Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 156 : Ibu mertua dan Aluna.


__ADS_3

Episode 156 : Ibu mertua dan Aluna.


.


.


Time Skip,


Satu Minggu kemudian,


Seperti kisah cinta yang memiliki akhir bahagia, setelah penuh dengan air mata di awal, Aluna merasa sangat bahagia sekarang bersama suaminya.


Ibu mertuanya walau terlihat tegas tetapi sikapnya sangat mirip dengan suaminya, angkuh tapi sebenarnya perhatian dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya.


Aluna juga terharu ketika tahu Ibu mertuanya ternyata tidak membiarkan Ayahnya yang belum juga siuman tinggal disana, melainkan membawa nya datang ke kampung halaman suaminya.


Mungkin ini adalah salah satu cara Camelia agar Edgar tidak buru-buru membawa istrinya pergi.


Camelia sangat berharap Edgar dan istrinya akan tinggal sampai Aluna melahirkan.


.


.


Sudah hampir satu minggu Aluna berada di kediaman yang dulu ditinggali suaminya dari kecil hingga dewasa.


Sudah satu minggu pula Edgar kelihatan sangat sibuk mengurusi perusahaan yang sebelumnya di urus oleh Ibunya.

__ADS_1


"Aluna ... ini ada olahraga khusus untuk Ibu hamil, akan sangat bagus jika kau pergi bersama putraku, tapi dia sangat sibuk ..."


"Hmmm ... apakah ada yang kau butuhkan? apakah kau bosan?"


"Apakah ada yang ingin kau beli, Ibu akan memberikan semuanya ..."


Camelia yang selama ini kesepian karena putranya pergi menghujani Aluna dengan begitu banyak pertanyaan.


Dia menunjukkan ponselnya yang dia genggam kepada Aluna, dimana di sana ada yoga khusus ibu hamil.


Nampaknya sama seperti Edgar, Camelia juga sangat bersemangat hendak menyambut cucu pertamanya.


Selama satu Minggu ini, Camelia sudah melihat sikap Aluna, dan penyelidikan mengenai Aluna telah menyeluruh, jadi Camelia sudah yakin jika Aluna adalah wanita yang baik dan akan melahirkan anak-anak yang sehat untuk putranya.


Aluna tersenyum melihat itu, dia geleng-geleng kepala dan menjawab Camelia ...


"Sebelumnya tidak pernah seperti ini, tapi aku selalu merasa khawatir jika dia tidak dekat dengan ku ..."


Lanjut Aluna lagi dengan ekspresi sedih dan menghela nafas dalam-dalam.


Dia kemudian memposisikan duduknya dan dia menundukkan kepala.


Perusahaan Brown memang memiliki banyak sekali urusan penting, sejak Edgar datang mengambil alih, dia harus menyelesaikan begitu banyak pekerjaan, jadi selama satu minggu biasanya Edgar pulang larut malam dan pergi pagi sekali.


Jadi rasanya Aluna merasa sangat sedih dan kesepian, dia selalu ingin berada dekat dengan suaminya, apalagi saat hamil muda seperti ini.


Camelia tentu saja merasa terpukul melihat itu, di satu sisi perusahaan memang membutuhkan Edgar dan Edgar buruh waktu sedikit lagi untuk bisa mengerjakan pekerjaan dari rumah.

__ADS_1


Edgar masih butuh beberapa waktu adaptasi, apalagi sekarang Edgar sedang memeriksa flow keuangan perusahaan, pasti butuh ketelitian dan dimana harus butuh pemeriksaan langsung.


Jadi memang mungkin dalam dua Minggu ini, Edgar tidak akan bisa pulang cepat dan menghabiskan waktu bersama istrinya.


"Aluna, maafkan Ibu ya tidak bisa melakukan banyak hal, sejak suamiku sakit dan tidak bisa melakukan apapun, Ibu mengurus semuanya sendiri disini, Ibu tidak mau mengganggu Edgar karena di masih merasa trauma untuk kembali ke rumah ini ..."


Camelia kemudian menarik tangan Aluna dan mengusap tangannya seperti seorang ibu yang mengusap tangan putrinya.


Dia tersenyum dan melanjutkan ucapannya ...


"Tapi karena mu, dia akhirnya kembali pulang, Ibu senang sekali, jadi ... untuk sekarang bersabar sebentar ya ... suami mu sedang berusaha dengan keras untuk memeriksa semua hal di perusahaan, dia pasti akan kembali dengan cepat dan menghabiskan waktu bersama mu ..."


Camelia tahu rasanya hamil, apalagi hamil anak pertama memang membutuhkan perhatian penuh suami di sisinya.


Tetapi keadaan nya sekarang tidaklah mudah.


Aluna yang panik langsung menggelengkan kepalanya lagi, dengan mata yang melebar dia merasa bersalah membalas ucapan Ibu mertuanya.


"Bu ... bukan seperti itu Ibu, aku sungguh tidak mempermasalahkan mengenai suamiku yang pergi bekerja, aku tahu hal itu harus di lakukan ..."


"Jangan khawatir, dan Ibu memang wanita yang sangat hebat, bisa melakukan itu semua ..."


Di sela-sela kepanikannya, dengan polosnya Aluna juga memuji ibu mertuanya itu dengan mengatakan betapa hebatnya Camelia menanggung ini semua selama ini.


"Pfffttt ..." Camelia terkekeh pelan melihat betapa spontan dan berterus terang nya Aluna ini.


.

__ADS_1


.


__ADS_2