Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 162 : Aku yang akan menjaga mu.


__ADS_3

Episode 162 : Aku yang akan menjaga mu.


.


.


Kepergian orang yang terkasih adalah hal paling menyakitkan yang bisa dirasakan oleh seseorang.


Ketika dia pergi, akan ada kisah yang akan dirindukan, akan menyakitkan ketika kita tak lagi bisa melihat nya.


Tetapi, tidak ada satupun orang atau kehidupan di dunia yang bisa melepaskan ikatan waktu kematian.


Jadi, saat orang terkasih masih bisa bersama kita, lakukan lah yang terbaik dan isilah waktu mu dengan mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Jadi, saat mereka pergi yang akan kau ingat hanyalah ingatan bahagia dan betapa hatimu hangat bisa bersama dengan mereka.


Itulah yang dirasakan oleh Aluna, rasanya memang sakit ditinggalkan oleh Ayah nya, akan tetapi dia tidak memiliki penyesalan melepaskan ayahnya.


Aluna tidak ingin Ayahnya terus saja menderita hanya karena dirinya, mungkin memang sudah saatnya bagi ayahnya itu untuk tidur tenang dan bahagia.


.


.

__ADS_1


Kejadian itu berlalu begitu cepat, Aluna dan Edgar kembali pulang untuk me-makam kan Ayah Aluna di samping makam Ibunya.


Sayangnya Camelia belum bisa ikut saat itu karena dia masih harus menjaga suaminya, Camelia akan kembali datang ke sana jika suaminya sudah semakin membaik.


Camelia hanya bisa berbelasungkawa dan menghibur Aluna sebisanya.


Sudah tiga hari berlalu sejak pemakaman itu usai, Edgar mencoba sebisanya untuk terus di kediamannya menemani istrinya.


Sekarang ini, mereka sedang duduk di balkon kamar pribadi mereka, dimana disana mereka menatap matahari terbenam bersama.


Matahari terbenam adalah pemandangan kesukaan keduanya, dimana saat itu matahari keemasan itu seolah memberikan sentuhan kehangatan yang nyaman.


"Sayang, apakah kau tahu sekarang hanya aku yang akan menjaga mu, aku yang akan menemani mu selama sisa hidup ku, apakah kau tidak berpikir itu luar biasa ..."


"Lalu Ayah mertua juga pasti sudah bahagia sekarang, karena dia sudah bertemu dengan Ibu mertua, wanita yang sangat ia cintai ..."


Edgar berbisik, dia memeluk istrinya erat sekali, wajahnya mengecup tengkuk istrinya berulang kali, lalu ia mengusap rambut nya juga.


Dia suka memeluk istrinya dari sisi manapun, hanya saja memeluk Aluna sembari membuat nya duduk di pangkuan nya adalah yang paling disukai oleh Edgar.


"Hmmm ... benar, pasti Ayah ku sudah bahagia sekarang kan? dia bisa bersama Ibuku, Ayahku sangat mencintai Ibuku, Ayahku bertahan selama ini pasti karena ingin memastikan jika aku sudah bahagia,"


"Terkadang aku merasa cinta itu sangat luar biasa ..."

__ADS_1


"Cinta itu seperti sebuah sihir indah, tidak bisa dijelaskan tapi terasa indah dan luar biasa ..." Balas Aluna memejamkan matanya.


Dia mencoba mengikhlaskan segalanya, dia merasa Ayahnya pasti sudah bahagia sekarang.


"Hmmm ... tapi aku yakin, di dunia ini tidak akan ada yang bisa mengalahkan cinta ku pada mu, aku sangat mencintaimu sampai aku tidak bisa menjelaskan nya ..."


"Aku seperti jatuh cinta setiap hari!"


Seru Edgar dengan sangat yakin dan percaya diri.


Hal itu membuat Aluna geleng-geleng kepala, bagaimana suaminya ini sama sekali tidak berubah, kepercayaan dirinya mungkin adalah yang paling tinggi di dunia.


Setelah menjelaskan perasaan nya dengan percaya diri, Edgar mengusap perut rata istrinya, dia tersenyum lalu membisik di telinga Aluna.


"Sayang, apakah menurut mu anak kita akan mirip dengan mu atau dengan ku? apakah kau sudah punya saran untuk nama nya?"


"Apakah nanti matanya akan bulat seperti mu? apakah nanti wajahnya akan selembut dirimu? aku sangat penasaran ..."


Edgar berbicara dengan sangat lembut, dia mengganti topik pembicaraan dengan sangat cepat.


Bagaimana pun, dia memang selalu bersemangat di sisi istrinya, selalu ingin membicarakan banyak hal dan dekat dengan isterinya ini.


.

__ADS_1


.


__ADS_2