Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 127 : Ayo ke rumah sakit.


__ADS_3

Episode 127 : Ayo ke rumah sakit.


.


.


.


Edgar menggendong istrinya dimana saat ia melangkah menuju mobil yang tadi dikendarai oleh Dean.


Dia melihat ada dua orang wanita dijaga oleh bawahannya di tempat kedua mobil yang ia lihat terparkir tadi.


Freya dan Marin melihat kejadian itu, saat Edgar Brown dengan jelas menggendong Aluna di tangannya.


Saat itu mata tajam Edgar menatap seolah akan membunuh Freya dan Marin hidup-hidup.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Edgar tetap melanjutkan langkahnya, dia harus memastikan keamanan istrinya terlebih dahulu.


"Ctak!"


Saat pintu mobil terbuka dan Aluna sudah duduk disana, Aluna masih menunduk dan masih menangis.


"Ssshhh ... sayang, semuanya sudah baik-baik saja, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada mu lagi,"


Edgar memeluk istrinya erat sekali, dia mengusap rambutnya dengan sangat lembut dan mencoba menenangkan istrinya.


Padahal sebenarnya dia juga terluka, darahnya sampai mengering di dahinya tetapi Edgar sama sekali tidak menghiraukan hal itu, dia tidak menyadari sakitnya, yang paling penting hanyalah istrinya.


Dengan sesenggukan Aluna menjawab suaminya, "Ini bukan salah mu, akulah yang salah Tidak bisa menjaga diriku sendiri, maafkan aku selalu membuat mu khawatir ..."


"Tapi aku benar-benar takut sekali sekarang, rasanya jantung ku berdegup sangat kencang jika mengingat hal tadi, Ed ... jangan tinggalkan aku lagi, ku mohon, jangan biarkan orang-orang seperti tadi mendekati aku, aku takut, tadi mereka mau ... mereka mau melakukan itu ..."

__ADS_1


Aluna berbicara dengan sangat gugup, wajah pucat nya dan bagaimana ia menggambarkan apa yang terjadi tadi benar-benar membuat jantungnya terasa sakit dan rasa takut memenuhi kepalanya.


Edgar segera meraih kedua pipi istrinya, dia mendekatkan wajahnya sehingga dahi mereka saling bersentuhan.


"Sayang, tidak usah di ingat lagi, tidak ada yang terjadi, mereka tidak akan bisa menyakiti mu lagi, pejamkan matamu dan atur pernafasan mu,"


"Aku sudah disini, aku sudah disini ... aku akan menjaga mu dan tidak akan melepaskan mu." bisik Edgar bahkan merasa jauh lebih sakit dari istrinya.


Dia benci melihat istrinya seperti ini, ketakutan dan gemetaran karena ulah orang-orang yang tadi.


"Ummm ..." Aluna menganggukkan kepalanya.


"Ahhh ..." saat itu Edgar merasa sedikit perih di kepalanya, lukanya yang tadi belum diobati sama sekali kembali mengeluarkan darah saat dahi mereka bersentuhan.


Mata Aluna langsung melebar saat itu dan dia mengangkat wajahnya, dia kembali melihat dahi suaminya berdarah, ada darah yang sudah mengering dan ada darah yang baru bercucuran.


Dengan rasa khawatir yang berlebihan, Aluna menjadi panik.


Dia kemudian melihat bajunya, dia mengenakan rok yang sedikit panjang, dengan tanpa berpikir panjang, Aluna meraih rok nya dan ingin merobeknya.


"Luka mu harus di tutupi dulu, agar darah nya tidak terus keluar ... jika begini kau akan kehabisan darah ..."


Tangannya yang gemetaran mencengkeram kuat rok nya, dimana air matanya sudah menetes dengan deras ke rok nya itu.


Edgar dengan lembut meraih tangan istri nya dan menggenggam nya.


"Sayang, lihat aku ..."


Bisik Edgar membuat Aluna menghentikan tindakannya dan kembali menoleh ke arah wajah suaminya.


Saat melihat wajah suaminya dan menyadari keadaan suaminya benar-benar butuh pertolongan membuat Aluna semakin menangis, garis wajahnya yang terlihat menyedihkan, ketika melihat suaminya terluka seperti ini tetapi tadi memaksakan diri untuk menghajar para lelaki yang hendak melecehkan nya.


"Aku tidak apa-apa, jangan menangis, aku baik-baik saja ... luka ku ini tidaklah seberapa, jadi jangan khawatir kan aku ya," bisik Edgar memeluk istrinya lagi, dimana Aluna langsung memeluk suaminya lebih kencang.

__ADS_1


"Jangan khawatir bagaimana? kenapa kau memaksa dirimu jika kau terluka, kau bisa menyuruh anak buah mu untuk membereskan semuanya, kenapa harus kau ... seharusnya kau ke rumah sakit saja, jika kau Kenapa kenapa, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa ..." seru Aluna semakin menangis dengan keras.


"Mereka mencoba melukai istriku, aku tidak akan tinggal diam, aku suami mu sudah sepantasnya aku harus melindungi mu dengan ku sendiri." balas Edgar masih saja mencoba menenangkan istrinya walau dia masih merasakan sakit hingga sekarang.


"Huhu, cepat lah ke rumah sakit, kita harus ke rumah sakit!" seru Aluna memeluk suaminya semakin kencang.


Rasanya di dalam pelukan ini, dia merasa aman dan tidak akan ada yang menyakiti nya.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Dean yang sudah menyandera semua penjahat yang tadi ada di gubuk segera mengetuk kaca mobil agar dia bisa segera berbicara dengan Tuannya.


"Ada apa?"


Edgar membuka kaca mobil.


"Tuan, sebaiknya anda dan Nyonya Aluna segera menuju rumah sakit terlebih dahulu, aku akan membereskan semua yang ada disini," seru Dean memberitahu pada Tuan nya jika mereka harus segera ke rumah sakit terlebih dahulu.


Edgar yang sebenarnya ingin membereskan semua ini sendirian merasa berat untuk pergi, namun dia melihat istrinya yang terlihat lemah dan memang butuh beberapa pemeriksaan.


"Baiklah, ingat Dean semua orang yang ada di tempat ini jangan ada satupun yang lepas! termasuk ke dua wanita itu! biarkan aku membereskan mereka sendiri!"


"Bawa mereka semua ke mansion ku dan kurung mereka, aku akan memberikan pembalasan ku dengan tangan ku sendiri!" geram Edgar tidak akan membiarkan semua orang yang terlibat dalam penjebakan istrinya lepas.


Edgar akan membuat semua orang menyesal sampai mereka ingin mati saja.


"Baik Tuan, akan aku lakukan sesuai perintah mu." balas Dean kembali berdiri dan menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan.


Setelah itu, salah seorang anak buah Dean segera memasuki mobil dan menjadi supir untuk Edgar Brown dan Aluna ke rumah sakit.


.


.

__ADS_1


__ADS_2