
Episode 151 : Aku tetap mencintai mu.
.
.
Edgar tidak akan pernah tahu jika kisah ini akan sangat tragis, dimana Fiona yang tidak bisa lepas dari kontrol Elga membuat keluarga nya mengalami kemalangan.
Saat itu benar-benar kacau, Edgar merasakan trauma yang sangat berat, hatinya menjadi rapuh dan hancur.
Dia merasa tidak akan pernah sembuh, saat itu kematian Kakek Edgar benar-benar menggemparkan, kematian Fiona juga menggemparkan.
Bagaimana pun keluarga Brown adalah pemilik perusahaan, dan demi melindungi yang tersisa, dan untuk menjaga gila nya pertanyaan orang-orang media dan masyarakat umum.
Ibu Edgar memilih untuk menyembunyikan alasan kematian Ayah mertuanya, juga Fiona yang sudah menjadi tunangan Edgar saat itu.
Kakek Edgar meninggal karena sakit, dan Fiona meninggal karena kecelakaan, dan mengenai suaminya, keadaan nya masih disembunyikan sampai perlahan-lahan akhirnya terkuak jika Ayah Edgar sudah sakit.
Sedangkan Elga, dia mendapatkan hukuman mati oleh pengadilan, atas pembunuhan berencana dengan cara memanipulasi korban nya.
Setelah empat tahun kejadian itu terjadi, akhirnya Elga dihukum mati, tetapi luka yang ia timbulkan tetap berbekas.
.
.
Masa kini,
Edgar sudah melihat rekaman cctv yang ia minta, walau tidak terlalu jelas, tetapi Edgar langsung tahu jika gadis itu adalah Aluna.
__ADS_1
Fiona dan Aluna memang mirip, tetapi ada perbedaan di wajah mereka, apalagi mata mereka.
Karena itulah selama bersama Fiona, Edgar selalu merasa aneh, tetapi ia tepis karena wajah yang ia lihat sangat mirip dengan yang di bar.
Saat bertemu Aluna pertama kali lah ia merasakan hal yang sama lagi seperti lima tahun lalu, saat melihat mata nya itu ada debaran yang aneh dan tak bisa ia jelaskan.
Edgar menghela nafasnya dan dia menatap bintang-bintang di langit.
"Entah takdir apa yang sedang aku jalani, aku tidak tahu apakah aku harus bersyukur atau tidak, di saat yang sama kejadian itu membuat ku sangat terluka ..."
"Hanya saja sekarang aku jadi semakin ingin menggenggam tangan istriku, aku tidak peduli jika bukan dia yang aku temui di bar lima tahun, karena tanpa itu pun aku sudah sangat mencintai nya ..."
"Hal ini hanya akan membuat ku percaya jika takdir itu benar-benar ada, dan benang merah itu akan selalu terikat!"
Seru Edgar menghela nafasnya panjang.
"Mungkin aku ceritakan nanti saat anak kami lahir," seru Edgar lagi tidak ingin terlalu pusing dengan masa lalu.
Yang paling penting adalah hubungan nya sekarang dengan istrinya itu.
.
.
Edgar berjalan ke dalam kamar lagi, saat ia membuka pintu balkon dia melihat Aluna terlelap di atas ranjang.
Dengan sangat pelan Edgar membuka pintu dan melangkah ke atas ranjang.
Dengan lembut pula dia naik ke atas ranjang dan memeluk istrinya dengan sangat nyaman.
__ADS_1
"Aku sangaaat mencintai mu, tidak peduli apapun, aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, aku akan terus menggenggam tangan mu dan akan terus berada di sisimu!" bisik Edgar mendekap istrinya terlalu kencang.
"Ugh!"
Aluna terbangun saat itu, membuat Edgar panik.
"Sayang, kau terbangun? maafkan aku ... itu karena kau sangat cantik jadi aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak memeluk mu!" seru Edgar menjawab dengan sedikit panik.
"Ummm ... aku lapar, berikan aku makanan ..."
Ternyata Aluna bangun karena merasa lapar.
"Lapar?"
Edgar melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 malam.
"Apakah ini yang dirasakan suami-suami saat istrinya hamil muda? apakah ini yang dinamakan mengidam?"
"Kenapa aku bersemangat sekali?"
"Aku harus mempelajari nya besok, agar aku bisa memberikan yang terbaik untuk istriku "
Benak Edgar langsung bangkit dari atas ranjang.
"Tenang saja sayang, kali ini aku akan membuatkan makanan untuk mu, sudah jam 2 pagi tidak akan ada toko makanan yang buka!"
Seru Edgar dengan semangat yang sangat tinggi.
Dia benar-benar bersemangat menjadi suami dan akan menjadi calon Ayah.
__ADS_1