Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 53 - Mulai Tidak Berpihak


__ADS_3

Tertekan akibat perlakuan Sean, banyak hal yang mempengaruhi hidup Nathalia. Fokusnya sedikit terganggu bahkan tidak jarang satu adegan harus diulang-ulang akibat kesalahan Nathalia, ini sedikit melelahkan walau sebenarnya bukan disengaja.


Hal ini tentu saja membuat semua orang kesal sendiri, terutama para figuran yang mengerti betapa besar kekaguman Nathalia pada Nicholas. Mereka mencibir sang pemeran utama dengan tuduhan sengaja melakukan hal itu demi bisa berlama-lama dengan Nicholas.


"Cut cut cut cut cut!!"


Suara pria itu menggelegar bahkan segera beranjak dan menghampiri Nathalia. Pertama kali dikecewakan dan kali ini cukup membuat sang sutradara tertekan. Bagaimana tidak, sebentar lagi hujan dan hari ini belum ada hasil sama sekali.


"Ayolah, Nathalia apa yang salah denganmu?"


"Maaf, Pak ... saya kurang fokus."


Suasana hati pria itu tampaknya lebih kacau dari prasaan Nathalia. Hingga dia memilih berlalu dan semua yang ada di sana jelas paham apa sebabnya. Wajah Nathalia sudah memerah menahan malu, sadar betul beberapa rekannya tidak berhenti mencibir sejak tadi.


"Kalau memang tidak mampu, harusnya tolak dari awal ... cih, kupikir profesional."


Nicholas angkat bicara sebelum meninggalkannya, semudah itu manusia berubah dan Nathalia benar-benar bingung dengan dunianya saat ini. Alisha dan Janny juga mendadak tidak bisa dihubungi sejak kemarin membuat Nathalia semakin yakin apa penyebab suaminya berubah.


Hanya ada jack, secepat mungkin dia menghampiri pria itu. Jack segera memberikan air mineral dan bersikap sebagaimana asisten seperti biasa. Sejak pagi dia menyadari jika Nathalia sedikit berbeda, entah apa sebab sebenarnya karena memang sejak pagi diam saja.


"Kenapa sebenarnya? Apa dia menyakitimu semalam, Nath?"


"Lebih dari itu, tidak hanya menyakitiku dengan kata-kata pedasnya ... Zean juga sengaja menghabiskan makan malam dan membuatku tidur di sofa."


Nathalia masih ingat betul betapa menyebalkannya Sean tadi malam. sengaja mengunci pintu kamar agar Nathalia tidak pindah ke kamar lain, akan tetapi dia meminta wanita itu untuk tidur di sofa kamarnya.

__ADS_1


Tidak hanya itu, Sean sengaja memutar musik cukup kencang di dalam kamar dan itu membuat telinga Nathalia sakit. Jika ditegur pria itu diam saja, seolah Nathalia patung tak bernyawa. Sungguh, dia benar-benar tidak habis pikir kenapa Zean jadi sekeji itu padanya.


"Kenapa bisa dia begitu? Biasanya tidak, 'kan?"


"Entahlah, semenjak pulang dari liburan Zean benar-benar berubah bahkan kasar padaku ... aku hanya khawatir, perubahan sikap Zean dikarenakan dia mengetahui sesuatu."


Meski dia menolak fakta itu, akan tetapi logikanya masih dapat berpikir dan menyimpulkan Zean yang begitu tentu ada sebabnya. Selama ini pernikahan mereka atas dasar sandiwara dan perjanjian orangtua. Sementara salah satu hal yang paling utama adalah penolakan sebuah pengkhianatan, saat ini Nathalia tengah ketar-ketir Zean mengetahui hal itu.


"Sesuatu? Tentang apa?"


"Tentang kita, Jack ... kau tahu sendiri hal yang paling dilarang dalam pernikahan kami adalah pengkhianatan."


"Tapi kenapa bisa? Bukankah kita berhasil menyembunyikannya? Kau lihat, aku bahkan sudah seperti ini ... mana mungkin dia sadar, Nath."


Jack menatap dirinya di cermin, rasanya penyamaran paling berhasil di abad ini adalah dia. Selama menjadi asisten Nathalia begitu banyak pria yang justru mengincarnya karena dianggap gemulai. Tidak mungkin Zean yang terkenal tidak peduli dengan kehidupan Nathalia akan menyadari hal itu.


"Apa? Dua ja-lang itu yang jadi sebabnya?"


"Hm, siapa lagi ... hanya mereka yang tahu soal ini."


"Sia-lan, lalu bagaimana? Apa keluarganya sudah tahu?"


"Belum, mertuaku masih baik sekali padaku semalam," jawab Nathalia yakin jika Zean hanya menyimpan hal itu sendirian.


"Syukurlah ... ada baiknya kita jaga jarak lebih dulu, setidaknya buat dia percaya kita tidak ada hubungan apa-apa, Nath."

__ADS_1


Nathalia mengangguk pelan, meski sebenarnya akan terasa semakin sulit, tapi setidaknya mengurangi kecurigaan Zean. Entah dia mampu atau tidak, akan tetapi dia harus berusaha mempertahankan pria itu demi menjaga popularitas dan anggapan publik tentang kesempurnaan dalam dirinya.


.


.


Sore menjelang malam, Nathalia baru saja pulang. Jantung wanita itu mendadak tidak aman ketika memasuki kamarnya, Sean tampak fokus di atas tempat tidur dengan laptopnya.


Hal asing, biasanya tidak pernah kerja dengan posisi santai begitu. Lebih menyebalkan lagi, Sean sengaja membawa cemilan ke atas tempat tidur hingga remahan biskuit dan lainnya berhamburan di sana


"Zean ... bisa stop bawa cemilan ke atas tempat tidur? Semut semua!!"


"Kau membentakku? Lupa rumah ini atas nama siapa? Zean Andreatama!! Bukan kau, jadi terserah ... aku mau bawa wanita lain sekalipun bukan urusanmu."


Jawaban menohok yang membuat Nathalia terdiam seketika. Sama sekali tidak dia duga jika Zean akan menjawab dengan kalimat sekasar itu. Tunggu, apa tadi dia bilang? Wanita lain? Sungguh, Nathalia tengah merasa Zean tengah menyindirnya.


"Ah iya, hapus unggahanmu tadi pagi ... jangan pura-pura manis, kita tidak seromantis itu," tegas Sean mengingatkan Nathalia atas perintah Zean.


Sebenarnya dia tidak masalah dengan unggahan Nathalia yang masih menegaskan bahwa pernikahannya sangat baik-baik saja. Akan tetapi, untuk hal semacam ini murni perintah Zean yang ingin menjaga perasaan Syila.


"Ck ... wanita itu merusak moodku, filmnya jadi tidak seru." Dia mengumpat dan beranjak keluar dengan membawa serta cemilan dan laptopnya, kehadiran Nathalia hanya membuat mata Sean sakit.


.


.

__ADS_1


- To Be Continue -


__ADS_2