
Episode 102 : Ingin makanan enak.
.
.
"Aku ingin makan ayam goreng, cumi bakar, dan kepiting yang di bumbui."
"Nyam ... nyam ... nyam!"
Aluna sedang bermimpi, dia bermimpi saat ia ulangtahun Ayahnya akan membawa Aluna ke pusat kota, dimana Aluna bisa memakan apa saja yang ia mau.
Aluna begitu menyayangi Ayah nya, karena Ayahnya adalah single parent yang melakukan apa saja demi putrinya itu.
Edgar sudah bangun sejak tadi, sekarang sudah jam 11 siang tetapi Aluna belum juga bangun.
Edgar memutuskan jika pekerjaan nya dia kerjakan nanti malam saja, dia ingin hari ini bersama istrinya saja.
Edgar sekarang ini sedang duduk di kursi sofa dekat ranjang, di belakang nya ada jendela kaca besar, dari posisi ini dia bisa melihat dengan sangat jelas posisi Aluna yang sedang tidur.
"Ayam goreng? cumi bakar dan kepiting di bumbui?"
Seperti biasa Edgar sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan, dia duduk bersilang kaki dan membaca majalah bisnis di tangannya, walau dia kebanyakan lebih menatap Aluna dibanding majalah bisnisnya itu.
Bisa dikatakan, majalah bisnis yang ada di tangannya tidak sekedar hanyalah sebuah alat untuk membuat nya terlihat keren saat Aluna bangun nanti.
__ADS_1
Dengan buru-buru Edgar mengambil ponselnya dan menghubungi Dean untuk mencari tempat makanan enak di pusat kota.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Dean yang melihat Tuan nya menghubungi dirinya tentu saja dengan sigap langsung mengangkat panggilan itu.
"Iya Tuan? ada apa? apakah ada yang bisa aku bantu? apakah Tuan sudah baikan?"
Dean langsung mencecar Edgar dengan berbagai pertanyaan, Dean juga khawatir terhadap keadaan Tuannya, Dean tahu apa yang terhadap dengan Edgar, jadi Dean merasa Edgar sangat tidak pantas menderita seperti itu.
"Carikan aku restoran di pusat kota yang menjual ayam goreng, cumi bakar dan kepiting yang di bumbui." seru Edgar tiba-tiba saja.
Dia bahkan tidak menjawab pertanyaan Dean yang baru saja mencecar nya dengan berbagai pertanyaan itu.
"Kenapa tiba-tiba Tuan? apakah anda sudah baik-baik saja?" Dean kebingungan.
"Ehem ..."
"Karena aku ingin saja, memangnya harus ada alasan khusus ya jika ingin makan makanan itu?" gerutu Edgar sungguh merasa malu jika ketahuan dia mencari restoran itu demi istrinya yang baru saja bermimpi mengenai makanan.
Dean yang sudah mengenal Edgar dalam waktu yang sangat lama tersenyum senang, dia berdiri di dekat dinding kaca dan menyadari jika terik matahari sekarang sedang sangat panas.
"Jika ingin membawa Nyonya Aluna makan sebaiknya nanti sore sebelum gelap saja Tuan, di pusat kota ada restoran kecil yang sangat legendaris menjual semua makanan yang Tuan sebutkan ..."
"Di sekitar sana juga ada taman kecil yang sering digunakan oleh anak-anak muda berkencan, Tuan bisa membawa Nyonya Aluna ke sana menghirup udara segar ..."
__ADS_1
Dean menjelaskan secara lengkap, bahkan memberikan saran yang bermanfaat dalam pendekatan antara Tuan nya dan Aluna.
"Ka ... kata siapa itu untuk Aluna, aku memang ingin makan makanan yang aku sebutkan tadi, oh ya ... Clara masih ada di sini, lakukan segala cara untuk membawanya pergi dan jangan dekat dengan ku,"
"Aku tidak ingin dia mengganggu istriku,"
"Juga pengawal yang aku perintahkan untuk menjaga Aluna apakah sudah kau sediakan?"
Edgar segera mengalihkan pembicaraan mereka, karena entah mengapa dia menjadi sangat malu saat Dean tahu jika dia memang ingin membawa Aluna makan malam di luar.
"Baiklah Tuan, aku akan melakukan segala cara untuk membuat Nona Clara pergi dari kediaman mu, kebetulan pengawal untuk Nyonya Aluna sudah aku siapkan, mereka adalah wanita yang kuat, besok mereka akan datang melapor ke kediaman mu,"
Dean memberikan penjelasan mengenai semua pekerjaan nya yang dia lakukan dengan sangat baik.
Setelah itu panggilan antara Edgar dan Dean pun berakhir.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy