Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 128 : Kabar buruk dan kabar bahagia.


__ADS_3

Episode 128 : Kabar buruk dan kabar bahagia.


.


.


.


Hanya dalam waktu singkat,


Edgar Brown dan istrinya sudah sampai di rumah sakit.


"Obati istriku dulu, Luka ku tidak terlalu parah!" seru Edgar terhadap dokter pribadinya yang memang mengelola rumah sakit yang mereka datangi.


Dokter itu tidak bisa menolak akan tetapi tidak mungkin juga dia membiarkan seorang pasien terluka dan tidak diobati.


Sehingga dokter itu meminta dokter yang lain untuk mengobati Edgar juga.


.


.


Setelah beberapa saat ...


Pengobatan sudah dilakukan, hasil pemeriksaan menyeluruh yang memakan waktu lebih banyak dari yang di duga sudah di dapatkan.


Dokter yang memeriksa keadaan Aluna merasa terkejut saat mendapati hasil pemeriksaan Aluna.


"Bagaimana dengan istri saya dok? apakah dia baik-baik saja?" Edgar benar-benar tidak peduli sama sekali dengan kondisi nya.


Dia langsung pergi ke ruangan dokter pribadi nya untuk meminta hasil pemeriksaan istrinya.


Edgar tidak akan memaafkan dirinya jika saja ada sesuatu yang buruk terjadi terhadap istrinya itu.


Dokter pribadi Edgar itu belum pernah melihat Edgar setakut dan se khawatir ini sebelumnya.


"Tuan Edgar, berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan secara menyeluruh tidak ditemukan luka yang serius di tubuh beliau, hanya ada beberapa memar di pergelangan tangan dan sedikit kemerahan di pipinya,"


"Hanya saja saya menyarankan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter psikiater, saya melihat gejala ketakutan berlebihan di diri beliau, saya tidak tahu apa yang membuat beliau seperti itu hanya saja sepertinya dia ketakutan melihat orang lain terkhusus lelaki ..."


Dokter yang memeriksa Aluna bukanlah dokter psikiater sehingga ini hanyalah dugaan awal saja.


Masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk itu.


"Haaah!"


Nafas Edgar menjadi sangat berat, dia mencengkeram tangannya kuat sekali dan tubuhnya gemetaran.

__ADS_1


'Istriku sudah mengalami hal mengerikan itu sebanyak dua kali, tentu saja dia jadi takut! pada bajingan itu! akan ku bunuh mereka semua!'


Benak Edgar menjadi semakin marah.


Pada akhirnya sepertinya istrinya memiliki trauma sendiri karena untuk kedua kalinya diculik dan hampir akan dilecehkan seperti itu.


"Baiklah dok, tolong sarankan dokter terbaik untuk memeriksa itu, kalau bisa di datangkan saja ke mansion ku." balas Edgar Brown menunduk dan sudah akan berdiri dan menuju ruangan pemeriksaan istrinya.


"Baiklah Tuan Edgar, saya akan mengirimkan salah satu dokter psikiater terbaik di rumah sakit ini ke mansion anda,"


"Kebetulan saya masih memiliki satu informasi pemeriksaan lagi, ini adalah data nya ..."


Dokter itu memberikan dokumen pemeriksaan yang mau ia sampaikan.


Edgar segera meraih berkas pemeriksaan yang diberikan oleh dokter, dan mata Edgar melebar saat itu.


Jantung nya berdegup sangat kencang dan dia seolah percaya.


"Bedasarkan pemeriksaan tadi, beliau sudah hamil muda, usia kandungannya sudah satu bulan, dan janin nya baik-baik saja ..." seru dokter itu membuat Edgar Brown seolah tak percaya apa yang baru saja ia dengar.


Tanpa menunggu informasi lagi dari dokter nya, Edgar langsung bangkit dan segera berlari ke ruangan pasien Aluna.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Dia berlari dengan sangat cepat dan langsung membuka pintu ruangan.


"Sayang ..." Dengan nafas yang berat dan perasaan campur aduk yang memenuhi dirinya dia segera berlari ke arah istrinya.


Edgar langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.


Aluna membalas pelukan itu dan mengusap pundak suaminya.


"Apakah kau sudah baik-baik saja Ed? bagaimana dengan luka di dahi mu? apakah kau masih merasa sakit?" Aluna langsung menghujani suaminya dengan berbagai pertanyaan.


Edgar hanya menganggukkan kepalanya dengan tetap memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Tes!"


Untuk pertama kalinya Edgar menitikkan air matanya, dia merasa sakit namun juga bahagia di saat yang bersamaan.


Mata Aluna melebar saat menyadari ada tetesan air mata menyentuh tengkuknya.


"Ed, apakah kau menangis?" tanya Aluna menjadi panik.


Dia hendak melonggarkan pelukannya agar bisa melihat wajah suaminya, hanya saja Edgar semakin memeluknya erat agar Aluna tidak melihat wajahnya yang memang sedang menangis itu.


"Aku sangat bersyukur kau baik-baik saja sayang, terimakasih sudah baik-baik saja, aku benar-benar khawatir sampai rasanya aku hampir gila!"

__ADS_1


"Maafkan aku karena masih tidak bisa menjaga mu dengan baik, aku bersumpah mulai sekarang aku akan lebih menjaga mu, tidak akan ku biarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada mu lagi ..."


Edgar memeluk istrinya erat sekali, mendengar itu entah kenapa Aluna menangis.


Dia membalas pelukan suaminya dan dia mengangguk dalam pelukan suaminya itu.


"Tidak ... itu bukan salah mu, kau tahu ... sebelumnya aku berharap kau datang menyelematkan aku, tadi juga aku berharap kau menyelematkan aku dan kau benar-benar datang menyelematkan aku, kau menjaga ku dan selalu datang ketika aku membutuhkan mu, terimakasih untuk itu ..."


Aluna akhirnya tahu seberapa lembut hati suaminya ini, kekejaman, ucapan pedas dan sisi arogan nya hanyalah sebuah tameng yang menutupi rapuh hatinya itu.


.


.


Di saat yang sama,


Clara yang syok berat karena merasa dijebak oleh ketiga pelayan yang ada di mansion Edgar sama sekali tidak terima.


Sejak awal Clara tidak akan mendukung sebuah penjebakan yang mengarah ke arah kriminalitas.


Hanya dalam waktu singkat dia sudah menghubungi salah satu dari mereka.


"Halo?"


"Apa maksud dari semua ini? kenapa mobil Edgar sampai kecelakaan? aku kan sudah bilang tidak akan setuju jika tindakan kalian mengarah ke arah kriminalitas?!"


Geram Clara dengan nada yang tinggi, walau sekarang dia sudah gemetaran karena khawatir jika sesuatu yang benar-benar buruk terjadi terhadap Aluna karena kecerobohannya.


"Heh, Nona Clara, anda polos sekali, kami memang yang mengatur kecelakaan itu, kami memang merusak rem mobil, tetapi kami melakukan nya dengan baik, tidak ada jejak cctv atau apapun ... sedangkan kau, kau baru saja bertengkar dengan Aluna dan terekam oleh CCTV, kau akan menjadi tersangka utama dalam penyelidikan polisi Nona Clara ..."


"Yang artinya kami tidak melakukan apapun, kau lah yang sengaja mencelakai Aluna karena kau cemburu!" seru pelayan itu bahagia sekali.


Bagaimana dua orang yang berpotensi jadi saingan mereka terjebak sekaligus.


Pelayan itu tidak tahu saja jika Aluna selamat.


Bagaimana pun, informasi mengenai kecelakaan mobil itu sudah ditarik dan tidak ada media yang boleh meliput atau memberitakan lagi, jadi para pelayan itu tidak tahu jika Aluna sekarang ini sudah baik-baik saja bersama suaminya.


"Tut ... Tut ... Tut!"


Sebelum Clara berhasil menjawab panggilan itu sudah berakhir.


Clara menjadi sangat khawatir, hanya satu yang bisa ia lakukan sekarang, ialah menemui Edgar Brown dan menceritakan semuanya sendiri.


Dia juga tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika memang sesuatu yang buruk terjadi terhadap semua penumpang di mobil.


Jika saja kecerobohan nya membuat nyawa oranglain melayang maka Clara tidak akan bisa memaafkan dirinya selamanya.

__ADS_1


__ADS_2