
Episode 155 : Edgar dan Aluna.
.
.
Keesokan harinya,
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Aluna terbangun dalam pelukan suaminya.
Suaminya terlihat sangat tampan saat masih terlelap, kelihatan sekali semalaman Edgar mendekap nya begitu erat.
"Sebagai istri yang bisa diandalkan, aku harus menyiapkan makanan paling enak untuk suamiku, sebagai balasan atas makanan yang ia berikan untuk ku tadi malam ..."
"HMMM!"
Aluna mengepal tangannya erat-erat dan seperti seorang Superman, dia bersemangat sekali.
Seperti sisi percaya diri dan memuji dir sendiri dari suaminya telah menular secara tidak sengaja.
Tapi sebelum Aluna pergi ...
"Grep!"
Edgar langsung menarik tangan istrinya dan membuatnya terbaring lagi.
"Sayang, kau lupa lagi kan? aku kan sudah bilang jangan pergi sebelum aku bangun! aku akan panik jika kau pergi begitu saja!" seru Edgar dengan mata yang tajam dan wajah yang cemberut.
Sekarang Edgar sudah menggenggam tangan istrinya dan tubuhnya setengah menindih tubuh istrinya.
Wajah meraka saling berhadapan dan mata mereka saling bertatapan.
"Oh iya ... tapi sekarang kau sudah bangun, aku sudah bisa memasak kan kalau begitu?" tanya Aluna dengan mata bulatnya yang menggemaskan.
"Sayang ... sekarang sudah jam 10 pagi, kau bangun terlambat, kita makan di restoran saja sebelum pergi ..."
Seru Edgar tersenyum saat mendengar kekonyolan istrinya.
Ya, sebenarnya Aluna tertidur sampai jam 10 pagi, dan sebenarnya Edgar sudah bangun sejak pagi tadi.
Tapi karena dia sangat suka berpelukan dan berduaan dengan nyaman dengan istrinya, dia memilih untuk memejamkan mata saja sambil mendekap istrinya lebih erat lagi.
"Ha?!"
Mata Aluna melebar dan dia terkejut sekali, bagaimana pun, di kediaman ini ada ibu mertuanya.
"Astaga, misiku untuk merebut hati Ibu mertua pupus sudah, aku mengacaukan semuanya! maafkan aku suami, aku bahkan tidak bisa bangun pagi ..." Aluna kecewa pada dirinya, dimana misi nya yang ingin mengambil hati ibu mertuanya tidak berjalan dengan lancar.
"Sayang, kau ini bicara apa? kata siapa untuk merebut hati Ibuku kau harus memasak di dapur? kau hanya perlu jadi diri mu sendiri seperti di hadapan ku selama ini,"
__ADS_1
"Tidak perlu memasak, Ibuku juga tidak akan suka kau memasak saat hamil muda ... Ibuku itu lebih posesif dariku," bisik Edgar malah seperti menggosipi Ibunya sendiri.
"Oooh ..." Aluna menganggukkan kepalanya dan polosnya percaya begitu saja.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Kita akan terlambat, sampai kapan kalian di sana terus?"
Baru saja dibahas, Camelia sudah berada di depan pintu.
"Baru juga dibahas ..." gerutu Edgar kemudian melihat lagi ke arah istrinya dan ...
"Cup!"
"Cup!"
"Cup!"
Edgar mengecup istrinya berkali-kali dan kemudian bangkit setelah itu.
"Ctak!"
Edgar membuka pintu dan menjawab Ibunya,
"Iya Ibu, istriku sedang hamil muda ... dia kelelahan dan butuh istirahat banyak, kami akan segera keluar," seru Edgar kepada Ibunya itu.
Camelia yang mendengar langsung tersenyum dan tersipu.
Suaminya juga pasti akan membaik jika cucu mereka nanti lahir dengan sehat.
"Ehem ..."
"Ibu secara pribadi membuat makanan, karena di rumah besar ini tidak ada pelayan sama sekali, si Dean juga menghindari Ibu karena Ibu membahas mengenai jodoh untuknya, anak itu belum juga memiliki keinginan untuk menikah ..."
Wajah Camelia layaknya wajah seorang Ibu yang khawatir saat anaknya tidak mau menikah.
"Pantas saja Dean menghindar, Yasudah Ibu tunggu sebentar lagi ya, aku harus bersiap-siap dengan istriku tercinta ..." seru Edgar tersenyum dan kembali ke dalam kamar.
Mendengar itu Camelia juga setuju, dia segera pergi balik badan dan sembari menggerutu namun wajahnya tersenyum ...
"Dasar pengantin baru," gerutunya merasa hatinya serasa damai.
Dia merasa jika kebahagiaan seperti ini akhirnya datang juga dengan cara mengejutkan, kedatangannya ke tempat ini ternyata bukan menjemput kemarahan tetapi malah kebahagiaan bertubi-tubi.
.
.
"Tring ... Tring ... Tring!"
__ADS_1
Saat Camelia sudah duduk di sofa, dimana disaat sebenarnya ada beberapa pelayan pribadi yang ia bawa.
Ponselnya berbunyi dan itu adalah dari Dean.
"Nyonya besar, aku sudah mengurus semuanya, dan beliau sudah berada di pesawat, akan lebih dulu sampai dan rumah sakit disana akan segera mengurus dengan sangat profesional ..."
Dean sedang membicarakan mengenai Ayah Aluna yang dibawa ke luar negeri bersama mereka, ini akan menjadi kejutan nanti untuk Aluna.
Apalagi di sana pengobatan pasti akan lebih maju, dimana tingkat kesembuhan Ayah Aluna akan lebih tinggi.
Dean mencoba secepat mungkin untuk menyelesaikan pembicara ini, karena dia tidak ingin merembet membicarakan perjodohan.
"Hmmm, bagus, oh ya Dean mengenai yang Ibu katakan kemarin, Ibu punya beberapa kenalan yang ..." belum selesai Camelia denagn serius berbicara Dean langsung panik dan menjauh kan ponselnya.
Dean langsung menatap tajam ke arah bawahannya yang tadi sudah ia minta melakukan sesuai dengan keinginannya ...
"Pak, meeting harus segera dimulai," seru bawahan Dean itu melakukan misi nya dengan baik.
"Nyonya besar, meeting akan segera dimulai, nanti akan aku hubungi lagi," seru Dean mematikan panggilan.
Masih ingin mangkir dari pembicaraan mengenai jodoh.
.
.
Di kamar pribadi Edgar,
"Sayang ... ayo kita mandi," seru Edgar dengan santainya membuka piyama tidurnya di hadapan istrinya, sehingga tubuh proposional bak model itu terlihat lagi.
Mata Aluna melebar saat mendengar ...
"Ma ... mandi bersama?" seru Aluna langsung mundur ke ujung kasur.
Dia tahu apa hang akan terjadi di kamar mandi nanti.
"Hehe, tentu saja sebagai suami yang paling hebat dan tampan di dunia, aku harus membantu istriku yang sedang lemah karena hamil muda ini mandi ..." bisik Edgar menarik Aluna dan menggendong nya begitu saja.
.
.
.
Author ; Hello Abege Tua, anda itu sudah tua tapi tidak tahu menjaga sopan santun, modal kuota nyuruh saya nyebur ke laut?
Saya sengaja tidak blokir anda untuk sekarang, karena komentar anda akan ditindaklanjuti oleh pihak Noveltoon.
__ADS_1
Oh ya satu lagi, aku sudah sering bilang ini kalau "Semua Novel Di Noveltoon Itu Bersambung Alias Tidak Selesai!"
Kalau mau baca yang tamat, silahkan cari yang ada tanda tamat nya.