Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 138 : Katamu tangan mu sakit!


__ADS_3

Episode 138 : Katamu tangan mu sakit!


.


.


Dean yang baru saja bertemu dengan Camelia segera menuju ruang bawah tanah dimana ada bawahannya disana melapor jika Freya dan Marin telah siuman.


"Lepaskan saya, tolong lepaskan saya ..."


"Tubuh saya sakit, lepaskan saya!"


Marin menangis tersedu-sedu, saat ia bangun dia menemukan jika dirinya masih berada di tempat yang sama dan tubuhnya terasa perih dimana-mana.


Sedangkan Freya, Freya sudah sadar sejak tadi dia termenung dengan mata yang sembab.


'Sebenarnya apa yang dimiliki oleh Aluna? apa perbedaan ku darinya? kenapa dia bisa mendapatkan semua yang ia inginkan sedangkan aku harus seperti ini? kenapa? kenapa? kenapa?'


Freya masih saja tidak mengerti kesalahan nya, dimana sejak awal dia lah yang sumber dari semua ini.


Dengan segala cara Freya menggoda Deffan dan bahkan pernah menjebaknya untuk tidur dengannya, seorang lelaki yang akan menikah saat itu.


Sejak awal, bukan Aluna yang merebut segala sesuatu, tetapi Freya lah yang merebut segala sesuatu milik Aluna saat itu.


Karena Freya merebut calon suami Aluna, saat itu ada titik terendah Aluna dan akhirnya bertemu dengan Edgar Brown.

__ADS_1


Sekarang, Freya malah tetap menyalahkan Aluna, tidak melihat kesalahan sendiri dan hanya ingin menyalahkan orang lain untuk memenuhi sisi egois dan tamak nya.


"Pak, mereka sudah siuman ..." seru semua bawahannya itu, dimana mereka sebenarnya ingin langsung membawa mereka ke tempat dimana Tuan mereka berada sesuai perintah nya tadi malam.


Akan tetapi, saat tadi mereka mencoba memeriksa keadaan, Edgar Brown kelihatan sangat manja dan mesra pada istrinya di meja makan, yang artinya Edgar sangat pantang untuk diganggu saat itu.


"Hmmm ... biarkan mereka seperti itu, tunggu sebentar lagi, mungkin sekitar 2 jam lagi Tuan Edgar pasti akan meminta kedua orang ini menghadap, aku memiliki banyak sekali urusan di perusahaan, sebaiknya kalian urus yang disini ya ..." seru Dean ingin cepat-cepat melarikan diri dari mansion ini.


Jika Camelia melihat nya lagi, pastilah nanti akan membahas mengenai calon istri untuk nya juga.


Untuk sekarang, Dean bahkan belum memikirkan mengenai hal itu.


"Ba ... Baik Pak," seru mereka tentu saja tidak bisa menolak perintah atasannya.


Setelah memeriksa di ruang bawah tanah, Dean langsung bergegas pergi karena memang banyak hal yang harus ia urus di perusahaan.


.


.


Edgar dan Aluna sudah selesai makan, dan sekarang mereka sudah kembali ke kamar mereka untuk segera membersihkan diri.


"Sayang ..."


Edgar memeluk istrinya yang sedang mengambil pakaian di ruangan pakaian.

__ADS_1


"Hmmm? ada apa? mandilah lebih dulu, Ibu pasti sendirian di ruangannya, aku harus segera mengambil hatinya, aku tidak ingin hubungan kami menjadi buruk ..." seru Aluna meminta Edgar untuk mandi lebih dulu.


Mendengar ucapan istrinya yang sangat bijak membuat Edgar tersenyum sangat manis, pipinya bahkan memerah lagi karena tahu Aluna tetap ingin mengambil hati Ibunya.


"Sayang ... tangan ku sakit, aku tidak bisa mandi sendiri, dahi ku juga masih terluka, bagaimana jika air terkena luka ku dan akan membuat nya semakin parah?"


"AKU TIDAK BISA MANDI SENDIRIAN!"


ketus Edgar memanyunkan bibirnya dan mendekap Aluna semakin kencang dari belakang.


Mata Aluna melebar saat mendengar hal itu, seolah tahu apa yang diinginkan oleh suaminya.


"Sakit bagaimana? tangan mu bisa sangat kencang memeluk aku! sudahlah suami, mandilah, aku tidak ingin membuat Ibu mertua sendirian terus seperti itu!" seru Aluna mencoba membujuk Edgar.


Tetapi tentu saja itu sia-sia.


"Sayang! tangan ku kuat khusus untuk memeluk mu saja, tangan ku akan sakit jika digunakan untuk hal lain, hanya ada satu pilihan terakhir, kita mandi bersama!"


Seru Edgar menyeringai tajam dan tanpa aba-aba menggendong istrinya di tangan.


"Kata mu tangan mu sakit? kenapa bisa menggendong ku?" gerutu Aluna dengan wajahnya yang kesal namun semakin menggemaskan bagi Edgar.


"Sayang, tanganku tidak akan sakit jika khusus untuk memeluk, menggendong, menyentuhmu!" seru Edgar lagi membuat Aluna geleng-geleng kepala.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2