Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 60 - Terlambat


__ADS_3

"Bekal kamu ketinggalan, aku anterin ya ... Ini aku udah di jalan. Nanti kita ketemunya di kafe dekat sana."


Pyar


Matilah Zean, kenapa juga dia bisa melupakan hal sepenting itu. Dia yang meminta, lalu tidak sengaja tertinggal jelas saja Syila turun tangan. Zean yang tidak punya persiapan jelas saja bingung, terlebih lagi jarak dari bengkel ke kantor cukup jauh dan bisa dipastikan Syila akan tiba lebih dulu.


"Sayang jangan_ ehm maksudku ti-tidak perlu, tapi kamu sudah dijalan ya?" tanya Zean seraya menggigit bibirnya, dia hanya tidak ingin Syila menelan kekecewaan.


"Iya, kan kamu yang minta semalam ... tapi kalau memang tidak memungkinkan aku pulang saja, lupa kalau sekarang wartawan pasti nyari kamu."


Suaranya terdengar tidak terima jika Zean tolak. Terdengar jelas Syila sedikit sebal mendengar penolakan Zean. Pria itu mengacak rambut, nyatanya benar bahwa hidup tidak bisa lepas dari masalah.


"Ti-tidak, Syila bukan begitu."


Saat ini, yang Zean takutkan lebih dari itu. Jika hanya soal wartawan, kemarin juga mereka pergi ke supermarket tanpa khawatir dicurigai. Akan tetapi, kali ini zean merasa berbeda dan dia tidak bisa menerima jika yang Sean dan Syila bertemu dengan cara semanis itu.


"Terus gimana? Atau minta pak Yudha saja yang ambil ... apapun caranya, yang jelas bekal makan siangnya sampai ke kamu."


Opsi kedua juga sama beratnya, masakan Nasyila hanya dia yang boleh merasakan. Zean tidak ingin Sean makan bekal yang Syila siapkan untuknya. Terdengar sepele, tapi Zean hanya berusaha menghindari hal yang tidak-tidak di masa depan.


"Aku akan ke sana, tunggu ya."


Tanpa pikir panjang, Zean segera mengganti pakaiannya. Beruntung saja masih pagi, dia belum terlalu kotor dan tidak banyak yang perlu dilakukan. Eko yang baru saja datang jelas bingung melihat rekan kerjanya bergegas pulang.


"Sean mau kemana?"


"Ada urusan, aku cuma sebentar," ucapnya kemudian berlalu pergi, Eko yang melihat pakaian Zean serapi itu jelas saja bingung kemana tujuannya.


"Sudah kuduga orang seperti dia mana mungkin betah, palingan juga baru dapat kerja."

__ADS_1


Zean memang tidak tanggung-tanggung dalam memainkan peran, Eko bahkan sama sekali tidak curiga lantaran Zean mempertimbangkan banyak hal sebelumnya. Pria itu selalu datang lebih awal, dia berganti pakaian setelah tiba di sana. Tentu saja belum ada rekan kerjanya, sementara pulang paling akhir dan membersihkan diri lebih dahulu di tempat Sean demi membuat Nasyila percaya.


Padatnya lalu lintas tidak menyurutkan keinginan Zean untuk tiba secepatnya. Dia melaju dengan kecepatan tinggi, tidak peduli meski suara klakson dari pengendara lain adalah peringatan untuknya yang bertingkah seolah penguasa jalanan.


Khawatir, panik dan dia benar-benar tidak bisa berpikir lebih tenang di posisi ini. Pria itu berusaha fokus dengan tujuannya, tidak ada hal lain kecuali Syila di otaknya saat ini.


"Ayolah, kenapa tidak bisa lebih cepat dari ini?"


Beberapa menit bertahan dengan kesabaran yang kian menipis, Zean kini tiba dan berlari ke dalam kafe tersebut. Tatapannya memandang sekeliling tempat itu, mencari sosok wanita yang menggunakan pakaian tertutup dengan hodie dan topi seperti biasa.


"Ah, ternyata ada di sana."


Zean bernapas lega kala melihat sosok yang dia yakini sebagai istrinya di sudut ruangan. Tempat itu sepi pengunjung, memang memungkinkan untuk bertemu sebenarnya.


Sayangnya, baru beberapa detik Zean merasa tenang langkah pria itu terhenti seketika kala Syila justru beranjak ke meja lainnya. Mata Zean membeliak saat menyadari siapa yang Syila hampiri.


Sean, pria itu menatapnya dari kejauhan. Terlihat jelas Sean sedikit terkejut, sementara bekal makan siang Syila serahkan pada Yudha. Sayangnya, karena jarak dan suara Syila yang memang kecil membuatnya tidak bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka.


Zean bertengkar dengan sejuta pikiran yang menghantuinya. Pria itu ingin sekali menghampiri dan menarik Syila segera, akan tetapi jika sampai dia lakukan maka bukan hanya Syila yang terkejut, mungkin Yudha jantungan saat itu juga.


"Jangan senyum padanya siallan! Sean, kau benar-benar ingin mati sepertinya."


Pria itu kesal sendiri, bahkan bibir bawahnya kini terasa sakit akibat dia gigit. Bingung sendiri cara melampiaskan kekesalannya bagaimana, ini adalah titik terlemah Zean hanya bisa diam menahan kecemburuan yang berhasil membuatnya sakit kepala.


.


.


"Syila, harusnya hubungi aku saja ... kamu tahu wartawan baru saja bubar, Syil."

__ADS_1


Yudha menghela napas panjang usai menerima bekal makan siang dari Syila. Perhatian sebesar ini sudah menunjukkan bahwa Syila tidak main-main pada Zean. Sebagai orang terdekat keduanya, jujur saja Yudha bahagia meski sedikit khawatir mereka berdua akan terjebak bencana.


"Hm? Zean bilang akan datang, aku kaget kenapa kesini malah bareng Pak Yudha," jawab Syila mengerutkan dahi, entah karena suaminya panik akibat diwawancara atau apa hingga dia terlihat sedikit kebingungan begini.


"Oh berarti saya yang salah, maaf kalau begitu, Syila."


Syila hanya mengangguk pelan, dia duduk di sebelah Yudha demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Pada faktanya, kemampuan Nasyila tidak kalah dari Nathalia jika sudah dia niatkan.


"Kemeja kamu ganti? Seingatku biru muda, kenapa jadi hitam?"


Deg


Hanya seorang wanita lemah lembut, tapi Sean dibuat membeku dan bingung hendak menjawab apa. Dia melirik ke arah Yudha yang kini menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


"Ehm, iy-iya tadi basah jadi kuganti di mobil," jawabnya kemudian menunduk seraya memaki Zean kenapa bisa mempertemukannya dengan Nasyila dengan keadaan seperti ini.


"Oh, kamu masuk got atau gimana sampai semuanya diganti? Kemeja, jas, dasi, celana bahkan sepatu kamu ganti semua." Yudha tercengang, sementara Sean meremmas jemarinya mendengar pertanyaan Syila.


"Zean, istrimu lebih mengerikan daripada wartawan tadi ... ays bagaimana caraku menjawabnya kalau sudah begini?"


.


.


- To Be Continue -


Akhir-akhir ini, Zean bahagia sama istrinya. Ga percaya? Nih buktinya-_


__ADS_1


Hai-hai, kemarin ada yang nanya akun ig visual Zean kan. Nih aku kasih tahu : mstfaserttas Tapi sebelum kalian follow ig-nya Zean, boleh dong follow juga akun authornya juga desh_puspita. Terima kasih❤


__ADS_2