ISTRI SANG MAJIKAN 2

ISTRI SANG MAJIKAN 2
Part 38


__ADS_3

Pak Siswoyo Rani dan Syntia akhirnya selesai makan. Rani membereskan meja makan kemudian membawa piring kotor ke wastafel lalu mencucinya.


"Nggak usah di cuci Ran, biar aku saja, nanti tangan lembut kamu menjadi kasar" Kata Syntia. Syntia pikir Rani di rumahnya di manjakan oleh Daniel.


Syintia belum tahu, jika Rani mempunyai restoran sendiri. Dan ketika awal merintis usahanya, jam 2 pagi harus bangun memasak, melayani pembeli, dan tidur hanya tiga jam perhari.


Rani mencipratkan air ke wajah Syntia. Syntia kaget.


"Ran kok malah nyiprati air sih, basah tahu!" Syntia cemberut.


"Lagian! memang aku istri konglomerat apa, masa mencuci piring saja takut tangannya kasar!" pungkas Rani.


Setelah mencuci piring selesai, Rani dan Syintia duduk bergabung dengan Bapak.


"Bapak kok bengong sih mikirin apa memang?" Tanya Rani lalu memijit bahu bapak dari belakang.


"Tidak memikirkan apa-apa kok nduk." Jawab Bapak. Sebenarnya Bapak sedang memikirkan Rani apa yang terjadi dengan rumah tangganya.


"Bapak kok uratnya pada kaku, kecapean di kebun ya?" Tanya Rani sambil terùs memijit.


"Nggak kok nduk, Bapak sudah jarang ke kebun, cukup warga sekitar yang mengerjakan." Tutur Bapak.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam"


Mas Dino yang di tunggu-tunggu Rani akhirnya pulang. Pria ganteng masih mengenakan seragam Guru. Syntia menyambut kedatangan suaminya mencium punggung tangannya, lalu mengambil alih tas di tangan suaminya dan membawanya masuk ke dalam.


"Mas Dino, aku kangen" Rani memeluk kakaknya dari belakang. Pipinya ia tempelkan di badan seraya memejamkan mata.


"Sama, Mas juga kangen sama kamu, kenapa nomor telepon kamu nggak bisa di hubungi?" Tanya Dino karena selama Rani mengganti nomor telepon belum pernah kontak keluarganya.


Rani melepas pelukanya dan berdiri memutar menatap wajah kakaknya.


"Aku ganti nomor Mas" Sahut Rani.


"Ganti nomor bukan alasan kali? terus sama sekali nggak ngasih kabar!" Dino menoyor jidat adiknya.


"Iih Mas Dino! baru juga ketemu sudah main toyor!" Rani menatap kakaknya kesal.


"Itu hukuman buat adik yang seperti kacang lupa kulitnya." Sindir Dino. Dino memiting leher adiknya.


"Ihh Mas Dino bau!" Goda Rani padahal tidak bau hanya untuk menjahili kakanya.


"Sana ganti baju dulu bau ihh" Rani menutup hidungnya.


"Sembarangan aja kamu bilang bau orang masih wangi begini juga!" Sahut Dino.


"Sudah Mas, benar apa yang dikatakan Rani, Mas Dino bersih-bersih dulu" Kata Syntia yang tiba-tiba berdiri di samping suaminya.


"Baik tuan putri" Jawab Dino satu kecupan mendarat di pipi Istrinya. Lalu berjalan kebelakang.


"Ihh giliran sama Syntia aja! lembut, kalau sama adiknya suka kasar." Pungkas Rani. Tetapi hatinya senang Syntia sahabatnya dan kakaknya kini menjadi pasangan yang romantis.

__ADS_1


"Biarin! ngiri aja kamu mah, memang kamu! punya suami kok nggak ada sayang-sayangnya, Istri pulang kampung sendiri di biarkan saja!!" Kata Dino ketus rupanya sudah bisa menerka apa yang terjadi, dengan rumah tangga adiknya.


"Dino!" Bapak melotot menatap Dino. Memberi isyarat agar tidak meneruskan ucapannya.


"Oh iya Ran, Weny sama Topan mau kesini katanya" Ucap Syntia mengalihkan pembicaraan. Dino lalu pergi ke kamar mandi.


"Oh benarkah?" Rani berbinar menatap Syntia. Ia senang teman-teman SMKnya mau main kerumahnya.


"Iya" Syntia mengangguk.


"Nduk" Panggil Bapak.


"Njih Pak" Rani kembali duduk di samping Bapak sambil bergelayut manja.


Syintia melihat Bapak ingin bicara serius dengan Rani, Ia segera menyusul suaminya.


(Budhe jadi kangen sama Bapak di kampung 😢)


"Kamu tau, 3 bulan yang lalu kalau mertuamu datang kemari?" Tanya Bapak mulai memancing.


Rani terkejut lalu menggeser duduknya.


"Pa- Papa Nano kesini Pak?" Tanya Rani terbata.


"Iya, kok kamu bisa tidak tahu?" Bapak penasaran ingin tahu jawaban Rani. Bapak tau kalau Rani tidak tinggal satu rumah dengan mertuanya. Tetapi masa iya. Papanya tidak bicara dengan Rani tentang kunjungannya kesini, kalau memang tidak terjadi apa-apa dengan rumah tangganya. Sebenarnya Pak Siswo sudah curiga sejak kehadiran besanya waktu itu. Ketika ditanya tentang keadaan Rani ia menjawab gelagapan.


"Yah! kan tinggalnya jauh Pak, bukan satu rumah"


"Jadi wajarlah! kalau Rani tidak tau" Jawab Rani masuk akal. Tetapi Pak Siswoyo tidak puas dengan jawaban Rani. Tapi ya sudahlah! Bapak tidak melanjutkan pertanyaanya lagi.


"Hanya ngobrol biasa saja kok nduk." Pungkas Bapak.


Rani salut dengan Papa mertuanya. Walaupun dirinya tidak lagi bersama anaknya. Tetapi masih mau jauh-jauh datang kemari.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam.."


Rani dan Bapak menoleh melihat siapa yang datang. TernyataTopan dan Weni yang datang.


"Weny....Topan..." Sapa Rani. Kemudian cipika cipiki dengan Weny. Lalu menangkupkan kedua tangannya kepada Topan.


Topan dan Weny lalu menyalami Pak Siswo bergantian mencium punggung tangannya.


"Kalian pada ngobrol ya nak, Bapak ada perlu sebentar." Ucap Bapak lalu pergi meninggalkan mereka.


"Rani kamu apa kabar?" Tanya Weny seraya tersenyum memamerkan gigi gingsulnya.


"Alhamdulillah... seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja." Jawab Rani tersenyum balik menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Anakmu nggak ikut Ran?" Tanya Topan. "Ya nggak lah! kan sekolah" Sahut Rani. " Terus suamimu?" Tanya Weny. "Kalau anakku nggak ikut, suamiku pasti nggak bisa ikut, kasihan kan sama anakku." Jawab Rani lancar seperti jalan tol. Tidak terlihat jika ia sedang berbohong.


"Aku buatkan minuman dulu ya." Rani hendak berdiri.

__ADS_1


"Aku aja Ran" Tiba-tiba Syntia muncul di ikuti Doni.


Doni kemudian ikut duduk bersama mereka. "Mas Doni, Wahyu mana?" Tanya Weny.


"Siapa tuh Wahyu?" Tanya Rani dengan dahi berkerut.


"Wahyu itu ponakanmu Ran" Sahut Syntia sambil membawa nampan.


"Memang kamu belum ketemu sama ponakanmu?" Tanya Mas Dino.


"Hehehe belum, tadi waktu baru datang nggak boleh nemuin dulu kata Bapak, terus tadi sebelum makan aku tengok masih pules, anakmu itu loh Syn tidurnya keblo seperti bapaknya hahaha." Tutur Rani ingat dulu kakaknya kalau sudah tidur susah di bangunin.


Dino melempar sepotong kue lemper kearah Rani, Malu lah kartunya di buka di depan teman-temannya.


"Sekarang juga masih sama kok Ran" Kata Syntia jujur.


Bukanya marah Dino malah merangkul pundak Istrinya di sebelahnya.


"Ihh kalian ini dari tadi peluk cium didepan tamu, nggak sopan!" Tukas Rani.


"Ran, kamu balik jakarta kapan?" Tanya topan mengganti topik pembicaraan.


"Lusa, kenapa meman?" Tanya Rani menatap kedua temannya lekat.


"Aku di terima bekerja di Showroom xxx kalau berangkat bareng ya." Kata Topan.


"Oh memang kamu melamar kerja di jakarta Pan?" Tanya Dino.


"Iya Mas, saya melamar lewat online, sudah lulus serangkaian tes, hanya tinggal wawancara." Tutur Topan senang.


Topan teman Rani, tetapi beda jurusan. Kemudian melanjutkan kuliah S1 di UGM. Setelah lulus Topan bekerja di bengkel milik Ayahnya Reno. Dan sekarang Topan ingin mencari pengalaman yang baru.


"Showroom ×××? wah hebat kamu Pan! itu Showroom mobil bekas terkenal loh" Kata Rani bangga.


"Aku juga pengen ikut kerja Ran, tetapi belum ada lowongan yang Pas sesuai bidangku" keluh Weny.


"Memang kamu kemarin kuliah ambil jurusan apa?" Tanya Rani. Sebab Weny tidak terlalu akrab dengan Rani seperti Syntia dengan Nena.


Terakhir bertemu saat Rani menikah dulu tetapi tidak pernah bercerita tentang kuliah ambil jurusan apa.


"Aku kuliah jurusan tata boga Ran"


"Yees! Suara Rani mengejutkan semua orang yang sedang duduk di pendopo.


"Kenapa kamu?" Tanya Mas Dino ikut terkejut.


"Hehehe..ini masalah bisnis Mas." Ucap Rani terkekeh.


"Sekarang kamu bergabung saja sama aku, aku sedang mencari Chef yang akan aku persiapkan untuk tahun depan"


"Karena aku akan membuka restoran yang menghidangkan masakan, dari luar, kamu harus menggali lagi, potensi kamu." "Masakan dari Cina, timur tengah, dan Itali, pokoknya masakan luar negeri gitu." Kata Rani menawarkan pekerjaan kepada Weny.


Dino, Syntia, Weny dan Topan masih belum bisa mencerna ucapan Rani. Sebab mereka belum tahu jika Rani mempunyai usaha.

__ADS_1


"Reader yang berbahagia, mohon bersabar, tinggal beberapa Part lagi, Daniel dan Rani akan bertemu kita lihat keputusan Rani. Tetap di sini.


__ADS_2