
Episode 85 : Banyak tanda biru.
.
.
.
Nampaknya yang merasa debaran itu bukan hanya Aluna saja, tetapi juga Edgar Brown.
Jika saja Aluna membuka matanya, maka ia pasti bisa melihat wajah Edgar yang sudah semerah tomat.
'Ayolah Edgar, kau hanya akan melakukan kepuasan mu beberapa saat pasti pagi mu akan sangat memuaskan dan menenangkan!'
'Lihatlah lekuk tubuhnya, tidakkah itu menggoda? dia hanya pura-pura menolak mu, sebenarnya dia sangat menginginkan mu.'
'Lakukan saja dengan puas, dan tinggalkan banyak kepemilikan di sudut tubuhnya dengan begitu tidak akan ada yang berani mengambilnya darimu ...'
Sisi iblis dalam diri Edgar sedang berkobar-kobar, Edgar benar-benar sudah sangat ingin melakukan nya lagi.
Adik kecilnya saja sudah terasa sesak dan ingin merasakan kenikmatan itu bersama istrinya seperti tadi malam.
Edgar kemudian melihat ke sisi kanannya, berharap ada sisi malaikat yang akan memberikan saran juga.
Tetapi tidak ada apapun disana, dan yang bekerja saat ini hanyalah sisi iblis nya.
"Tidak ... tidak, istriku pasti akan kesakitan jika aku lanjutkan lagi, aku harus menahan diri sedikit lagi!"
Edgar menahan dirinya, lalu dia memejamkan matanya mengatur pernafasannya lalu pergi begitu saja.
"Kau mandi lah, pakai bajuku yang di lemari, setelah mandi langsung ke ruang tamu!" seru Edgar tidak mau lagi melihat ke arah Aluna yang terlihat sangat menggoda itu.
"Ctak!"
Saat pintu tertutup, dimana Edgar memutuskan untuk mandi di ruangan kerjanya saja, Aluna langsung bangkit dan menepuk kedua pipinya dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Ada apa dengan lelaki itu sebenarnya? kenapa dia berubah begitu cepat? apakah dia tersambar petir tadi malam?"
"Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba lembut dan bahkan dia tidak menghabisi ku lagi!"
"Padahal tadi malam aku sudah melakukan kesalahan fatal!"
"Aaaa, ini membuat ku bingung!"
Aluna merasa sangat bingung, dia merasa Edgar berubah hanya dalam satu malam saja.
Aluna sama sekali tidak tahu jika selama satu Minggu ini sebenarnya Edgar sudah sedang mencari cara agar berdamai dengannya tanpa harus menurunkan ego nya sedikitpun.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Aluna melangkahkan kaki ke kamar mandi dan dia melewati cermin besar seperti biasanya.
Aluna yang sekejap melihat cerminan dirinya langsung terdiam dan menghentikan langkahnya.
"Tunggu sebentar ..." serunya mundur beberapa langkah lalu dengan cepat membalikkan badan ke arah cermin.
Aluna berteriak sebentar sampai terjatuh sendiri.
"Apa ini? kenapa banyak sekali tanda biru? sebenarnya tadi malam dia menghabisi ku berapa lama? aaaaa! aku maluuuu ..." Aluna melihat tanda tangan sekali di lehernya.
Saat ia membuka satu kancing bajunya, dia bisa melihat banyak tanda biru lagi disana.
Sungguh tadi malam, Edgar benar-benar menghabisi Aluna dalam waktu yang lama sebagai balasan selama satu Minggu tidak melakukan hal itu.
.
.
Di saat yang sama di tempat Edgar,
"Hmmm, tadi malam sangat memuaskan, sepertinya nanti aku harus sambil membeli baju tipis nan transparan, pasti malam kami akan semakin panas dan menantang!"
__ADS_1
"Ah! setelah sekian lama aku merasa hidup lagi, siapa sangka Aluna benar-benar bisa membangkitkan gairahku lagi!"
Edgar tertawa terbahak-bahak di dalam bathtub disaat yang sama Aluna berteriak mengasihani tubuhnya yang pasti melewati banyak hal tadi malam.
Untung saja Aluna dalam pengaruh obat perangsang jadi dia tidak ingat setiap detailnya.
.
.
Hanya dalam waktu singkat, Aluna sudah selesai membersihkan dirinya.
Aluna mengenakan pakaian Edgar yang turtleneck dan tebal, Aluna tidak ingin satu orang pun melihat tanda kepemilikan itu.
"Di saat panas begini aku mengenakan pakaian tebal, tapi tidak mengapa yang penting semua tanda biru tertutupi dengan seutuhnya!"
Seru Aluna keluar dari kamar dan segera menuju ruang tamu sesuai dengan perintah suaminya.
Saat sebelum sampai di ruang tamu, Aluna sudah bisa melihat dari kejauhan jika disana ada tiga orang wanita yang ia kenali sedang menangis dengan lemah dan sekujur tubuh mereka membiru.
Mata Aluna melebar dan dia menjadi waspada dengan langkah nya apalagi Edgar yang duduk di sofa sudah melihatnya dan tersenyum ke arahnya.
"Apa yang sudah terjadi ..." keluh Aluna hampir menangis karena takut melihat ketiga orang wanita yang dengan tega menjebaknya itu.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
__ADS_1
@Anak_Kost_Joy