Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 140 : Apa yang dilakukan Camelia?


__ADS_3

Episode 140 : Apa yang dilakukan Camelia?


.


.


Saat itu Aluna merasa kelelahan sekali karena ulah suami nya sendiri, akan tetapi ada ibu mertuanya disini tidak mungkin Aluna mengabaikan nya.


Edgar yang sepertinya menyadari kekalutan isterinya segera melangkah dan duduk di depan Istrinya.


Edgar menggenggam tangan istrinya dan bersandar di paha isterinya seperti tengah bermanja-manja.


"Sayang, aku akan berbicara dengan Ibuku, kau tidak perlu melakukan apapun, jika kau lelah maka istirahat lah, mungkin Ibuku terlihat galak tetapi sebenarnya dia memiliki hati yang sangat lembut ... jadi lambat laun pasti Ibu akan menerima mu ..." Edgar berbicara lembut sekali.


Aluna duduk di tepian ranjang sedangkan dia di lantai agar dia bisa bermanja-manja dengan istrinya seperti ini.


"Ed ... kali ini biarkan aku yang melakukan nya, maksud ku, aku ingin memiliki hubungan baik dengan Ibumu, aku akan mengambil hatinya dengan cara ku sendiri, aku yakin bisa melakukan nya, aku hanya butuh bersabar lebih lama ..."


"Lagian aku tidak kelelahan, aku masih bisa berbicara dengan Ibu sekarang ..." seru Aluna sembari mengusap rambut suaminya itu.


Edgar yang mendengar itu segera mendongakkan wajahnya dan tersenyum nakal.


"Kau tidak kelelahan? apakah itu artinya durasi olahraga pagi kita tadi harus diperbanyak?" bisik Edgar dengan senyuman nya yang sangat nakal dan tatapan tajam itu.


Aluna yang mendengar itu melebarkan matanya dan menggelengkan kepalanya.


"Berhentilah membicarakan itu, aku malu!" gerutu Aluna memanyunkan bibirnya dan pipinya menjadi sangat merah.

__ADS_1


Dia menundukkan wajahnya kemudian.


"Ayolah keluar, bawa aku bertemu Ibu mertua ..." seru Aluna lagi dengan nada yang pelan.


"Hehe, istriku memang sangat menggemaskan! aku akan membawa mu pada Ibu, tapi cium aku dulu ..."


Ucap Edgar dengan senyumannya yang sangat merekah pagi ini.


"Haaah!"


Aluna yang sadar suaminya tidak akan melepaskan dirinya jika dia tidak menuruti nya menghela nafas panjang, dan tanpa aba-aba ...


"Cup!"


Aluna langsung mengecup suaminya dan kedua tangan mungilnya berada di pipi suaminya sekarang.


Karena kalau dibiarkan lebih lama, Edgar pasti akan melakukan hal nakal padanya lagi.


"Glek!"


Edgar menelan salivanya kencang dan matanya berkedip sembari menganggukkan wajahnya.


"Sayang, aku suka sikap tegas mu yang seperti ini, apalagi jika kau implementasikan di atas ranjang ..." bisik Edgar lagi susah membayang kan hal nakal lagi.


"Buk!"


Aluna segera menepuk pundak suaminya dengan menunjukkan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Pfffttt ... iya ... iyaa sayang aku hanya bercanda, kalau begitu ayo raih tangan ku, kita bertemu Ibuku!" seru Edgar kembali berdiri dan mengulurkan tangannya.


Sungguh, ketika Edgar mengulurkan tangannya sembari memperlihatkan senyuman hangat seperti ini, selalu saja membuat Aluna berdebar-debar dan merasakan hangat di hatinya.


Dia merasa tangan suaminya ini tidak akan pernah melepaskan tangannya selamanya.


"Ummm!" Aluna menganggukkan kepala dan tersenyum meraih tangan suaminya.


"Ctak!"


Edgar segera membuka kamar dan hendak menemui Ibunya ... akan tetapi sebelum Edgar melangkah lebih jauh, di depan kamarnya sudah ada beberapa bawahannya yang tadi takut hendak mengetuk pintu kamar Tuan meraka.


"Kenapa kalian ada disini?" ketus Edgar sungguh sikapnya sangat berbeda sekali kepada orang lain dibandingkan sikapnya ke Aluna.


"I ... Itu, tadi saat kami hendak menghubungi anda, telepon anda tidak aktif, jadi kamu memutuskan hendak mengetuk pintu kamar anda, tetapi tiba-tiba saja Nyonya Camelia menemukan kami dan menginterogasi kami ..."


"Jadi, kami tidak memiliki pilihan lain selain memberitahu jika anda mengurung dua orang itu di bawah tanah dan sedang terluka ..."


"Dan sekarang, Nyonya Camelia sedang menginterogasi dua wanita itu di ruang tamu ..."


Belum selesai bawaannya itu menjelaskan, tetapi Edgar langsung membawa Aluna ke lantai bawah dimana Ibunya berada.


Dan saat mereka tiba di sana ...


Edgar dan Aluna dengan jelas melihat jika kedua orang yang terluka itu kelihatan ketakutan setengah mati di hadapan Camelia.


Entah apa yang sudah dilakukan Camelia, tetapi batin kedua orang itu sudah terguncang karena nya.

__ADS_1


__ADS_2