Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 47 - Figuran Nathalia


__ADS_3

"Dugaan Anda salah."


"Maksudmu?"


"Anda bahkan tidak pernah mengira hal ini akan terjadi, tunggu sebentar."


Sejenak Zean terdiam, padahal dia sudah seyakin itu dengan firasatnya. Akan tetapi, yang Yudha temukan berbeda. Pria itu kembali ke ruangannya untuk mengambil sebuah amplop dan bukti-bukti yang baru saja dia dapatkan terkait Nathalia.


Tidak berselang lama, Yudha masuk dengan membawa beberapa dokumen yang ternyata tidak hanya satu, melainkan banyak. Mata Zean membola, dia seakan tidak percaya ketika melihat bukti yang terpampang nyata di tangannya.


"Jack?"


"Iya ... jauh dari dugaan, mereka pacaran sejak remaja dan menikah Februari tahun lalu. Ternyata kekagumannya pada Nicholas hanya alibi," tegas Yudha benar-benar tidak habis pikir dengan fakta yang Nathalia sembunyikan.


"Ck, kenapa aku tidak sadar mereka sedekat itu."


Bagaimana bisa Zean curiga pada pria dengan wig dan kuku palsu yang selalu dia kenakan setiap harinya. Kelaminnya saja Zean ragukan, sama sekali tidak dia duga jika pria jadi-jadian itu adalah selingkuhan istrinya.


"Tidak bisa disalahkan, Sepertinya Nathalia maupun jack memang pemain ... siapapun tidak akan menyangka mereka suami istri."


Seketika, kepala Zean ingin pecah. Bukan karena merasa tersakiti, tapi dia merasa jijik pada diri sendiri lantaran dibohongi oleh makhluk astral bernama banci. Pria itu memeriksa satu persatu bukti kemesraan mereka.


Di foto itu, Jack terlihat berbeda. Dia benar-benar pria tulen dengan rambut cepak dan tubuh kekarnya. Hubungan mereka tampak berjalan mulus, mungkin karena Zean yang memang tidak terlalu peduli padanya.


Dipermainkan sandiwara, dengan Nathalia sebagai tokoh utama. Zean menemaninya bersandiwara di hadapan publik, ternyata aktor sesungguhnya adalah Jack, pria gemulai yang kerap membuat Zean ilfeel setiap harinya.


"Sewaktu melihatnya, saya bahkan khawatir Anda yang akan digoda," tutur Yudha jujur, dia merasakan aura negatif sejak mengenal Jack. Akan tetapi, sama seperti Zean dia memang tidak menaruh kecurigaan, pria itu bahkan seakan lebih tertarik pada pria dibandingkan wanita.


"Dia tokoh utamanya, Nathalia keparat!! Bisa-bisanya dia menyeretku jadi figuran bertahun-tahun.'

__ADS_1


Dada Zean mendadak sesak, bukan sakit hati aaupun kecewa karena dikhianati sang istri. Akan tetapi, yang dia kecewakan adalah dirinya sendiri, kenapa bersedia mengikuti keinginan Nathalia hanya karena keluarga semata.


Meski sakitnya terlampau dalam, Zean masih memeriksa semua yang Yudha dapatkan satu persatu. Tidak hanya foto, tapi video-video singkat yang mengungkapkan perselingkuhan mereka begitu nyata sudah Zean pegang.


Pengaruh uang dan ketampanan Yudha memang tidak perlu diragukan. Cukup dengan merayu Alisha perlahan, dia membeberkan semua yang dia ketahui tentang Nathaia hingga ke akarnya.


Meski sempat hampir direnggut keperjakaanya, Yudha sama sekali tidak masalah. Kini, dia membawa hasil yang luar biasa dan mampu membuat Zean berkaca-kaca.


"Maaf, Pak ... seharusnya saya lakukan sejak dahulu."


Yudha menyesali keputusannya lantaran tidak mencaritahu hal ini sejak lama. Kecurigaan yang memang tertuju pada Nicholas sudah sejak lama membuat Yudha curiga, akan tetapi Zean yang selalu mengatakan hal itu tidak penting membuat Yudha mengalah pada akhirnya.


sama-sama berkhianat, Zean tertawa sumbang dengan apa yang dia alami. Pria itu menarik sudut bibir kala menyaksikan ekspresi Nathalia menyebut nama Jack berkali-kali ketika mencapai puncak kenikmatan di sana.


Sakit, tapi setidaknya dia lega. Semua ini adalah hal yang dia inginkan sejak lama. Lebih bagus lagi, ternyata Nathalia bukan hanya selingkuh biasa seperti dugaannya, melainkan menikah.


"Setelah ini bagaimana? Apa perlu kita hancurkan karir wanita itu?"


"Tidak, Yudha ... aku hanya ingin pernikahanku yang berakhir, bukan karirnya."


Zean tidak peduli bagaimana kehidupan Nathalia setelahnya. Dia meminta Yudha mencari bukti-bukti itu sebagai alasan yang kuat untuk menjatuhkan talak padanya.


"Terbuat dari apa hati anda? Kenapa bisa sesantai ini? Dikhianati istri, bukan pacar," ucap Yudha bingung sendiri kenapa bisa Zean seakan tidak ambil pusing setelahnya, hanya sempat marah sesaat itupun mencaci Nathalia semata.


"Aku baik-baik saja, selagi bukan Nasyila yang berkhianat," ungkap Zean tersenyum simpul, benar-benar tidak dapat ditebak emosi pria ini.


"Jangan terlalu dipikirkan, kembalilah ... terima kasih untuk ini semua.'


Benar kata yudha, suasana hati Zean berubah secepat itu dan lihatlah kini dia baik-baik saja bahkan mungkin lupa Anggara sudah membuat hatinya hampir terbakar.

__ADS_1


Zean berlalu keluar usai menepuk bahu pelan bahu Yudha, tidak lupa dengan membawa semua barang bukti yang akan dia perlihatkan kepada Mikhail. Namun, kerinduan yang sejak tadi membelenggunya kembali mencuat kala melewati Nasyila yang berdiri di depan ruangannya.


Langkah Zean melambat, memerhatikan sekitar sebelum dia mengajak bicara istrinya. Senyum Syila membuatnya sebal, karena tadi Anggara juga menyaksikannya.


"Mau apa? Aku sedang tidak ingin digoda," ujar Zean berusaha sedingin mungkin, tapi tampaknya sudah tidak bisa.


"Maaf, tadi aku bersalah."


"Baguslah kalau sadar, sekali lagi senyum-senyum begitu kujahit bibirmu," ancam Zean sukses membuat Syila mendelik tajam, dia mundur seketika demi menghindari kemarahan Zean.


"Ka-kamu mau kemana?"


"Pulang, ada urusan sedikit ... tunggu ya," ucap Zean susah payah, jujur dia ingin bicara dengan menyentuh erat jemari sang istri yang mengutarakan ribuan janji manisnya.


"Pulang untuk apa?"


"Aku sedang berusaha membahagiakanmu dan menjadikanmu istri satu-satunya, Syila." Ucapan Zean membuat Syila membeku, otaknya tampak berpikir keras dan menentukan jawabannya.


"Apa ini? Apa dia benar-benar akan mengakhiri pernikahannya, jika memang begitu ... artinya aku sudah merusak rumah tangga orang dan merampas pria ini seutuhnya."


.


.


- To Be Continue -


Ramein komentarnya buru🧚‍♀


__ADS_1


__ADS_2