Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 158 : Apakah kau tidak mencintai aku lagi?


__ADS_3

Episode 158 : Apakah kau tidak mencintai aku lagi?


.


.


Aluna tersenyum melihat itu, dia mengangkat bahu nya sebagai tanda jika dia sudah datang mengunjungi suaminya.


Tapi tiba-tiba ...


"PLAK!"


Edgar menepuk kedua pipinya sendiri dan menggelengkan kepalanya.


"Apakah karena aku sudah merindukan istriku setengah mati jadi aku melihat nya ada di hadapan ku? tidak mungkin dia ada disini!"


"Mana mungkin? Ibuku pasti melarang nya ke sini demi keselamatan nya ..."


"HAAAH!"


Edgar menghela nafasnya dalam-dalam.


Dia merasa jika dia mungkin telah berhalusinasi karena ingin cepat menyelesaikan pekerjaan nya dan pulang bertemu istrinya.


Edgar kemudian hendak melanjutkan pekerjaan nya lagi, tetapi sebelum ia melakukan nya ...


"Suami, sudah jam berapa ini dan kau belum makan?" gerutu Aluna akhirnya berbicara dengan ekspresi yang mengernyit sembari meletakkan bekal makanan yang tadi ia bawa ke atas meja kerja suaminya.


"Ah iya sudah hampir jam 1 siang ..."

__ADS_1


"Tu .. tunggu dulu, suami?"


Edgar kemudian melihat ke depannya lagi dan akhirnya menyadari jika istrinya yang ada di hadapannya ini benar-benar nyata.


"SAYANG!"


"ASTAGA!"


Seru Edgar langsung berdiri dan menarik tangan Aluna dan memeluknya erat sekali.


Dia menciumi tengkuk istrinya dan mendekapnya dengan sangat amat erat.


"Sayang, kenapa tidak bilang mau ke tempat ini? aku bahkan berpikir jika aku berhalusinasi, aku sangat merindukan mu, kau tahu itu?"


Edgar mengecup istrinya berkali-kali.


Tangan kokohnya melingkar sepenuhnya di tubuh istrinya dan sembari mengusap pundaknya dia mengatakan betapa rindunya ia pada istrinya ini.


Aluna tahu jika suaminya pergi karena memang pekerjaan yang membludak, dia sudah dengar dari Ibunya.


Tapi perasaan kalutnya selama satu Minggu, dan hormon ibu hamil yang sedang menggelora dalam dirinya membuat Aluna merasa jika suaminya sepertinya sudah tidak mencintai nya lagi.


Mata Edgar langsung terbuka dan melebar, dia kemudian melonggarkan pelukannya sebentar dan meraih kedua pipi istrinya.


Dia sedikit menudnuk agar wajahnya bisa menatap lelah ke arah wajah istrinya.


"Sayang, apa yang kau bicarakan? bagaimana mungkin aku bosan padamu? aku sangat mencintaimu, aku bahkan jatuh cinta lebih dalam setiap hari nya, maafkan aku karena meninggalkan mu selama satu Minggu ini,"


"Jangan pernah berpikir seperti itu lagi ya sayang, kau membuat hatiku sakit jika kau mengatakan nya ... di seluruh dunia hanya kau yang ku cintai," seru Edgar meminta Aluna agar jangan berpikir seperti itu lagi.

__ADS_1


Aluna menganggukkan kepalanya dan memeluk suaminya lagi untuk beberapa saat.


"DEG ... DEG ... DEG!"


Lagi-lagi jantung Edgar berdegup sangat kencang, inilah yang ditakutkan oleh Edgar, jika dia bersentuhan sedikit saja dengan istrinya maka jantung nya akan berdegup sangat kencang dan miliknya akan langsung bangun dengan sangat bersemangat.


Dia tidak akan bisa konsentrasi sama sekali dengan pekerjaan nya.


Bagi Edgar istrinya adalah candu nya.


"Sa ... sayang, kau menyiksa ku, benar-benar menyiksa ku! betapa nakal nya kau menggodaku di saat aku benar-benar sangat sibuk!" bisik Edgar membalas pelukan istrinya dengan lebih erat.


Bahkan Edgar sampai sedikit mengangkang tubuh istrinya itu.


"Ah!"


Aluna tanpa sadar berteriak sedikit karena itu dan dia kebingungan tentunya ...


"Apakah memeluk suami sendiri juga adalah menggoda? aku datang kesini karena rindu bukan untuk menggoda ..." seru Aluna masih berada di pelukan suaminya.


Secara perlahan Edgar menggendong istrinya dengan masih dipeluk dan dia duduk di kursi.


Edgar membuat Aluna duduk di pangkuan nya.


"Ya sayang! kau menggoda ku, apakah kau tidak tahu jika bersentuhan dengan mu saja sudah membuat ku begini? aku benar-benar menghindari menghubungi mu selama satu Minggu karena aku tahu jika aku melakukannya maka aku akan berlari pulang dan memeluk mu tanpa menyelesaikan pekerjaan ..."


Seru Edgar mengusap leher istrinya dan mengecup dagu istrinya perlahan-lahan namun naik ke atas.


Dia mengecup bibirnya lembut sekali dan membisik.

__ADS_1


"Kau tidak tahu betapa aku sangat gila karena merindukan mu ..." suaranya rendah dan sangat dalam.


Menggetarkan hati dan membuat Aluna merona.


__ADS_2