Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 88 - Lindungi Istrimu


__ADS_3

"Terima kasih, pergilah."


Bukan maksud mengusir, tapi memang kehadiran Zean sedikit mengganggu bagi Sean. Sejak tadi, Rudi terlihat berusaha menguping pembicaraan mereka.


"Kurang ajar, aku mengajakmu makan bersama ... itu ada empat, sekalian untuk mereka juga."


"Kita makan di tempat lain saja," tutur Sean kemudian memberikan dua kotak makan siang yang lain bos dan juga temannya.


Bukan karena dia tidak tidak ingin bersama mereka, hanya saja Sean khawatir bibir saudaranya ini kembali melontarkan kata-kata yang seharusnya disimpan di dalam hati saja.


Zean mengekor di belakang punggung Sean, hingga pria itu memilih sebuah warung makan yang tidak jauh dari bengkel. Anggap saja numpang, ketampanan keduanya membuat penjaga warung memaklumi meski yang dipesan hanya air minum.


"Masakan istrimu?" tanya Sean baik-baik, dia hanya bertanya tapi mata Zean seperti hendak keluar saja.


"Bukan, masakan Mba Riris."


"Kupikir masakan Syila," jawab Sean sengaja memperlihatkan raut kekecewaan demi membuat Zean kebakaran jenggot.


"Kau benar-benar mau mati ya? Masakan Mba Riris juga enak, walau masih enak masakan istriku."


"Oh pembantu barumu ya ... janda, Zean?" tanya Sean mulai membuka menu makan siangnya kali ini.


"Iya, janda."


"Woah, serius?"


Dia bahkan sampai berhenti mengunyah, ucapan Zean sedikit membuatnya terkejut dan ingin sekali mengulik informasi tentang pembantu baru di rumah Zean.


"Iya serius, dia janda dan satu tahun lebih mud_" Belum selesai Zean bicara, pria dihadapannya memotong pembicaraan Zean dan sudah terduga pertanyaannya akan begitu.

__ADS_1


"Dari Syila?"


"Dari Mama," jawab Zean enteng kemudian membuat raut wajah Sean berubah seketika.


"Wajahmu kenapa? Lagipula Mama masih muda."


"Muda dari mana? Mikhayla saja sudah 32 tahun, berarti Mama ... Mama berapa ya? Papa menikahi anak dibawah umur, 'kan?"


"Tidak, Sean ... kau jangan asal tuduh, Mama menikah sewaktu magang di kantor Papa. Anak kuliahan, wajar-wajar saja," jelas Zean yang kemudian mendadak jadi pembahasan serius.


"Astaga aku lupa, lupakan. Kenapa kita jadi bahas begini."


"Kau yang lebih dulu membahasnya, tapi tunggu ... kau bertanya seperti itu untuk apa? Apa mungkin seorang Sean sudah kehilangan pesonanya sampai berusaha mengejar janda muda?"


Zean menatapnya penuh curiga, sejak Sean kembali dia memang tidak melihat tanda-tanda saudaranya ini membawa wanita ataupun memiliki hubungan dengan wanita seperti dahulu.


"Pak Rudi cari istri, dia memang cari yang sudah pernah menikah. Dewasa tidak apa-apa ... tapi bukan berarti hampir sama seperti Mama," jelas Sean kemudian, hampir saja Zean berprasangka buruk padanya.


Sean hanya tersenyum getir dan mengalihkan pandangannya kembali ke makanan. Jika memang dia ingin, sama sekali Sean tidak akan meminta uluran tangan orang lain perkara wanita.


"Oh iya, kalian baik-baik saja, 'kan?" tanya Sean kemudian, Zean sejenak bingung lantaran pria itu mengalihkan pembicaraan seketika.


"Hm, baik. Kenapa pertanyaanmu begitu?"


"Beberapa hari lalu, aku melihat seseorang yang mirip dengan Jack, tapi aku tidak begitu yakin jika itu dia."


"Jack?"


Sean menggangguk pelan, dia merasa matanya tidak salah. Akan tetapi, meski penampilannya diubah wajah Jack masih bisa Sean ingat. Memang, dia hanya beberapa kali bertemu pria itu, itupun di saat mengggunakan wig merah menyala dan juga softlens persis kucing persia. Tapi, setidaknya pria yang datang kemarin tidak begitu berbeda dengan yang di video Nathalia.

__ADS_1


"Dimana?" tanya Zean kemudian menatap Sean begitu serius, informasi ini teramat penting untuknya.


"Bengkel, tapi dia sepertinya tidak mengenaliku."


Pembicaraan mereka mendadak serius. Jika memang Jack kembali, maka kemungkinan besar pria itu benar-benar bersama Nathalia. Akan tetapi, jika dia punya tujuan lain, maka jelas ini akan menjadi bahaya.


"Dia masih gemulai?"


"Tidak, dia normal ... rambut pendek, pakai motor sport dan intinya berbeda, Zean."


"Mau apa dia kembali?" gumam Zean bingung kali ini.


"Sudah biarkan saja, banci itu tetap berhak hidup."


Benar, bagaimanapun Jack dia berhak hidup. Akan tetapi, dia yang kembali setelah diberitakan kabur menghindari scandal yang menyeretnya bersama Nathalia, Zean merasa ada sesuatu yang ganjil.


"Tapi aneh saja, Sean."


"Mungkin saja dia kembali bersama Nathalia, lagipula bukankah wanita itu sendirian sekarang? Mereka menikah atas nama cinta, pasti akan kembali ketika waktunya sudah tepat, Zean."


"Semoga, aku tidak peduli selagi mereka tidak mengusik kehidupanku," jawab Zean kemudian menghela napas pelan. Mendengar nama Jack firasat Zean sama sekali tidak baik saat ini.


"Hati-hati saja, lindungi istrimu dan aku rasa mereka tidak akan mampu berbuat banyak." Sean serius, kali ini tidak bercanda dan dia mengerti ketakutan Zean bagaimana.


"Tapi sebelum itu, jangan lupa lindungi dirimu sendiri, Zean."


.


.

__ADS_1


- To Be Continue \=


__ADS_2