
Episode 136 : Bawa buktinya kepadaku!
.
.
"Ed, tidakkah kau harus menyusul Ibumu? dia kelihatan sangat kelelahan, dia datang ke tempat ini pasti karena khawatir pada mu ..."
Aluna berbicara dengan suaminya, bagaimana Camelia kelihatan sangat khawatir pada Edgar, karena itulah menyempatkan diri untuk segera datang ke tempat ini.
Edgar yang mendengar itu segera memutar badannya agar dia bisa menatap istrinya dari dekat lagi.
"Sayang! lihat aku!" gerutu Edgar menatap dengan tajam, dia tadi benar-benar ketakutan saat Aluna tidak ada di sisinya, Aluna harus tahu jika tadi dia benar-benar takut sampai dadanya sedikit sakit.
"Ummm?"
Aluna akhirnya mendongakkan wajah dan menatap suaminya, dimana tadi Aluna masih mengikuti langkah kaki Camelia menjauh dari mereka.
"Tadi, aku benar-benar takut, aku sudah pernah mengatakan nya kan? jika aku bangun jangan pergi dari sisiku, jika kau tidak ada di sisiku saat aku bangun, aku merasa seolah-olah kau tidak pernah ada di hidup ku, aku merasa seolah-olah kenangan yang terjadi di antara kita hanyalah khayalan yang aku buat sendiri,"
"Aku benar-benar takut dan aku tidak ingin ini terjadi lagi, jangan pergi sebelum aku bangun!" Edgar berbicara dengan mata yang begitu sendu dan dalam.
Ketakutan Edgar benar-benar hebat, karena masa lalunya yang tidak mudah, dia menjadi lebih overprotektif dan lebih takut kehilangan Aluna dari sebelum-sebelumnya.
Aluna yang melihat ketakutan suaminya jadi merasa bersalah, walau sebenarnya dia hanya ingin memasak.
"Maafkan aku, tadi aku hanya ingin memasak karena kita belum makan apapun sejak kemarin, aku tidak ingin kau sakit ..."
Balas Aluna menundukkan kepalanya.
Saat mendengar istrinya mengatakan itu, barulah Edgar menyadari jika sudah ada beberapa makanan di atas meja.
Tadi, makanan itu tidak terlihat olehnya karena matanya hanya bisa memandang istrinya seorang.
"Haaah!"
Edgar menghela nafasnya dalam-dalam, lalu dia melebarkan tangannya ...
__ADS_1
"Kalau kau mau minta maaf, peluk aku!" seru Edgar meminta Aluna untuk segera memeluknya.
Dan, tidak seperti sebelumnya Aluna yang mencari 1001 alasan untuk menolak, kali ini Aluna langsung mendekat dan memeluk suaminya kencang sekali.
"Maafkan aku suami, aku membuat mu takut pagi ini, juga aku mungkin belum sempat mengatakan ini dengan benar, tetapi terimakasih sudah menyelematkan aku lagi,"
Aluna berbicara dengan sangat lembut, dia mengucapkan rasa terimakasih nya dengan sangat dalam.
Bagaimana dia bersyukur Edgar memperhatikan nya dan menjaganya.
"DEG ... DEG ... DEG!"
Jantung Edgar berdegup kencang lagi dan lagi.
"Ehem ... sudah cukup, jangan menggodaku lagi! kau masih sakit, jangan membuat ku melakukan hal itu pagi ini!"
"Dan, aku adalah suami mu, sudah sepantasnya aku menjaga mu!" seru Edgar malu malu, pipinya sudah memerah dan tangannya mendekap lebih erat istrinya.
Aluna yang benar-benar hanya ingin berterimakasih dengan tulus tentu saja terkejut dengan ucapan dari suaminya.
"Tenanglah Aluna, jangan menjawab lagi, jika tidak dia akan benar-benar menghabisi mu, suasana ini sedang baik jadi diam saja untuk sekarang!" Benak Aluna memilih diam saja.
Apalagi Ibu kandung Edgar sedang ada di rumah ini.
.
.
Di saat yang bersamaan,
"Tring ... Tring ... Tring!"
Camelia langsung menghubungi Dean, dimana Dean baru saja selesai memberikan konsekuensi kepada ketiga orang pelayan yang ternyata adalah anak-anak orang kaya yang menyamar.
"Kenapa Nyonya besar menghubungi ku pagi begini?"
Benak Dean bertanya-tanya dalam dirinya sendiri, tetapi dia tentu saja tetap mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Halo Nyonya Camelia?"
"Dean, tidak usah berbasa-basi lagi, cepat datang ke kediaman Edgar dan bawa semua bukti laporan mengenai Aluna!"
"Mengenai hidupnya dan semua yang terjadi padanya! aku tunggu dalam beberapa menit."
Camelia tentu saja juga marah pada Dean, karena selama ini telah dibohongi mengenai kehidupan Edgar di tempat ini.
Rasanya dia seperti dibohongi oleh dua putranya sekaligus.
Padahal, dia sangat mempercayai Dean, karena itulah Camelia yakin melepaskan kepergian Edgar ke luar negeri, karena yakin Dean dan Edgar pasti saling menjaga.
.
.
Mata Dean melebar dan dia menjadi sangat gugup.
"Sejak kapan nyonya besar ada di sini? astaga ... astaga, pasti aku akan kena Omelan selama setahun ini!" gerutu Dean langsung dengan cepat Mempersiapkan semua berkas-berkas laporan mengenai Aluna.
Karena saat lalu dia sudah memiliki nya, jadi Dean hanya tinggal mencetaknya dalam font besar agar Camelia bisa membaca nya dan melihat bukti-bukti nyata.
.
.
.
Author : Guys, entah kenapa sejak awal tahun kepalaku tuh sakit terus, udah paksain mau update banyak tapi aku kayaknya ga sanggup 😭
Maafkan aku ya, yang penting update aja dulu setiap hati, ga bolong yaa 🥺🤍
Btw untuk Mba Madam_Sosin, makasih banyak ya udah memberikan koin sebanyak ini, aku syok dan terkejut saat lihat aku dapat bonus 130rb an 😭
Aku baru tahu kalau pembaca bisa kasih sebanyak ini.. 🥺
Tau aja para penulis memang lagi seret gaji nya.. hehe
__ADS_1
Hitung-hitung hadiah tahun baru, makasih ya mba sekali lagi ❤️