
Episode 83 : Jangan panggil aku Tuan.
.
.
.
"Wajah mu langsung kelihatan takut! apakah kau tahu kau membuat ku hampir gila tadi malam?"
"Jika saja kau sampai terluka lebih dari ini, aku mungkin akan membunuh mu!"
"Kau membuat kesal tapi aku tidak bisa melakukan apapun tadi malam! semakin aku pikirkan semakin aku kesal!"
Edgar memang memiliki kendala untuk mengontrol ekspresi apalagi kemarahannya, dia memang Dewa marah dan tidak bisa dilawan.
Aluna yang mendengar itu terdiam, Aluna melihat suaminya dengan mata yang memelas dan wajah yang super kasihan.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu kejadian tadi malam akan terjadi, aku tidak tahu jika mereka sejahat itu ..." balas Aluna sudah terlihat seperti kucing yang hampir menangis.
Mata Edgar semakin tajam melihat itu, wajahnya dekat sekali dan nafasnya benar-benar terasa di wajah Aluna sekarang.
"Aluna, dunia ini penuh dengan berbagai macam orang, kau harus hati-hati, tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini dan bisa kau percaya!"
"Ini tidak bisa dibiarkan, kau tidak akan aku ijinkan kembali ke perusahaan ku, dan mulai hari ini akan ada pengawal yang mengawasi mu kemana pun!"
Edgar tidak akan melonggarkan pengamanan lagi, Aluna benar-benar harus diberikan penjagaan ketat olehnya.
Belum apa-apa Aluna sudah hampir terluka parah, jadi Edgar tidak akan mempercayai Aluna keluar sendirian lagi.
Mata Aluna melebar saat itu, ketika ia hendak membalas Edgar langsung menatap dengan sangat tajam.
Adegan ini terlihat seperti singa yang hendak menerkam kelinci yang sudah terpojok.
🦋
__ADS_1
🦋
🦋
"Glek!"
Aluna menelan salivanya kasar dan tak bisa melakukan apapun selain menganggukkan kepalanya.
"Jawab aku!" perintah Edgar membuat Aluna terkejut dan menekan kepalanya ke arah bantal seolah-olah ingin menghindar dari Edgar.
"Ba ... baik Tuan ..." balas Aluna sembari menganggukkan kepalanya menurut pada suaminya.
"Tuan?"
"Oh ya, aku sudah memikirkan masalah ini, aku sedikit terganggu dipanggil Tuan oleh istri sendiri, panggil aku Edgar mulai sekarang!"
Seru Edgar sedikit mengalihkannya pandangannya dan memiringkan wajahnya karena merasa sedikit malu.
Pipinya saja terlihat merah dan dia merasa sedikit gugup.
Pertama dia marah-marah, kedua terlihat sangat kesal dan sekarang terlihat malu-malu dan bahkan meminta nya memanggil dengan sebutan nama.
*Blush!*
Pipi Edgar semakin memerah saat mendapati respon Aluna yang kebingungan itu.
"Ehem!"
Edgar langsung bangkit dan duduk di atas ranjang, dia melihat dengan dagu yang dinaikkan menunjukkan keangkuhan.
"Kau harusnya berterimakasih aku meminta mu memanggil ku dengan sebutan nama! jangan malah kebingungan seperti itu!" ketus Edgar sungguh terlihat sangat menggemaskan pagi ini.
Pipinya memerah dan wajahnya yang sok angkuh itu terlihat terlalu tampan, apalagi dia belum mengenakan pakaian atasnya, tubuh atletis nya sungguh terlihat menggoda pagi ini.
"Ummm ..." Mata Aluna sedikit menyipit dan dia segera tersenyum kaku.
__ADS_1
Dia belum mengerti situasi apa yang tengah terjadi sekarang ini namun dia tahu satu hal, yakni dia harus menuruti perkataan Edgar Brown.
"Kalau begitu, te ... terimakasih Tuan, umm, ma ... maksud ku, Ed ... g ... g ... a ... r!"
Rasanya sangat berat nama itu diucapkan oleh Aluna.
Edgar yang mendengar nama nya dipanggil walau terbata-bata entah mengapa membuat Edgar tak bisa menahan gari senyuman nya lagi.
Jika dipikir-pikir lagi, ini adalah pagi dimana mereka berbincang-bincang lucu seperti ini.
"Ehem, aku belum memaafkan mu mengenai tadi malam, tapi untuk hari ini banyak hal yang harus kita lakukan, jadi ..." Edgar hendak memberitahukan Aluna jika hari ini banyak hal yang harus mereka lakukan.
Ketika Edgar berbicara, matanya yang tadi berfokus ke wajah istrinya tanpa sadar turun ke tubuh istrinya yang tembus pandang di balutan kemeja putihnya.
Karena saat ia berbicara, Aluna duduk.
*Boom!*
Seperti ada bom yang meledak di kepala Edgar Brown sekarang ini.
"Mungkin, hukuman mu akan dilanjutkan! HA HA HA!" Tiba-tiba saja Edgar menarik tangan Aluna lagi dan membuat Aluna syok sekali lagi.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
__ADS_1