Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
Extra Part 03


__ADS_3

Berawal dari dia yang mendapat telepon dari abi Husain, kini Zean justru terjebak di hotel prodeo dengan fasilitas luar bisa menyebalkan, jika harus di nilai mungkin bintang 0.


Sejak awal firasatnya memang sudah tidak baik, dan ternyata benar Zean terkena getahnya juga kala Sean meminta bantuan agar mereka bertukar posisi demi bisa menjenguk Zalina yang sedang terbaring di rumah sakit.


Jujur saja dia sebenarnya enggan, tapi mengingat jika sang kakak ipar tengah mengandung, Zean juga merasa kasihan. Dia memposisikan andai Syila berada di posisi Zalina, hati Zean tergerak pada akhirnya. Namun, apapun yang dia ambil dalam kehidupan tentu ada resikonya.


"Apa kamar mandinya tidak pernah kalian sikat?!"


Baru beberapa jam lalu dia berkenalan baik-baik Pada para penghuni sel. Menjelang sore dia sudah menabuh genderang perang akibat tidak kuasa dengan kondisi kamar mandi di dalam tahanan. Padahal, di sel tersebut sudah lumayan bersih karena rutin mereka bersihkan.


"Sikat," jawab penghuni sel dengan badan paling berisi yang Zean kenal sebagai pemimpin mereka, yaitu Hito.


Entah nama asli atau bukan, yang jelas bagi Zean nama-nama teman Sean di sini sok keren semua. Tidak hanya nama, tapi juga penampilannya. Tato dan bekas tindikan di sana cukup mengganggu mata Zean sebagai tahanan pura-pura di sini.


"Sikat? Kenapa masih kotor begitu? Kerak semua ... kalian niat tidak sebenarnya? Bukankah kalian tahu bahwa kebersihan sebagian dari iman? Guru ngaji kalian tidak mengajarkan hal itu?"


Zean bertanya dengan napas yang kini terengah-engah. Bagaimana bisa dia kuat 24 jam di sini, jika setengah hari saja rasanya sudah setahun. Sungguh, Sean bingung sendiri kenapa Sean memilih jalan ini. Padahal, dia bisa membayar mahal untuk mendapatkan sel yang lebih baik dan tidak tersiksa semacam ini.

__ADS_1


"Oh untuk yang itu memang tidak bisa dibersihkan lagi, santai saja lah tidak ada kuman di sana," sahut salah satu rekan Sean yang sejak tadi memang hanya fokus dengan pensil dan buku gambarnya.


Zean tenang setelah mendengar hal itu? Tentu saja tidak, mana mungkin kalimat itu berpengaruh padanya. Yang ada Zean justru semakin geli dan tidak bisa membayangkan sebanyak apa virus dan bakteri yang bersemayam di sana.


"Kau kira aku percaya?"


"Kau mau mandi ya mandi, tidak ya tidak ... hidup di bikin ribet. Sean saja tidak protes, dasar anak mami."


"Hei, kau berani meremehkanku?"


Sejak tadi pria berkumis tipis dengan badan paling kurus itu selalu memancing emosi Zean, bahkan sejak awal mereka berkenalan. Jika tahu teman-teman Sean semenyebalkan ini, demi apapun rasanya dia ingin mengurungkan niatnya untuk melakukan sandiwara ini.


"Ays!! Kau benar-benar cari mati ya sepertinya?" tantang Zean berkacak pinggang dengan memegang gayung merah muda berbentuk hati di tangan kanannya.


Sahut-sahutan antara kedua pria itu kini terjadi. Padahal, hari itu Zean tengah menunaikan ibadah puasa dan emosinya tetap tidak dapat dijaga hingga berakhir dengan teriakan Ricko akibat Zean melemparkan gayung itu tepat di kepalanya.


Datang sebagai penghuni baru dan membuat keributan bahkan penghuni lainnya sebal sendiri. Hendak marah dan menggunakan kekerasan juga tidak bisa karena status Zean bukan tahanan sesungguhnya, melainkan pengganti Sean yang kini mungkin sedang bahagia di perjalanan untuk menemui istrinya.

__ADS_1


"Stop!! Zean kumohon jangan cari keributan ... maafkan kesalahan Ricko, dan sekarang mandilah dengan tenang."


Dia sudah diperlakukan paling baik di sini, penghuni sel bahkan mengalah dan membiarkan dia mandi paling dahulu. Jika saja bukan memandang Sean dan upah yang Sean berikan, mungkin Zean sudah mereka tenggelamkan di dalam bak penmapungan air.


Zean tampak ragu, dia tidak bisa jika tidak mandi. Namun, jika dia paksakan mandi lantai kamar mandi itu saja sudah membuatnya geli. Hingga, setelah cukup lama berpikir, pria itu kembali masuk dan nekat membersihkan diri di tempat ini.


Hatinya mengumpat, bulu kuduknya meremang dan Zean mandi begitu cepat. Sama sekali dia tidak punya cita-cita untuk merasakan hal ini kedua kali. Berkali-kali dia meminta maaf pada Nasyila lantaran merasa ini adalah akibat dari kebohongannya yang mengatakan jika dia tidak bisa pulang karena hendak ke Boyolali, padahal nyatanya dia menderita di sini.


"Kyaaaaa!!! Bang Hito!!"


Rambutnya masih berbusa, tapi sudah diterpa ujian dengan kecoa terbang yang membuat Zean menjerit di dalam kamar mandi kecil itu. Sontak teriakannya menciptakan gelak tawa untuk beberapa orang di sana, fakta bahwa dia adalah anak mami benar-benar terbukti ternyata.


"Sungguh menjijikkan!! Singkirkan kecoa itu, Bang!!" pinta Zean sedikit memaksa dan membuat Hito tampak menyerah, mungkin dalam benak pria itu juga sama-sama menyesali kehadiran Zean di sini.


"Memang benar-benar kampret kau, Sean!! Katamu bersih, bersih apanya kalau begini!!"


.

__ADS_1


.


Ekstra Part Zean Khusus yang kepotong di Sean ❣️


__ADS_2