Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 133 : Bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta?


__ADS_3

Episode 133 : Bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta?


.


.


Dengan tubuh yang lelah dan masih sedikit ngilu, tanpa sadar Edgar terlelap memeluk istrinya.


Edgar memeluk istrinya sepanjang malam, seolah tidak ingin membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Aluna.


Sedangkan Aluna ...


"Hah! hah!"


Dia bermimpi di tempat yang sama, di dalam sebuah gubuk saat lelaki-lelaki itu mendekati nya.


"Jangan ... jangan ... jangan!!!!"


Teriak Aluna membuka matanya dan dengan nafas yang terengah-engah.


Keringat sudah membasahi dahinya, dia merasa sedikit panas.


"Glek!"


Aluna menelan salivanya dan mencoba menenangkan dirinya, entah mengapa rasa takut nya sama sekali tidak menghilang.


Mungkin karena kejadian itu telah terjadi dua kali, membuat nya merasakan ketakutan yang teramat sangat, seperti kata dokter di rumah sakit, jika seperti nya Aluna mengalami trauma.


Saat Aluna sudah tenang, dia menyadari jika suaminya tepat berada di sisinya, memeluknya dengan sangat erat.


Selimut hanya ada di tubuh Aluna, dan Edgar sama sekali tidak mengenakan selimut.


"Edgar ..." suaranya lembut dan sedikit parau pagi itu.


Aluna melihat tangan suaminya yang memar, dan sepertinya masih terasa sakit.


"Kau sendiri juga terluka, tetapi masih lebih mementingkan aku, kenapa kau melakukan ini padaku? apakah kau mau bertanggung jawab jika aku benar-benar jatuh cinta padamu?" gerutu Aluna merasa sangat terharu melihat suaminya yang begitu menjaganya.


Bahkan saat ia tertidur.


Dengan sangat hati-hati Aluna mencoba bangkit, dia ingin mengobati tangan Edgar.


Dan mereka juga belum makan apapun sejak kemarin, dia harus segera memasak.


.

__ADS_1


.


Mungkin karena Edgar sangat kelelahan, juga tubuhnya butuh istirahat, membuat Edgar sama sekali tidak terbangun saat istrinya pergi dari sisinya.


Hanya dalam waktu singkat, Aluna mengambil obat p3k yang memang tersedia di dalam kamar.


Dengan sangat hati-hati, Aluna meraih tangan suaminya yang memar di beberapa bagian.


"Tes!"


Air matanya mengalir lagi.


"Padahal kau juga kesakitan," keluh Aluna mulai mengolesi salep di tangan suaminya.


"Sssshh ..."


Saat salep itu dia olesi dengan pelan, secara refleks Edgar merasa sangat sakit, walau dia tertidur tetap tubuhnya tetap menunjukkan rasa sakit secara alami.


Rasa sakit yang tidak ia tunjukkan saat ia dalam keadaan sadar.


Entah karena kehamilan mudanya, atau mungkin karena kejadian yang menimpanya, Aluna jadi sering menangis dan mudah meneteskan air matanya.


Bahkan saat melihat suaminya menunjukkan reaksi rasa sakit saat mengolesi salep di tangan, Aluna sudah menangis sesenggukan.


"Padahal kau suka marah dan terlihat kuat di hadapan ku, kenapa kau terlihat sangat lemah dan kesakitan sekarang? kau sengaja kan mau membuat aku menangis lagi?" Aluna menangis dan mengambil selimut untuk menyelimuti suaminya.


"Aku akan membuat kan mu makanan, tunggu sebentar ..."


Dengan menahan tangisan, Aluna segera pergi ke dapur.


Pergelangan tangannya memang masih sakit, bahkan pipinya masih memerah sampai sekarang, tetapi dia bertekad untuk merawat suaminya sendirian.


Dia akan memasak dan membuat suaminya sembuh, sebagai ungkapan rasa syukur karena Edgar melakukan segala cara untuk melindungi nya.


.


.


Di saat yang sama,


Camelia sudah sampai di bandara, dia sedang dalam perjalanan menuju kediaman putranya.


"Tidak akan ku biarkan putraku salah memilih wanita lagi" geram Camelia masih melihat foto wajah Aluna yang memang memiliki kemiripan dengan Fiona.


Ada rasa khawatir yang teramat sangat di hati Camelia sekarang, dimana dia takut jika Aluna akan menghancurkan putranya.

__ADS_1


Tidak menunggu waktu lama, Camelia sudah sampai di mansion putranya.


Camelia cukup heran saat menyadari jika mansion itu sangat sepi, Dean sudah menyuruh semua pelayan untuk ke luar dari mansion sejak tadi malam, karena menurutnya Aluna pasti tidak nyaman dalam keramaian sejak apa yang menimpanya.


Saat masuk ke dalam mansion, wangi makanan adalah yang pertama di cium oleh Camelia.


Dia mengikuti wangi itu dan pada akhirnya dia sampai di dapur.


Camelia dengan jelas melihat Aluna masih sesenggukan menata makanan di atas meja.


"KAU!"


Suara Camelia mengejutkan Aluna.


Aluna yang menyadari ada orang asing di sini langsung syok, tetapi semakin ia perhatikan, Aluna langsung tahu jika wanita yang terlihat sangat berkelas ini adalah Ibu dari suaminya.


Aluna langsung gugup, dia benar-benar masih takut berada di sekitar orang lain tanpa ada suaminya di sisinya.


.


.


Di saat yang sama,


"Ahhh, kepalaku!" Edgar terbangun dengan perasaan ngilu di kepalanya.


Hal pertama yang ia cari adalah istrinya.


"SAYANG?'


Edgar tentu saja panik, dia tidak melihat istrinya di sisinya.


Dengan terburu-buru, dia membuka selimut dan keluar dari kamar.


Entah mengapa Edgar langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur, mungkin karena sebelumnya ini sudah pernah terjadi dan istrinya memang berada di dapur membuat Edgar entah mengapa yakin jika Aluna memang benar-benar ada di dapur sekarang.


"Drap ... Drap ... Drap!"


Rasa sakit di dahi dan tangannya sama sekali tidak ia hiraukan.


Dan benar saja, di sisi meja makan dekat dapur ada istrinya berdiri menundukkan kepala.


"Sayang! sudah berapa kali aku memperingati mu, jika aku belum bangun jangan pergi dari sisiku!" geram Edgar dengan nafas yang berat dan tanpa menyadari ada Ibunya di tempat itu langsung memeluk Aluna dengan sangat erat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2