
Pasutri yang baru sah beberapa menit yang lalu itu pun merasa malu. Setelah kepergok oleh sepupunya sendiri saat melancarkan aksi mesumnya.
Apalagi Lidia, ingin rasanya menyembunyikan wajahnya di dalam bagasi mobil jika tidak pengap. Didalam mobil itu pun mendadak hening.
"Hoh. Isin to sampean?" ucap Panji memecah keheningan.
"Isin. Isin, kata siapa? yang ada kamu tuh yang iri!" Bambang menimpali adik sepupunya itu.
"Hehehe... iya juga sih" Panji nyengir.
"Nanti di pesta ada yang ayu, ayu, nggak Mas, mbok aku di kenalke" ucap Panji.
"Ogah! kenalan aja sendiri. Laki-laki tuh gampang, cari cewek ayu mah seabrek. Tapi cari yang baik seperti istriku yang satu ini, sulit" Bambang menggoda Lidia mengedipkan sebelah matanya kemudian bergeser merangkul Lidia.
Lidia pun bergerak-gerak ingin lepas dari suaminya. Namun rengkuhan Bambang lebih kuat dari tubuh kecilnya.
"Iih... lepas Mas" tolak Lidia malu Panji mengamati dari kaca spion sejak tadi.
"Aku mau betulkah riasan kamu itu loh, belepotan" Bambang menujuk bibir Lidia.
"Memang iya?" tanya Lidia mengulum-ngulum bibirnya sendiri membuat Bambang gemas ingin rasanya melahap bibir halal istrinya.
"Iya, sini aku rapikan" Bambang ambil tisue dari dasboard mobil kemudaian membersihkan perona bibir yang belepotan karena ulahnya tadi.
Lidia memejamkan mata membuat Bambang semakin bergairah tapi ia berusaha untuk menahan hasrat karena ada Panji di depan.
.
.
Mobil pengantin pun berjalan begitu cepat, ternyata mereka sudah sampai tujuan. Hutan untuk perkemahan disulap menjadi indah.
Panji menurunkan pasutri di depan Villa. MUA segera menyambut pengantin untuk membetulkan riasan dan mengganti kostum pengantin.
Villa ini selain untuk beristirahat pengantin di siang hari juga untuk honeymoon. Maka tidak heran jika di dekorasi sangat mewah.
Untuk menambah keseruan resepsi, Bambang juga mengundang artis untuk memeriahkan acara. Karena musik tidak bisa di lepaskan saat melangsungkan resepsi pernikahan.
Meski digelar dengan konsep outdoor tidak berarti mengurangi kemewahan sekaligus kekhidmatan berlangsungnya acara resepsi.
Pengantin kini sudah duduk di kursi pelaminan tamu-tamu dari kalangan bawah, menengah, atas, berdatangan silih berganti.
🦅
__ADS_1
Jodoh adalah misteri, kini cintaku telah berlabuh pada wanita masalaluku.
Yang dulu sempat aku sakiti dan aku sia siakan.
Terkadang cinta di balut kepedihan dan kini bisa kami lewati dengan damai ceria dan canda tawa.
Mencintai dan menyamai keikhlasan dan kesabaran adalah tanggungjawabku.
Kini sampailah di penghujung masa remajaku dan akan melangkah memulai dunia yang baru. Melalui perjanjian sakral tentu tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Seiring sejalan, seiya sekata, dalam menjalani bahtera rumah tangga yang abadi sampai mati adalah tujuanku.
Semoga kami bisa saling percaya, saling mencintai, dan menjaga kehormatan adalah kunci yang akan memperkokoh bangunan rumah tanggaku selamanya.
...Semoga...
...Aku yang selalu mencintaimu.💘...
...Bambang Wibisono....
******
"Selamat broo, gue nggak nyangka loe bisa kawin beneran sama cewek tarohan loe" ahahaha. Seloroh Fredy teman SMA Bambang, yang dulu pernah punya ide konyol tarohan untuk mendapatkan Lidia.
Lidia mendengar kata tarohan mendadak kesal, tetapi mencoba untuk tersenyum.
"Loe sudah taubat kan sekarang? nggak pernah masuk bar lagi? tinggalin wiski sama vodka?" ahahaha. sambung Roni.
"Brengsek! itu juga gara-gara loe? gue jadi brutal!" sahut Bambang kesal ingat masa lalu.
Lidia menoleh cepat belum belum pernah tahu jika pria yang menjadi suaminya kini pernah masuk bar dan meneguk minuman haram itu.
"Pasti loe kaget kan Lid, kalau pangeran loe dulu anak brengsek?" Riko menimpali.
Lidia tersenyum getir mendengar obrolan sahabat bambang.
"Jangan pada ngebacot! mendingan loe sumpel mulut loe" ucap Bambang melirik Lidia raut wajahnya tampak berbeda ingin cepat tiga pria ini segera pergi.
"Eh sekarang kan loe sudah sukses! gue minta kerjaan dong, gue masih nganggur nih"
"Belum punya modal buat kawin" ujar Fredy serius.
"Loe kesini mau undangan atau melamar kerja?" tanya Bambang masih menimpali dengan candaan.
__ADS_1
"Serius bi" ucap Fredi. Obrolan konyol pun berakhir setelah ada tamu yang ingin mengucapkan selamat mengantri di belakang. Ketiga pemuda yang sampai saat ini masih lanjang akhirnya pergi menikmati hidangan.
.
"Selamat ye... loe akhirnya kawin juga" ucap Zubaidah teman kecil Lidia kemudian cipika cipiki.
"Baru nikah kali? belum kawin" hahaha. Seloroh suami Zubaidah. Membuat Bambang tersenyum mendengar candaan suami sahabat istrinya itu.
"Selamat ya broo, semoga samawa" sambung suami Zubaidah menyalami Bambang.
"Terimakasih" sahut Bambang sopan. "Hajar nanti malam ya, jangan kasih kendor" canda Suami Zubaidah langsung mendapat cubitan dari istrinya.
Wajah Lidia pun memerah mendengar kata-kata suami Zubaidah.
"Terimakasih ya Dah, semoga loe langgeng juga ame laki loe?" sahut Lidia.
"Sana gih, cari makan" kata Lidia. Zubaidah pun akhirnya mencari makanan bersama suami dan anaknya.
Kemudian datang segerombolan para karyawan Bambang masing-masing mengucapkan selamat.
.
Sementara di balik pohon beringin, seorang gadis memandangi kedua ratu dari kejauhan. Matanya berkaca-kaca air bening pun lolos dari pelupuk mata.
Mengikhlaskan orang yang dia sayangi tentu bukan perkara mudah. Apalagi saat ini orang yang sangat ia cintai bersanding dengan wanita lain.
Cinta pertamanya kini telah pergi hanya penyesalan yang ia rasakan.
Puk. Pundaknya ada yang menepuk iapun cepat mengusap air matanya kemudian menoleh.
"Eh, kamu Pan" ucapnya tersenyum di paksakan.
"Kamu kok ngumpet di sini sih? ayo kita kesana" ucap Topan, yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik sahabatnya. Ya, dia adalah Weny, mantan tunangan Bambang yang dulu gagal menikah karena ke sombonganya.
"Nggak Pan, aku disini saja" tolaknya.
"Terus... ngapain juga kamu datang jauh-jauh? jika kamu di sini hanya bersembunyi" cecar Topan.
"Mana sahabat aku yang selalu kuat. Kok kamu malah menjadi lembek"
"Kamu masih muda, jangan membuang waktu untuk meratapi seseorang. Yang sudah tidak mungkin bisa kamu miliki. Muve on dong Wen." nasehat Topan. Weny kemudian menghela nafas panjang tidak menimpali nasehat Topan.
"Ayo bergabung" Topan kemudian menarik paksa tangan Weny. Mau tidak mau Weny pun mengkuti langkah Topan.
__ADS_1
Weny kemarin datang bersama Syntia, kemudian menginap dirumah Rani. Tadi pagi ia datang ke pesta bersama Syntia, Mira dan Rini. Namun, Mira dan Rini bergabung dengan yang lain. Sebab, mereka sebagai panitia catering. Sedangkan Syntia, bergabung bersama Rani dan Nena sibuk menerima tamu. Hingga mereka pun lupa dengan Weny. Weny merasa asing karena tidak punya teman ngobrol di pesta tersebut.
Sebenarnya ia ingin kembali pulang saja. Tetapi penasaran juga dengan pengantin wanita jadi Weny hanya bisa memandangi dari kejauhan. Padahal, tadi pagi sudah bersemangat ingin datang dan mencoba untuk ikhlas. Namun, setelah melihat kenyataan dia belum bisa melupakan Bambang dadanya terasa sesak.