
Episode 113 : Katakan kau rindu.
.
.
.
Edgar tidak akan lagi menyembunyikan hubungan nya dengan Aluna, walau awalnya akan banyak kekacauan akan tetapi lambat laun Ayah dan Ibunya juga pasti akan menerima Aluna.
"Oh ya, atur jadwal kerja ku agar lebih singkat, beberapa pekerjaan bisa aku monitor dari rumah, aku tidak ingin berada di kantor sepanjang hari,"
"Mengenai kerjasama baru bersama Dave, atur saja bersama nya, aku tidak ingin melihat tim itu karena beberapa dari mereka saat lalu menjebak istriku ..."
Edgar ingin jadwal nya dilonggarkan, agar dia bisa pulang dengan cepat dan menghabiskan waktu bersama istrinya lebih banyak.
"Baik Tuan, akan segera aku atur," Dean menyanggupi permintaan Tuan nya.
Edgar ingin terus dekat dengan Aluna.
Edgar yang biasanya selalu menyibukkan diri agar tidak jatuh dalam mimpi buruknya terlihat semakin berbeda, dia bahkan ingin jam kerjanya di persingkat agar dia bisa pulang dengan cepat.
.
.
Di saat yang sama di kediaman Edgar Brown,
"Nyonya Aluna, jika anda butuh sesuatu silahkan beritahu saja kepada kami berdua, kami akan segera melakukannya untuk mu," Lala dan Mina berdiri tegap sembari menunduk ke arah Aluna yang tentu saja tidak terbiasa diperlakukan seperti ini.
"Um ... ja ... jangan terlalu kaku kepadaku, tidak perlu memanggil Nyonya juga, usia kita tidak terlalu jauh, kalian lebih tua dua dan tiga tahun dari ku, jadi lebih baik panggil aku Aluna saja, hehe." Aluna tersenyum sembari meminta untuk kedua orang itu agar memanggil nya dengan sebutan nama saja.
"Maafkan kami Nyonya, kami tidak bisa melakukan itu, kami disini adalah sebagai pengawal dan tameng anda, kami tidak boleh bersikap tidak sopan!" Mina menjawab dengan tegas tetapi dia tetap menunduk dan menunjukkan rasa hormat nya kepada Aluna.
"Hmmm, susah juga kalau begini, aku benar-benar tidak nyaman, tapi kalau aku paksakan memanggil ku dengan nama, mereka pasti akan diomeli oleh Edgar, atau bahkan di pecat ..."
"Tidak, tidak boleh, aku tidak boleh membuat orang di sekitar ku kesusahan!" seru Aluna mengepal tangannya dan akan mengikuti semua keinginan suaminya saja.
"Ummm, kalau begitu, lakukan saja apa yang kalian suka, tapi jangan terlalu sering memanggil ku dengan sebutan Nyonya, aku tidak terlalu nyaman." balas Aluna segera berdiri.
Dia akan pergi ke rumah sakit saja menjenguk Ayahnya, dari pada tidak melakukan apapun di rumah.
"Baik Nyonya!"
"Baik Nyonya!"
__ADS_1
Mina dan Lala langsung menganggukkan kepalanya dan menunduk dengan sangat hormat dan patuh.
Mereka membuat Aluna geleng-geleng dan terkejut, padahal dia baru saja mengatakan pada keduanya agar tidak terlalu memanggil nya dengan sebutan nama.
.
.
Setelah beberapa saat bersiap-siap,
Aluna seperti biasa menggunakan pakaian tebal seperti pakaian musim panas, untuk menutupi segala bentuk bekas kepemilikan di leher, tangan dan bagian-bagian yang rawan terlihat.
Dia tetap diikuti oleh Lala dan Mina kemanapun ia berjalan ...
"Aku akan pergi ke rumah sakit menjenguk Ayahku, sebenarnya aku juga tidak terlalu suka di ikuti kemanapun, tapi aku tahu kalian akan dalam masalah besar jika tidak menjaga ku, jadi aku putuskan untuk membawa kalian ke rumah sakit juga ..."
"Baik Nyonya, kami akan menjaga Nyonya dengan sangat baik!" seru Mina dengan kaku dan tegas lagi.
Setiap kali Mina atau Lala menjawab ucapan Aluna, Aluna selalu saja dibuat terkejut karena ketegasan dan nada kaku dari keduanya.
'Padahal aku ingin berteman dengan mereka, tetapi mereka benar-benar menjaga jarak antara pengawal dan orang yang harus dijaga!'
Benak Aluna menghela nafasnya dan sudah memasuki mobil dengan sudah payah, sebab kaki nya memang masih sedikit pegal karena adegan buas tadi malam.
Saat Aluna berada di dalam mobil,
Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Aluna ...
"Sayang, sedang apa? apakah kau merindukan aku? sudah pasti, ya kan?"
Pesan itu adalah dari suaminya, yang nama kontaknya di awal adalah monster mesum gila sudah berubah menjadi 'suamiku paling tampan sedunia 😘'
"Ha? sejak kapan nama kontak nya berubah di ponsel ku? apakah dia sudah tahu aku menyimpan nama nya sebagai monster mesum gila? tapi kapan dia membuka ponsel ku? tidak ... tidak maksud ku, ini sudah melanggar privasi, hak asasi manusia ku telah dilanggar oleh nya dengan cara membuat ponsel ku secara sembarangan!"
Aluna panik dan wajahnya memerah karena tahu nama kontak suaminya telah berubah jadi berbeda dari yang ia buat sebelumnya.
"Kenapa dia lama sekali membalas pesan ku? apakah dia mengasah kesabaran ku lagi? wanita ini, pintar sekali main tarik ulur dengan ku." gerudu Edgar saat melihat Aluna belum membalas pesan nya.
Padahal Aluna sekarang sedang mencari kata-kata yang tepat untuk membalas Edgar yang sudah membuka ponsel nya dengan sembarangan.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tiba-tiba saja Edgar memanggil Aluna melalui video call, Edgar benar-benar sudah tidak kenal tempat dan waktu, padahal sekarang dia sedang melakukan meeting dengan para karyawan nya.
Edgar merasa sedikit bosan dan sejak tadi kepalanya dipenuhi oleh istrinya, jadi dia memutuskan untuk langsung mengirimkan pesan saja.
__ADS_1
Padahal baru sekitar 3 jam mereka berpisah, Edgar sudah sangat merindukan nya lagi.
"Astaga!" Aluna hampir saja menjatuhkan ponselnya saat melihat sudah ada panggilan video call dari suaminya.
"Ehem ... ehem!"
Aluna segeta mengatur pernafasan nya dan mengusap dadanya agar tetap tenang saat mengangkat panggilan itu.
"Halo?"
Aluna mengangkat panggilan itu tetapi kamera nya ia arah kan ke atap mobil, jadi wajahnya tidak terlalu kelihatan.
"Hmmm? apakah wajah mu sudah berubah menjadi abu-abu dan berbentuk datar? dimana wajah mu? kenapa kau mengarahkan kamera nya ke atap mobil?" seru Edgar memicingkan mata nya.
"Aku sedang tidak ingin menunjukkan wajah ku? ada apa?" ketus Aluna masih tidak mengarahkan kamera ke arahnya.
"Ho? sayang, sejak kapan kau jadi pembangkang dan melawan ku seperti ini? apakah kau ingin aku datang ke tempat mu sekarang lalu kita bertengkar di atas ranjang saja?!"
"Hmmm? bagaimana menurut mu?" bisik Edgar menyeringai nakal, dia berpangku tangan dan menatap kamera dengan intens.
"Astaga ... astaga, disini ada Lala dan Mina, kalau mereka dengar bagaimana aku bisa menunjukkan wajah ku pada mereka, dasar mesum!"
"Aku sedang menuju rumah sakit, nanti saja telepon nya ya ..." bisik Aluna langsung panik dan mendekatkan wajahnya ke kamera.
Wajah panik Aluna terlihat jelas oleh Edgar sekarang, lalu Edgar terkekeh gemas saat melihat itu.
Aluna sama sekali tidak tahu jika Edgar sedang melakukan video call dengan dirinya di ruangan meeting, dimana semua peserta meeting mendengar ucapan nakal atasan mereka.
Mereka semua yang mendengar ucapan Edgar bahkan terdiam menunduk dan pipi mereka semua memerah.
Mereka juga tidak menyangka jika mereka akan melihat senyuman Edgar ini dan bagaimana ternyata dia sepertinya ternyata sudah memiliki kekasih.
"Baiklah akan aku lakukan, tapi katakan kau merindukan aku dulu!" seru Edgar masih berpangku tangan dan menatap istrinya dengan mata nya yang sangat dalam.
"Astaga, baiklah baiklah, aku merindukan mu! sudahkan! bye!" gerutu Aluna dengan perasaan yang sangat malu.
"Pffftttt ... kenapa dia menggemaskan sekali, aku ingin cepat-cepat menemuinya! ah!"
"Apa yang kalian lakukan diam seperti patung? giliran siapa yang maju melaporkan kemajuan penjualan di wilayah nya?"
Berbeda dengan senyuman merekah dan kelembutan nya dengan gadis misterius yang dihubungi oleh Edgar tadi, Edgar malah terlihat langsung tegas dan terlihat menakutkan kepada semua karyawannya.
.
.
__ADS_1
.
.