Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 101 : Kau masih ada di sisiku


__ADS_3

Episode 101 : Kau masih ada di sisiku


.


.


Malam yang sunyi itu tidak membuat Aluna terdiam, dia berusaha keras mengobati Edgar dengan caranya sendiri.


Sepertinya Edgar jadi demam karena terlalu banyak meminum obat penenang, dia keringat dingin dan dia selalu meracau dalam tidurnya.


"Aku minta maaf Kakek, aku yang salah ... aku yang memulai semuanya dan aku pantas bertanggung jawab ..."


"Maafkan aku ..."


Edgar menyalahkan dirinya sendiri, di dalam mimpinya, dia melihat kakeknya lagi, melihat kejadian itu lagi.


Setiap kali Edgar kambuh dan merasa tertekan, dia akan memimpikan saat itu, saat dimana seluruh hidupnya berubah, saat dimana dia tidak bisa jatuh cinta lagi, dan kehilangan kepercayaan terhadap cinta.


Aluna sudah terbiasa merawat orang yang sakit, dia terus mengganti towel bersih yang sudah di basahi air hangat di dahi Edgar.


Aluna akan memastikan suhu tubuh Edgar harus turun sampai esok pagi.


.......


.


Waktu berjalan begitu cepat, matahari sudah mulai kembali menyinari kaca-kaca jendela kamar Edgar.


Matahari keemasan itu menilik masuk ke dalam ruangan yang sangat luas.


Nampaknya Aluna kelelahan sehingga ia terlelap duduk di sisi Edgar, dia bersandar di atas ranjang tetapi posisinya masih duduk di kursi.

__ADS_1


Tangannya memegang towel yang ia gunakan untuk mengompres dahi suaminya.


Mata Edgar merasa silau saat matahari mulai melewati wajahnya, dia merasa kepalanya pusing sekali.


Yang pertama ia ingat hanyalah Aluna yang meminta berpisah tadi malam, matanya melebar dan dia duduk dengan tergesa-gesa.


"Kalau kau pergi aku akan membunuh mu!" geram Edgar hendak turun dari ranjang dan memeriksa ke kamar sebelah.


Tetapi sebelum ia melakukan hal itu, dia melihat Aluna sudah ada di sisinya terlelap dengan towel di tangan.


Wajahnya yang terlihat sangat tenang saat tidur, angin lembut yang menyapa gorden dan suasana tenang yang tiba-tiba menyeruak.


Dada Edgar yang tadi naik turun dengan cepat karena tegang, ketika ia menatap Aluna yang tertidur nafasnya mulai tenang dan dia terdiam.


Waktu seolah berjalan dengan lambat dan Edgar tak mengerti perasaan lega yang ia rasakan sekarang.


Edgar menjadi tenang, seperti angin pagi itu, matahari keemasan yang menyilaukan mata Aluna.


Dia lega Aluna tetap ada di sisinya.


"Syukurlah kau masih ada di sisiku, terimakasih ..." bisik Edgar mengecup kening Aluna.


Edgar segera turun dari ranjang, dengan lembut mengambil towel yang ada di tangan Aluna dan menggendong istrinya dengan lembut.


"Kau pasti menjaga ku semalaman, artinya kau tak akan pernah bisa lepas dariku, sebagai rasa terimakasih ku, aku akan menjaga mu selamanya," bisik Edgar meletakkan Aluna di atas ranjang dengan lembut.


Edgar ikut berbaring di sisi Aluna dengan memiringkan tubuhnya agar sinar matahari yang baru muncul itu tidak akan mengganggu tidurnya.


Edgar berpangku tangan dan tersenyum menatap Aluna, tidak akan pernah di bayangkan oleh Edgar jika saat ini hatinya bisa tenang.


Senyuman bisa tergambar di wajahnya.

__ADS_1


Dengan kelembutan dia segera memeluk istrinya, dia masih sedikit mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya lebih lama.


"Akan ada beberapa perjanjian yang akan di rubah, saat kau melihat ku di titik terendah ku tadi malam, kau bahkan tidak kabur ... alasan itu sudah jadi cukup bagiku untuk mempertahankan mu," bisik Edgar mengecup Aluna sekali lagi lalu memeluknya untuk tidur tenang kembali pagi itu.


🦋


🦋


Sedangkan Clara ...


Tadi malam dia pulang larut, tetapi dia tidak menyerah untuk mengambil hati Edgar.


Mau bagaimana pun, dia tidak akan membiarkan Edgar terluka lagi, dia sedang memakai celemek di dapur dan memasak dengan kemampuan seadanya, dia akan memasak sarapan untuk calon suaminya itu.


"Kali ini aku tidak akan menyerah lagi Kak Ed, dulu aku menyerah dan mengalah karena mengira kau akan bahagia, tetapi nyatanya itu merupakan penyesalan terberat ku, kali ini aku akan membuat mu bahagia dengan caraku sendiri!"


Clara memiliki hati yang kuat dan keinginan yang kuat.


Clara sepertinya selalu salah waktu, waktu untuknya tidak tepat, karena saat ini Edgar telah menemukan seseorang yang disiapkan oleh semesta untuknya.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :

__ADS_1


@Anak_Kost_Joy


__ADS_2