Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 145 : Jatuh cinta itu seperti ini.


__ADS_3

Episode 145 : Jatuh cinta itu seperti ini.


.


.


"DEG ... DEG ... DEG!"


Jantung Edgar berdegup sangat kencang, saat memasuki ruangan itu, tercium aroma obat yang sangat menyengat.


Ada pula bunyi mesin yang menunjukkan garis nadi Ayah Aluna.


Di sana Edgar melihat jika ayah mertuanya itu terbujur lemah di atas ranjang dengan alat bantuan pernafasan di hidung.


Wajahnya seperti tengah tertidur.


"Ayah ... aku datang menjenguk Ayah lagi, maafkan Aluna ya Ayah karena tidak bisa mengunjungi Ayah kemarin ... ada sesuatu hal yang terjadi kemarin, tapi sekarang aku sudah baik-baik saja Ayah ..."


"Aku harap Ayah juga baik-baik saja!"


Aluna sudah berada di sisi Ayahnya, menggenggam tangan Ayahnya yang dingin itu memeluknya sebagai tanda rindu.


Edgar yang melihat itu jadi ingat keadaan Ayahnya juga, bagaimana Ayahnya juga sudah lumpuh dan keadaan nya semakin memburuk seperti yang dikatakan oleh Ibunya.


Edgar berdiri di sisi istrinya yang duduk memeluk Ayahnya.


Edgar mengusap rambut istrinya menunjukkan kasih sayang yang begitu dalam, dia kemudian menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan.

__ADS_1


Aluna yang menyadari itu segera mengangkat wajahnya dan tersenyum.


"Ayah ... disini aku membawa seseorang, seperti yang aku ceritakan kemarin, jika aku sudah menikah secara tiba-tiba ... tapi Ayah tenang saja, dia sangat baik padaku dan bisa menjaga ku dengan baik ..."


Seru Aluna seolah-olah Ayahnya bisa mendengar semua yang ia ucapkan.


"Ehem!"


Edgar yang menyadari hal itu segera menghela nafasnya dalam-dalam, dan dia meraih tangan istrinya untuk ia genggam sebagai bentuk pereda rasa gugupnya.


"A ... Ayah mertua, perkenalkan nama ku Edgar Brown, aku sudah menikahi putri mu, saat kau bangun nanti Ayah mertua pasti akan memarahi ku karena menikahi putrinya secara tiba-tiba ... kedatangan ku hari ini ke tempat ini adalah untuk menunjukkan rasa hormat dan meminta ijin secara resmi ..."


"Aku ingin meminta ijin untuk menggenggam tangannya seumur hidup, aku sadar aku salah menikahi nya secara paksa tetapi perasaan ku terus tumbuh dan rasa cinta ku semakin besar setiap hari nya, untuk membayar kesalahan ku yang menikahi nya secara paksa maka aku akan menjaga nya seumur hidupku ..."


"Bersama dengan dirinya saat sakit maupun bahagia, aku akan bersama nya sampai tua dan menjaga nya layaknya seorang suami menjaga istrinya yang sangat dicintai ..."


"Istriku adalah cahaya yang datang ketika hatiku menjadi gelap gulita, dia adakah segalanya bagiku ..."


"Jadi, semoga Ayah mertua menerima ku sebagai menantu mu,"


Edgar berbicara dengan sangat percaya diri, dia menggenggam tangan istrinya dan wajahnya menatap langsung ke arah Ayah Aluna yang masih koma.


Aluna yang mendengar semua ucapan suaminya merasa waktu berjalan begitu lambat, matanya berbinar dan berkaca-kaca, seperti angin penuh bunga ketika janji pernikahan dikumandangkan.


Aluna memang menikah tanpa acara seperti itu, jadi ucapan suaminya barusan membuat hatinya bergetar dan air mata mengalir di pipinya.


Secara perlahan dia melihat ke arah tangannya yang digenggam oleh suaminya itu, dia tersenyum sambil menangis.

__ADS_1


"Ya ... kau sudah menggenggam tangan ku sejak awal, hingga hari ini ... dan aku ingin kau menggenggam tangan ku hingga tua ..."


"Terimakasih sudah datang saat itu, terimakasih telah hadir di hidupku ketika masa paling suram itu menghantui ku ..."


"Kau adalah hadiah untuk ku ..." seru Aluna menarik tangan suaminya dan mengecup tangan suaminya itu.


Mata Edgar melebar saat melihat itu, wajahnya manjadi sangat merah dan jantung nya berdegup sangat kencang.


"DEG ... DEG ... DEG!"


Jatuh cinta itu seperti ini, ketika bersama saling menggenggam, hati menjadi hangat dan satu sama lain saling mengisi.


Edgar melihat bagaimana tangannya di cium dengan sangat lembut, air mata bahagia itu menyentuh tangannya dengan lembut.


"Aku senang, akhirnya ini adalah air mata bahagia, aku akan membuat mu lebih bahagia, kau hanya perlu melihat aku dan berada di sisi ku saja ..." bisik Edgar tersenyum lalu menunduk untuk bisa memeluk istrinya dengan sangat erat.


Aluna menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan suaminya.


Saat berpelukan itu, Edgar dibuat terkejut saat melihat sebuah foto di atas meja samping ranjang pasien Ayah Aluna.


Foto itu menunjukkan saat lima tahun lalu Aluna bersama Ayahnya ke luar negeri menjalani pengobatan untuk Ayahnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2