
Episode 118 : Debaran aneh ini.
.
.
Aluna terdiam saat itu dan segera membalas pelukan suaminya dengan cara menepuk-nepuk pundaknya.
"Tenanglah, aku selalu ada di sisimu ..." bisik Aluna mengusap dan menepuk pundak suaminya dengan lembut.
"Tentu saja kau harus selalu ada di sisiku, jika kau pergi lagi saat aku belum bangun awas saja, aku akan menghukum mu sampai kau pingsan!" gerutu Edgar sudah meraih kedua pipi istrinya dan melonggarkan pelukannya sebentar.
Dahi mereka saling bersentuhan dan Edgar menunduk sembari memejamkan matanya.
"Haaaah!"
Edgar mencoba mengatur pernafasannya, dia menenangkan dirinya dan membuang semua pikiran gila yang selalu saja membuat nya depresi.
"Apakah kau sudah tenang?" Aluna bertanya dengan wajah yang sangat khawatir.
Dia tidak menyangka jika seseorang bisa terluka sampai sejauh ini, entah sejahat apa dahulu Fiona kepada suaminya, tetapi kebencian Aluna terhadap Fiona semakin mendalam.
"Belum!" ketus Edgar masih terlihat kesal.
"Tapi, jika kau memeluk aku lebih lama, mencium bibir ku lebih lama, mungkin aku akan baikan!" bisik Edgar dengan mata tajamnya dan pipinya yang memerah itu.
"Berarti kau sudah baikan, ayo bangun dan makan, aku sudah memasak makanan untuk mu ..." seru Aluna langsung tahu jika suaminya pasti sudah baikan.
Jika suaminya bersikap nakal itu tanda nya Edgar sudah menjadi dirinya sendiri kembali.
"Srak!"
Edgar menarik tangan Aluna yang berdiri itu, dia memeluknya dari belakang dan bersandar di tengkuk nya.
"Jangan terburu-buru, bisakah kah kita berpelukan lebih lama? entah kenapa aku sangat merindukan mu ..."
Edgar memeluk istrinya erat sekali, tangan kokoh nya melingkar di dada isterinya dan wajahnya terbenam di tengkuk Aluna.
"Baiklah ... baiklah, sini aku peluk!" seru Aluna terlihat sangat sabar, Aluna bahkan memutar tubuhnya agar menghadap ke arah Edgar dan memeluknya erat.
__ADS_1
Wajah Edgar bersandar di dadanya dan saat itu Aluna mengusap rambut suaminya.
'Entah mengapa suamiku pagi ini seperti anjing lucu penurut, dia bisa tenang hanya dengan pelukan! sangat menggemaskan!'
Benak Aluna merasa Edgar terlihat sangat menggemaskan saat bersikap seperti ini, saat Edgar bersikap manja dan bersandar padanya minta dipeluk.
"Sayang, tadi malam kau memanggilku suamiku, bisakah kau ulangi lagi? aku ingin dengar ..." bisik Edgar memejamkan matanya.
Walau dia sedang sangat lapar sekarang, dia merasa tidak ingin waktu berharga ini lewat begitu saja.
"Benarkah? aku tidak ingat mengatakan itu ..." seru Aluna sedikit mencoba mengingat apa yang ia bicarakan tadi malam, tetapi dia sama sekali tidak mengingat nya.
"Ck!"
Edgar langsung bangkit dan duduk tegap sekarang.
"Panggil aku suamiku, jika kau tidak ingat maka panggil saja lagi, biar kau ingat!" seru Edgar dengan wajah Arogan nya.
Kedua tangan berada di pipi Aluna sekarang.
"Baiklah ... baiklah, su ... emm, suamiku ayo kita makan ya, aku sudah memasak makanan untuk mu di bawah ..." seru Aluna entah mengapa jadi malu saat ia memanggil Edgar sebagai suaminya.
Aluna belum pernah melihat Edgar tersenyum selepas ini, senyumannya seperti matahari pagi yang baru bersinar itu.
Saat Edgar tersenyum, kengerian dan mata tajam yang selalu mengintimidasi itu hilang tak berbekas.
'TAMPAN DAN INDAH SEKALI ...'
Aluna sampai terpana saat melihat senyuman suaminya.
"Sayang, terimakasih ya sudah jadi istriku ... aku tidak bisa membayangkan jika kau tidak datang ke sisiku saat itu!" bisik Edgar mengecup lembut bibir istrinya.
Di pagi itu, saat ia baru bangun, dia memeluk dan mencium istrinya, hidupnya seperti sudah sempurna dan indah.
Hatinya jadi sehangat matahari pagi itu.
"Gruk ... Gruk!"
Tiba-tiba saja perut Edgar berbunyi.
__ADS_1
"Sayang, aku lapar sekali, menurut mu pagi ini aku makan masakan mu dulu, atau tubuh mu dulu, pilih yang mana?" bisik Edgar menyeringai nakal dan mulai meraih dagu isterinya agar mendekat ke arah wajahnya.
"DEG ... DEG ... DEG!"
Jantung Aluna rasanya berdebar sangat kencang, Aluna langsung berdiri secara spontan dan berteriak.
"Makan masakan lah!" serunya tanpa sadar, karena terlalu malu dan jantungnya yang berdegup kencang itu.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Dengan wajah memerah dan jantung yang berdegup sangat kencang, Aluna hendak pergi.
Tetapi Aluna balik badan lagi karena dia lupa mengajak suaminya.
"Ayo kita makan ..." seru Aluna dengan nafas yang berat dan wajah merona yang sangat merah.
Matanya bahkan tidak bisa melihat ke arah suaminya lagi.
"Pfftttt ... sayang kau menggemaskan sekali, padahal tadi aku hanya bercanda!"
"AYO KITA MAKAN, SETELAH ITU AKU JUGA AKAN MEMAKAN MU! HA HA HA!"
Edgar segera menggendong istrinya tanpa aba-aba seperti biasanya.
.
.
.
Author : Update dikit dulu hari ini ya hehe 🙏 Besok aku ngetik banyakan deh.. Maaf yaa semuanya 😘
.
.
.
.
__ADS_1