Istri Rahasia Sang Presdir

Istri Rahasia Sang Presdir
BAB 90 - Hukuman


__ADS_3

Sementara di sisi lain, jauh dari pengawasan Zean ataupun Sean. Seorang wanita yang tengah berada di titik terendahnya, tampak berusaha menerima keadaan. Nathalia, pasca peceraiannya dengan Zean hidupnya dibuat jungkir balik dalam waktu sesingkat itu.


Jangankan tawaran main film ataupun menjadi bintang iklan, ajakan untuk foto bersama saja mungkin tidak akan dia dapatkan. Tuhan tengah menghukumnya, atas kebohongan yang telah dia lakukan.


Nathalia marah? Jelas, karena Zean mengingkari janjinya. Akan tetapi, mau bagaimanapun juga semua adalah kesalahannya. Dia yang berkhianat lebih dulu, dia yang pembangkang sementara resikonya sudah Nathalia ketahui.


Uang yang dia dapatkan selama berkarir sebagai aktris tidak begitu banyak lagi. Hal ini terjadi lantaran dia harus membayar denda kepada beberapa pihak yang merasa dirugikan.


Beberapa perhiasan dan juga tas mewah terpaksa Nathalia jual. Apalagi, saat ini memang dia tidak akan mungkin bisa kembali meniti karirnya lantaran industri hiburan tidak lagi membutuhkan seseorang seperti Nathalia Velova.


Hendak menggunakan harta Halim juga tidak bisa, sebagaimana yang Mikhail katakan perjanjian tetap perjanjian dan seluruh harta sudah beralih pada keluarga Megantara. Terdengar kejam, tapi memang begitu cara mainnya.


Tinggal di sebuah rumah kecil, cukup untuk dia tinggal bersama Jack, sang suami yang sempat dia perintahkan melarikan diri demi melindungi pria itu. Nathalia sengaja membiarkan publik dan Halim berspekluasi yang tidak-tidak kepada Jack di saat namanya tengah menjadi pemberitaan panas.


"Nath."


Keduanya tengah duduk berdampingan menatap langit, menjadi insan hina dan dikucilkan dari masyarakat adalah hal yang sama sekali tidak Nathalia cita-citakan.


"Kenapa?"


"Kamu menyesal?" tanya Jack untuk kesekian kalinya, sejak awal Nathalia bercerai, hanya itu yang Jack tanyakan.

__ADS_1


"Tidak, jika tidak begini ... kita tidak bisa menjalani hidup normal, Jack."


Nathalia bingung sebenarnya, di sisi lain dia tidak terima dengan dunianya yang kini kacau balau. Akan tetapi, di sisi lain Nathalia memahami, apa yang terjadi kemarin adalah awal dia bisa bersama Jack tanpa harus sembunyi-sembunyi.


"Maaf, seharusnya aku lahir dari keluarga yang lebih kaya dari Zean," tutur jack menghela napas pelan, hubungan terlarang yang mereka lakukan atas nama cinta akhirnya berimbas pada diri mereka juga.


"Bukan salahmu, tapi salahku yang tidak punya kemampuan menolak Papa."


Sama seperti Zean, Nathalia juga melakukan segalanya demi Halim. Berpura-pura, dan dia menjalani sandiwara pernikahan selama empat tahun demi memuaskan hati Halim.


Salah satu syarat yang dia ajukan pada Halim kala itu ialah tidak membatasi dunianya, tanpa terduga Suami yang Halim pilihkan adalah seorang Zean. Pria yang sama sekali tidak menarik di matanya, hendak dia batalkan tapi memang Nathalia butuh Zean sebagai batu loncatan agar karirnya semakin melejit lagi.


"Tidak masalah, jika dulu kamu menolak mungkin seorang Nathalia Velova tidak akan mencapai impiannya."


"Semua itu sudah hancur, Jack ... Nathalia Velova tidak lagi ada harganya, bahkan kemarin aku melihat wajahku di dalam kotak sampah. Zean benar-benar menghukumku."


Sebelumnya Nathalia sempat tidak terima, bahkan terbesit dalam otaknya untuk membuat Zean hancur dengan segala cara. Sayangnya, niatnya baru saja terucap dan Nathan sudah bertindak tanpa aba-aba.


Saudaranya yang bodoh itu tidak membaca situasi, di saat sedang dibutuhkan begini dia justru berusaha membunuh orang. Meninggalkan Nathalia sendiri dalam kehancuran, beruntung saja Jack tidak memiliki pikiran untuk berpaling darinya.


"Kamu tidak marah padanya?"

__ADS_1


"Awalnya jelas iya ... mana mungkin aku tidak marah, karirku hancur, orang-orang membenciku bahkan keluar saja aku malu. Tapi, beberapa kali aku berpikir, akulah penjahatnya di sini."


Nathalia tersenyum getir, menatap pepohonan di depan rumah itu. Sengaja mencari tempat tersembunyi demi menghindari cibiran masyarakat luas.


"Kamu tidak sendiri, kita antagonisnya, Nath ... kita jalani hukuman ini sama-sama, mungkin di mata mereka kamu sehina itu, tapi tidak untukku."


Korban keegoisan orangtua, mempertahankan cinta yang mereka jalin sejak SMP hingga menginjak usia dewasa bukanlah hal mudah. Nathalia terpaksa egois, sayangnya, pria yang menjadi korban Nathalia adalah pria setulus Zean.


"Beberapa hari kemarin, aku bertemu dengan seseorang yang mirip Zean, tapi dia kerja di bengkel ... apa mungkin itu saudara kembarnya seperti yang kamu katakan?"


"Entahlah, mungkin saja iya," jawab Nathalia tidak terlalu tertarik, dia sedang sibuk memikirkan bagaimana hidupnya kembali normal seperti dahulu.


"Kamu pernah bertemu dengannya?" tanya Jack kemudian, kemarin dia sempat melihat sosok Zean dengan perawakan yang tidak seperti biasanya, rahangnya lebih tegas dan tatapan mata pria itu cukup membuatnya ketakutan saat itu.


"Entahlah, tapi rasanya tidak pernah, aku hanya melihatnya di foto saja ... kata mantan mertuaku Sean pergi beberapa hari sebelum pertemuan keluarga, jadi aku tidak tahu bagaimana dia sebenarnya."


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


__ADS_2