Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 111 : Pengawal untuk Aluna.


__ADS_3

Episode 111 : Pengawal untuk Aluna.


.


.


.


Pagi itu di mansion Edgar Brown, hati keduanya entah mengapa menjadi sangat damai, seolah pertengkaran sebelum-sebelumnya, pertikaian yang sebelum-sebelumnya hanyalah sebuah perekat hubungan mereka, agar Edgar dan Aluna saling mengenal dan tahu sikap masing-masing.


Aluna sudah selesai membersihkan dirinya, dia berusaha dengan sangat keras untuk berjalan secara normal.


Sungguh di antara kakinya rasanya sakit dan pegal, tetapi Aluna bukanlah tipikal wanita yang manja dan selalu ingin dibantu hanya untuk sekedar berjalan.


"Aluna, walaupun energi mu lemah, tetapi kau memiliki hati dan tekad yang sangat kuat! jadi kau pasti bisa!" seru Aluna sudah mengenakan pakaian rumahannya.


Aluna mengepal tangannya dan menaikkan nya seperti Superman yang hendak terbang.


"Gruk ... Gruk ... Gruk!"


Tiba-tiba perutnya mengeluarkan suara.


"Orang lemah juga butuh mengisi energi," serunya lagi memegangi perutnya dan hendak menuju pintu.


Belum juga Aluna sampai di pintu, Edgar sudah membukanya dari luar terlebih dahulu.


"Ctak!"


"Loh sayang? kenapa kau tidak menunggu ku saja? kau keras kepala sekali."


"Bagaimana jika kau terjatuh dan terluka? bagaimana jika tadi kau terpeleset, bisa tidak sekali-kali turuti aku!"


Edgar menggerutu dan memanyunkan bibirnya, matanya menjadi tajam namun Aluna tahu jika kekesalan yang ini bukanlah kesal yang mengerikan.


Tetapi lebih kepada kesal yang lucu.


"A ... aku bisa berjalan kok, tidak butuh bantuan, buktinya aku baik-baik saja," seru Aluna mencoba membela dirinya.


"Cerewet, kita makan dulu ke bawah! setelah itu ada beberapa orang yang hendak aku kenalkan padamu!" seru Edgar langsung menggendong istrinya di tangannya.


Aluna terkejut saat itu dan mencoba berontak, dia mencoba dengan keras untuk meyakinkan suaminya jika di baik-baik saja.


"Kenapa menggendong ku segala? banyak pelayan disini? aku malu," bisik Aluna saat merek sudah keluar dari kamar dan para pelayan yang memang tidak menyukai Aluna menatapnya dengan sinis.


Aluna langsung bersembunyi di dada suaminya, dan tidak mau melihat ke arah mereka.


Aluna bukannya takut di lihat sinis hanya saja dia malu dengan keadaan dia digendong menuju ruang makan.


"Ah memalukan!" geram Aluna dalam dirinya sendiri.


.


.

__ADS_1


Bahkan saat sampai di ruangan makan pun, Edgar duduk dengan memangku istrinya itu.


"Kenapa aku harus duduk di sini? aku bisa duduk di kursi yang lain," Aluna mencoba memberitahukan Edgar jika banyak kursi kosong jadi dia tidak perlu duduk di pangkuan suaminya itu.


"Sayang, kau cerewet sekali sejak tadi, biar lah disini, jika bisa duduk di pangkuan ku mengapa harus di kursi, diamlah dan makan, jika kau mengucapkan satu kata lagi aku akan membuat ku makan dari mulut ku!"


Seru Edgar tersenyum nakal dan menatap istrinya seolah menantang.


"Astaga ..." Aluna langsung syok dan menutup mulutnya.


Matanya melebar dan dia geleng-geleng kepala.


'Dasar suami mesum, kenapa kau sangat pintar berbicara dan membuat ku tidak bisa menjawab apapun! aaaaaa ... tidak adil!'


Teriak Aluna tentu saja di dalam dirinya sendiri.


Demi keamanan dan kenyamanan diri dan batin, Aluna memutuskan untuk makan sembari di pangku suaminya.


Daripada dia disuapi menggunakan mulut.


.


.


Hanya dalam waktu singkat, Edgar sudah menggendong istrinya ke ruangan tamu dimana disana sudah ada Dean dan dia orang wanita berbadan tegap dan berwajah tegas.


Aluna sedikit heran mengapa ada dua orang wanita disana, berdiri tegap seperti seorang tentara.


'Astaga, Tuan Edgar bahkan sudah menggendong istrinya, betapa menyenangkannya melihat ini, wajah Tuan juga jadi cerah, sebentar lagi Tuan pasti akan sembuh sepenuhnya!'


Dean merasa terharu sekali, dia merasa Edgar memperlihatkan perubahan yang sangat besar sejak bersama dengan Aluna.


Edgar terlihat lebih cerah dan hidup, tidak seperti sebelumnya, kelam dan seperti tidak memiliki tujuan.


"Selamat pagi Tuan Edgar, Nyonya Aluna ..."


"Tuan, aku sudah bawakan dua orang pengawal yang Tuan minta ..." Dean membawakan pengawal yang memang diinginkan oleh Edgar untuk terus menjaga istrinya.


Aluna terkejut saat mendengar itu.


"Pe ... pengawal? tapi kenapa? aku bisa menjaga diriku sendiri, kenapa harus pakai pengawal?"


Aluna yang mandiri dan memang tidak terlalu nyaman di bantu itu tentu saja merasa keberatan jika dia akan mendapatkan pengawal mulai dari sekarang.


"Sayang, kau tahu kan tidak bisa menolak ini!"


"Ini semua demi kebaikan mu, demi keamanan mu, kau bahkan hampir di jebak oleh karyawan ku sendiri, aku tidak mau hal itu terjadi lagi di kemudian hari! jadi kau harus diawasi oleh pengawal jika aku tidak berada di sisimu!"


Seru Edgar tegas, wajahnya yang angkuh itu mendominasi Aluna sehingga Aluna langsung menunduk dan terdiam.


'Haaah, memangnya siapa lah aku bisa menentang nya, aku hanya harus menurut! demi keamanan diri dan jiwa raga!'


Benak Aluna pasrah saja.

__ADS_1


"Perkenalkan nama kalian," seru Dean meminta kedua wanita itu untuk memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Selamat pagi Tuan Edgar dan Nyonya Aluna, perkenalkan nama saya Lala, umur saya 27 tahun dan saya siap menjaga Nyonya Aluna dengan segenap kemampuan saya ..."


Seru salah seorang yang memiliki warna rambut hitam di ikat itu.


Setelah itu satu orang lagi memiliki warna rambut pirang diikat, segera memperkenalkan dirinya juga.


"Selamat pagi Tuan Edgar dan Nyonya Aluna, perkenalkan nama saya Mina, umur saya 28 tahun dan saya siap menjaga Nyonya Aluna dengan segenap kemampuan saya ..."


Edgar menganggukkan kepalanya saat melihat kedua orang itu nampak nya bisa diandalkan, apalagi yang memilih mereka adalah assitennya sendiri.


Edgar duduk bersilang kaki, dia merangkul istrinya di sisinya dan salah satu tangannya lagi berpangku tangan menatap tajam ke arah kedua wanita itu.


"Kalian harus menjaga istriku sebaik mungkin, jika sesuatu terjadi kepadanya dan kalian tidak bisa menjaga nya maka kalian akan aku habisi! mengerti?" Edgar memperingati Lala dan Mina untuk menjaga Aluna dengan baik.


Aluna yang mendengar itu menelan salivanya, dia selalu saja gugup dan takut jika menyadari suaminya sudah dalam mode serius.


"Siap Tuan, Kami akan menjaga Nyonya Aluna dengan segenap jiwa kami!" seru Lala dan Mina tegas dan menundukkan kepala mereka.


"Bagus!" Edgar tersenyum puas lalu ia segera menatap ke arah istrinya yang ikut tegang dan waspada saat mendengar suara Lala dan Mina yang tegas dan menggelegar.


"Sayang, mereka akan menjadi pengawal untuk mu, ingat ya ... laporkan kepadaku jika ada yang tidak beres dan jika mereka mencoba menindas mu!" seru Edgar benar-benar menganggap istrinya ini lemah sejak.


"Ba ... baiklah, akan aku lakukan, hehe!" Aluna gugup sekali, dia tersenyum kaku ke arah suaminya dan menelan salivanya dengan kasar.


"Sayang, aku harus ke kantor hari ini, aku juga sudah merasa sedikit tenang karena sekarang kau sudah memiliki pengawal, tadinya aku ingin membawa mu ikut ke kantor tetapi kakimu masih sakit, jadi mungkin besok aku akan mulai membawa mu bersama ku,"


Berbeda dengan nada bicaranya yang tegas dan mendominasi ke arah Lala dan Mina, Edgar malah terlihat sangat lembut saat berbicara dengan istrinya.


"Ummm, baiklah, selamat bekerja ..." balas Aluna tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya ketika tahu suaminya akan pergi ke kantor.


"Sebelum aku pergi, cium aku dulu!" Edgar menunjuk ke arah bibirnya agar Aluna mencium nya dulu sebelum pergi ke perusahaan bersama Dean.


*Blush*


Pipi Aluna memerah sekali dan dia melebarkan matanya karena terkejut.


"Banyak orang disini, bagaimana mungkin aku bisa mencium mu di depan banyak orang ..." Aluna membisik menelan ke arah suaminya.


Dia benar-benar tidak akan bisa mencium Edgar di depan orang banyak seperti ini, apalagi disana ada Dean, para pelayan dan ada dua pengawal yang akan menjaganya.


"Hehe, kau memang pemalu, padahal tadi malam kau berteriak di pelukan ku, tapi tidak apa-apa, karena kau belum terbiasa jadi aku yang akan mencium mu lebih dulu ..." Edgar membisik dan membuat Aluna melongo dan tak menyangka suaminya akan membahas mengenai adegan memalukan tadi malam.


.


.


.


.


Author : Terimakasih ya semuanya atas dukungan nya, aku akan berusaha membuat novel ini tetap menarik sampai tamat.

__ADS_1


Semoga kalian suka 🙏


__ADS_2