaimana Edgar sedang memegang sebuah buku, duduk di kursi sofa dekat jendela kaca, dengan rambut yang rapih, cara duduk bersilang kaki.
Mata biru nya yang tajam itu, sangat luar biasa kelihatannya, hidungnya yang mancung dan rahang nya yang tegas, jika saja Edgar memasuki dunia modeling maka semua model mungkin akan kalah tampan darinya.
"Criiinggggg!"
Seperti ada sinar silau dari arah Edgar, Aluna melihatnya sampai terpana dan mulutnya mengaga.
"Tampan sekali lelaki ini, siapa dia?" keluh Aluna lalu menggeleng kepalanya dan menyadarkan dirinya sembari menepuk pipinya.
"Ohh ya, dia kan suamiku yang aneh ..." seru Aluna segera menyadari jika semua yang baru ia katakan tidak dia ucapkan dalam hatinya, melainkan dia ucapkan secara langsung.
"Ha! mampus aku!" gerutu Aluna langsung gugup dan tertunduk.
__ADS_1
Edgar yang sejak tadi mengubah-ubah posisi duduknya agar terlihat super tampan saat Aluna bangun, dia juga mengganti majalah bisnis dengan buku agar lebih terlihat keren.
Tetapi saat Aluna bangun, dia malah mendengar jika dia disebut sebagai orang aneh.
"Tak!"
Edgar meletakkan bukunya, dan dia segera berdiri dan melangkahkan kaki ke ranjang dimana Aluna tertunduk dan sudah siaga saat menyadari Edgar sudah mendekati nya.
Edgar segera duduk di sisi Aluna, Aluna sudah mengernyitkan matanya dan sudah siap untuk mendengarkan ancaman.
Namun kali ini, Edgar tidak mengancam Aluna tetapi malah memeluknya.
"Sayang, kau tidur nyenyak sekali, aku senang kau memanggilku dengan sebutan suami, kau menggodaku bahkan di saat kau bangun ..."
"Kebetulan ini sudah sore, aku belum makan apapun jadi bersiap-siap lah, kita makan diluar!"
Bisik Edgar membuat Aluna syok.
Aluna syok bagaimana Edgar sepertinya hanya berfokus ke kata suami dibandingkan kata aneh, syok karena dikatakan menggoda, dan lebih syok lagi saat tahu sekarang sudah sore.
Mungkin karena pekerjaan Aluna saat lalu sangat berat di perusahaan, juga efek obat perangsang yang masih tersisa, dan kelelahan menjaga Edgar semalaman membuat Aluna tertidur dari pagi hingga sore.
.
.
.
Author : Mau kan Novel nya update setiap hari tanpa bolong? hehe
__ADS_1
Kalau memang mau seperti itu jangan lupa di like dan jika ada yang ingin disampaikan di komen ya.. Terimakasih semuanya.