Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 154 : Clara dan Dave.


__ADS_3

Episode 154 : Clara dan Dave.


.


.


Di saat yang sama,


Clara masih saja berada di rumah sakit, menunggu para penjaga Aluna yang sudah membaik namun belum siuman.


Menurut Clara, ini semua adalah salah nya, dimana dia dengan gelap mata karena kemarahan malah terjebak oleh para pelayan yang ternyata memiliki rencana.


"Drap ... Drap ... Drap!"


Terdengar suara langkah kaki yang berhenti di hadapan Clara, dengan mata sembab dan sedikit bengkak, dia mendongakkan wajahnya dan melihat Dave sudah ada di sana membawa makanan di tangan.


"Ternyata kau sungguh berada di sini ..." seru Dave kemudian duduk di sisi Clara dan segera duduk bersilang kaki.


"Yah ... mengingat sikap mu yang keras kepala dan tidak bisa melihat orang terluka, aku sudah yakin kau akan disini ..."


Dave berbicara pelan, sama seperti Edgar dia juga secara bertahap sudah mengenal betul sikap Clara Davis ini.


"Kak Dave, kau tahu dari mana ini semua? apakah kau sudah beritahu Ibuku? aku akan di hukum kalau dia tahu masalah ini, aku juga tidak akan pergi jika mereka semua belum sembuh ..."


"Aku menyesal saat itu termakan emosi dan malah masuk jebakan orang-orang itu ... hu hu!"


Clara kembali menangis, di mengusap air matanya lagi dan lagi.

__ADS_1


Mungkin bagi sebagian orang Clara terlihat bersikap berlebihan, tapi bagi Clara yang baru pertama kali merasakan hal ini, ini merupakan rasa sakit yang luar biasa ketika tahu ada orang yang terluka karena kita.


"Tentu saja aku tahu, aku menyelidiki nya sendiri ..."


"Kau melakukan itu karena kau menyukai Edgar, dan alasan kau bersikukuh terus ingin di sisi Edgar karena merasa Edgar lebih aman bersama mu, kau merasa Edgar tidak akan menemukan wanita baik-baik lagi karena kejadian tempo lalu ..."


"Hummm ... benar, dan aku salah, sepertinya wanita bernama Aluna itu sepertinya sangat baik, dan aku malah ... huhu ..." Clara tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya.


Dimana dia mengingat bagaimana dia percaya jika Aluna itu jahat, dan ingin juga menyingkirkan Aluna.


"Haaaah!"


Dave menghela nafasnya dalam-dalam, lalu dia merogoh goodie bag berisi beberapa makanan dan mengambil air mineral.


"Ini minum dulu, kau tidak ingin mati karena sesak menangis kan?"


"Glup ... Glup ... Glup!"


Selagi Clara minum, Dave melanjutkan lagi ucapannya ...


"Mendengar kau menyebut nama Aluna, aku jadi teringat lagi ..."


"Teringat apa?" tanya Clara sudah mencoba menenangkan dirinya.


"Ini sebuah rahasia kecil, sebenarnya aku menyukai Aluna ... tapi jangan salah sangka, aku menyukai nya karena awalnya aku tidak tahu jika dia sudah bersama dengan Edgar!"


"AH! MEMIKIRKAN NYA AKU JADI KESAL!"

__ADS_1


"Jika saja aku yang pertama bertemu Aluna, pasti sekarang Aluna menjadi milikku!"


Gerutu Dave lagi, dia sekarang melipat tangan dan masih saja menyesalkan hal itu.


Merasa jika yang pertama bertemu Aluna adalah dirinya maka mungkin ceritanya akan berbeda.


Clara yang tadi masih sesenggukan dan menenangkan dirinya merasa iba pada Dave, pasti Dave sedang patah hati tapi masih berusaha datang untuk melihat keadaannya.


"Menyedihkan sekali, padahal Playboy seperti mu kan mudah mendapatkan wanita, tapi tidak apa ... agar Kakak merasakan apa itu sakit hati seperti yang aku rasakan ..."


"Sekarang entah bagaimana kita merasakan hal yang sama," keluh Clara menghela nafasnya dalam-dalam.


Saat mendengar ucapan Clara, Dave seolah dipanah ribuan panah karena jawaban jujur itu.


"Pla ... Playboy? astaga ... di saat aku sudah memberitahu mu rasa sakit ku!" Dave menggelengkan kepalanya dan kemudian bersandar duduk dengan nyaman.


"Tapi kau memang selalu berbicara jujur, mungkin kau benar, mungkin esok, atau Minggu depan atau bulan depan aku akan mendapatkan cinta yang baru ... hmmm!"


Dave mencoba menyemangati dirinya sendiri, membuat Clara geleng-geleng kepala.


Pada akhirnya Dave menemani Clara di rumah sakit malam itu, dimana Clara tidak ingin pulang sebelum ketiga orang itu siuman.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2