
Episode 93 : Saya seorang pelayan.
.
.
.
Hanya dalam beberapa saat, mobil yang dikendarai oleh Edgar sudah sampai di mansion nya.
Edgar nampaknya dalam suasana hati yang sangat bagus, baju-baju yang tadi dia borong sudah di letakkan di setiap toko dan para pelayan sudah membawakan nya untuk keduanya.
"Sayang ... aku sudah lapar sekali, ayo kita makan bersama," seru Edgar berjalan dan tetap sama menggenggam tangan Aluna.
Seolah hal itu sudah merupakan hal wajib dilakukan oleh Edgar jika bersama Aluna, menggenggam tangannya sebagai simbol bagaimana Edgar tak ingin melepaskan nya.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kaki mereka memasuki mansion, saat memasuki ruangan tamu, ada seorang gadis yang sangat cantik duduk di sana dan langsung ceria ketika melihat Edgar Brown datang.
"Kak Edgar, astaga ... aku rindu Kakak," Clara yang sudah lama sekali tidak melihat Edgar terlihat sangat senang sekali ketika melihatnya kembali.
Edgar tetap terlihat sangat tampan dan gagah, bahkan semakin tampan dari terakhir kali Clara melihatnya.
"Clara?" keluh Edgar memicing dan mengernyitkan matanya saat melihat Clara berlari ke ayahnya.
Aluna yang melihat itu masih kebingungan, dia melihat bagaimana wanita yang sangat cantik itu berlari sekencang yang ia bisa dan ...
"Bump!"
__ADS_1
Dia melemparkan tubuhnya ke tubuh Edgar dan memeluknya dengan sangat kencang.
Ketika itu terjadi, tangan Edgar yang tadi menggenggam tangan Aluna dengan kencang terlepas begitu saja.
Waktu seolah berjalan dengan sangat lambat kala itu, ketika tangan kokoh suaminya melepaskan tangannya di hadapannya sendiri, dan di saat yang sama ada seorang wanita yang sangat cantik memeluk suaminya di depan mata nya sendiri.
Aluna terdiam, dia melihat tangannya dilepas seolah mengingatkan Aluna lagi, jika kehidupannya bersama Edgar hanyalah sebuah mimpi.
'Ah, dia juga akan melepaskan tanganku suatu hari nanti, apa yang ku pikirkan? aku selalu saja bertanya apa posisi ku di sisi lelaki ini, dimana disaat yang bersama dia juga semesta selalu menyadarkan posisiku,'
'Aluna, kau itu hanyalah istri pengganti, pelampiasan hasrat, artinya kau memiliki waktu terbatas, hubungan ini akan putus ketika lelaki ini sembuh dari masa lalunya, dia akan melepaskan aku seperti hari ini!'
Hati Aluna terasa hancur sekali, mungkin karena status mereka memang adalah suami istri yang legal, memberikan rasa sakit tersendiri ketika menyadari jika pernikahan ini hanyalah sementara.
🦋
🦋
🦋
"Kak Edgar, siapa dia?" tanya Clara melepaskan pelukannya dari Edgar namun tak melepaskan genggaman tangannya dari lelaki itu.
Seolah mengatakan jika Edgar sudah dijodohkan dengannya, dan Edgar adalah miliknya kepada wanita yang ada di belakang Edgar ini.
Mendengar itu Edgar pun kebingungan, jika dia mengatakan Aluna adalah istrinya maka mungkin Aluna akan dalam bahaya, bukan saja dari keluarganya, namun juga dari keluarga Davis.
Setelah kejadian Fiona beberapa tahun silam, Ayah Edgar Brown bersumpah jika Edgar tidak boleh menikah tanpa persetujuan mereka, istri Edgar wajib dipilih oleh keluarganya sendiri.
Karena sikap Fiona dan perbuatan Fiona dahulu benar-benar membuat keluarga Edgar murka.
__ADS_1
Jadi, jika Edgar mencoba-coba mendapatkan gadis tanpa dipilih oleh keluarga Edgar maka gadis itu akan dalam bahaya besar.
Apalagi Clara Davis yang menggenggam nya erat ini, telah resmi dipilih menjadi pasangan Edgar Brown, tidak peduli Edgar setuju atau tidak, pernikahan itu wajib dilakukan karena juga merupakan jembatan kerjasama bisnis antara Brown dan Davis.
"Ummmm ..." Saat Edgar hendak menjawab, Aluna menimpali dengan cepat.
"Sa ... saya pelayan di mansion ini Nona, maafkan saya berada dekat sekali diantara kalian, kebetulan hari ini hari ulangtahun Ayah saya, jadi saya merias diri untuk membawa Ayah saya tadi makan diluar ..."
"Ke ... kebetulan Tuan Edgar lewat di jalan melihat saya dan memberikan saya tumpangan ..."
"Jadi ... Nona tidak perlu khawatirkan saya ... saya mohon undur diri ..."
Aluna tersenyum kaku namun matanya penuh kepedihan, siapapun pasti bisa melihat cerita asli dari matanya, jika dia tidak baik-baik saja.
Namun Aluna tetap tersenyum dan berpura-pura segalanya baik-baik saja.
Mendengar jawaban Aluna entah mengapa Edgar jadi murka, dia mencengkeram tangannya dan matanya menatap tajam ke arah Aluna yang langsung menunduk dan pergi dari sisinya begitu saja.
Padahal jawaban Aluna sudah sangat bagus, tetapi Edgar sama sekali tidak senang akan hal itu.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy