Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 97 - Bukan Urusanku


__ADS_3

"Diangkat?"


"Tidak," jawab Zean menatap Yudha yang juga sama cemasnya.


Zean masih mencoba menghubungi Syila sembari berlalu keluar. Bersama Yudha yang kini menuju kediamannya, pria itu mendadak cemas lantaran ponsel Syila sama sekali tidak bisa dihubungi.


Lebih frustrasinya lagi, kedua bodyguard yang biasanya menjaga Syila tidak juga bisa dihubungi. Zean panik, dia juga meminta saudaranya untuk mencaritahu keberadaan dua pria itu.


Setelah memastikan tidak ada Syila di rumah lewat asisten rumah tangganya, pria itu segera menuju alamat Nathalia tanpa pikir panjang. Jelas pelakunya tidak jauh dari mereka, jika bukan Jack dan Nathalia maka sudah pasti Nathan.


Tidak ada tempat bagi pria itu kembali selain kediaman Nathalia. Ya, Zean sangat yakin akan hal itu. Mobil menyusuri jalan sepi yang memang sedikit terpencil, tempat tinggal Nathalia yang saat ini menjadi tempat terbaik demi menghindari banyak cercaan.


Mimpi buruknya benar-benar menjadi nyata, Syila pergi bersama pria lain sebagaimana yang menjadi bunga tidurnya beberapa malam terakhir. Betapa kacaunya Zean saat ini, dia yang hilang arah kembali menghubungi Mikhail dan juga kakak iparnya.


Cukup banyak yang Zean hubungi sembari menunggu tiba di kediaman Nathalia. Hingga, ketika tiba di depan rumah sederhana itu, Zean turun dan melangkah panjang tanpa ragu.


"Nathalia!!"


Suara itu menggelegar hingga membuat Yudha ikut bergetar. Zean tidak lagi berpikir tentang etika bertamu dan sebagainya, pria itu melangkah maju dan mengetuk pintu rumah Nathalia cukup kasar.


"Nathalia buka!! Aku tahu kalian di dalam!!"


Beberapa saat menunggu, Zean menatap wajah lesu dengan mata yang kini memerah di hadapannya. Nathalia tengah tidur ketika Zean datang, dia yang tidak tahu apa-apa jelas terkejut dengan kehadiran Zean secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Hai, kenapa, Zean? Menyesal menceraikanku?"


Faktanya, seorang Nathalia akan tetap arogan meski dia sadar telah berbuat jahat pada Zean. Di matanya, Zean tetap penyebab utama kehidupannya hancur, itu saja.


"Cih, menjijikkan!! Katakan dimana istriku!!" bentak Zean tanpa sadar tengah membuka sebuah rahasia yang seharusnya tidak Nathalia ketahui saat ini.


"Istri?"


"Jangan pura-pura bodoh, aku yakin kalian pelakunya!! Cepat katakan dimana istriku!! Sebelum aku semakin marah, Nathalia!!"


Dia sudah marah, bahkan Yudha sudah ketakutan Zean akan melakukan kekerasan pada Nathalia. Sementara wanita itu hanya mengedikkan bahunya, dia merasa tidak melakukan apa-apa.


"Kenapa kau bertanya padaku? Aku saja bahkan baru tahu kau punya istri ... apa itu sebab kau mengakhiri pernikahan kita, Zean?"


"Itu tidak penting, Nathalia!! Katakan saja dimana istriku," desak Zean benar-benar mencengkram dagu Nathalia hingga wanita itu sejenak menjerit kesakitan.


"Aku tidak tahu!! Jangan tanya aku, badjingan!! Tapi jika benar kau punya istri, kau harus membersihkan namaku, Zean!!"


"Berhenti berteriak di hadapanku!!"


"Kita sama-sama buruk, baik kau dan aku mengkhianati pernikahan itu ... lantas kenapa hanya aku yang menanggung akibatnya?"


Mengetahui jika Zean sudah punya istri, pikiran Nathalia benar-benar merasa tidak adil. Terlebih lagi, nama Zean diagung-agungkan sementara dirinya dianggap sampah dalam waktu sekejab.

__ADS_1


"Aku seorang duda, dimana salahnya jika mencari istri? Sah-sah saja, 'kan?"


Nathalia sama sekali tidak mengetahui bagaimana hubungan mereka berdua yang sesungguhnya. Jelas dengan kalimat itu dia berhasil bungkam dan menatap sebal Zean.


"Kakakmu kemari beberapa hari lalu, kalian pasti bekerja sama untuk mengusik keluargaku!! Iya, 'kan?!!" sergah Zean benar-benar membuat Nathalia terkejut hingga tidak mampu berkata-kata.


Nathalia benar-benar tidak mengerti untuk yang kali ini, hinga Zean baru berhenti ketika Yudha menariknya paksa. "Lepaskan, Anda bisa membunuhnya!!"


Mendengar ucapan Yudha, barulah Zean memberikan kesempatan Nathalia untuk bernapas lega. Wanita itu tampak ketakutan, terlebih lagi Jack sedang tidak berada di sisinya dan hal ini sama sekali tidak dia ketahui.


"Kau salah jika bertanya padaku, Zean ... aku tidak tertarik melakukan hal semacam itu, soal Kakakku yang pulang aku juga tidak tahu karena memang dia tidak bermalam di sini!!"


"Kalaupun benar Kakakku berbuat jahat pada istrimu, itu bagus!! Kalian membuat kami sama sekali tidak berharga, rasakan pembalasan Nathan ... aku mungkin terima-terima saja, tapi tidak dengan kakakku, Zean!!"


Nathalia berteriak histeris, sudah cukup dunianya kacau dengan kedatangan Nathan yang tiba-tiba datang dan meminta sejumlah uang kemarin. Semua kartu dan fasilitasnya yang diblokir adalah alasan hingga harus mencekik Nathalia.


"Hahaha aku berharap Nathan melakukan hal yang lebih gila pada wanita yang kau sebut istri itu, aku yakin kau memang berselingkuh, Zean!! Sok suci!!"


"Diam kau, Nathalia!!"


.


.

__ADS_1


- To Be Continue -


__ADS_2