ISTRI SANG MAJIKAN 2

ISTRI SANG MAJIKAN 2
Part 140


__ADS_3

Selesai acara pembagian harta secara adil semua penghuni rumah Mama Nadyn berbincang akrab. Papa Nano yang selalu humoris selalu membuat istri dan anak-anak nya tergelak tawa.


*******


Dua tahun kemudian, dirumah Ibu Widi. Pernikahan Ayu Wandira dan Topan telah di laksanakan tepat usia Dira dan Topan 28 tahun, mereka terlahir di tahun yang sama hanya berbeda bulan lebih tua Topan sedikit.


Sah


sah


sah


Setelah sungkeman kedua ratu sejagat itupun berganti pakaian karna ingin langsung mengadakan resepsi. Resepsi pernikahan di adakan di rumah saja. Sebab Dira tidak ingin ribet.


"Mas Topan, tolong bukakan retsleting dong... susah nih" kata Dira dari tadi kesulitan membuka retsleting gaun pengantinnya.


Topan yang sudah santai di kamar pengantin pun langsung berdiri kemudian membantu menarik retsleting panjang dari leher hingga bokong. Topan terkesiap, tatkala melihat tubuh Istrinya yang mulus meneguk ludahnya.


"Sudah belum?" tanya Lidia sadar jika Topan begitu lama. Ali-ali menjawab Topan justru menelusupkan tanganya masuk kedalam gaun yang sudah terbuka setengahnya.


"Mas..." suara Dira tercekat tatkala tangan Topan menyentuh benda keramat yang selalu Dira tutup selama ini.


"Dir I love you Topan sudah tidak bisa menahan hasrat. Kemudian mengangkat tubuh Dira lalu membaringkan di ranjang.


Topan kemudian melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh Dira. Dira pun sudah merasakan gairah yang sama menggebu.


Topan menjelajah tubuh sensitif Dira.


"Mas..."


"Heemm..."


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu mereka abaikan, rasanya sudah ingin menghabiskan secawan madu yang teramat manis.


Tok tok tok. Ketukan pun terus menggema di lantai dua tepatnya di depan kamar Dira. Topan mendengus kesal terpaksa menghentikan aksinya. Topan cepat mengenakan baju lalu membuka pintu. Dira kemudian cepat masuk kekamar mandi.


*******


Di taman belakang anak-anak sedang asyik bermain petak umpet.


"Ainas... kamu yang jaga" kata Wahyu anak Dino dan Syntia saat ini sudah 6 tahun. Wajahnya mirip Syntia bermata sipit, pembawaan kalem persis anak orang korea.


Ainas menutup wajahnya ketika temanya berlari mencari tempat persembunyian. Otak cerdasnya langsung ia terapkan. Yakni kelima jarinya ia renggangkan agar bisa melihat di mana mereka bersembunyi. Ia tersenyum cerdik ingin segera menemukan ketiga temanya. Namun ketika ingin melangkah Anggun memanggilnya.


"Akak...ituut..." Rengek Anggun. Anggun adalah anak Bambang dan Lidia kini sudah berumur tiga tahun.


"Seettt... ayuk" Ainas menuntun Anggun, mencari temanya.


Di tempat persembunyian, wahyu sedang berbisik-bisik. "Eh, Dilla. Kok kamu nggak nengok nenek kamu di Jogja?"


"Kata Ayah sama Ibu, nanti kalau lebaran" sahut Dilla. Dilla anak Nena dengan Reno saat ini sudah berusia 4 tahun. "Kalau kalian pulang ke kampung aku ikut ya" Farhan menimpali.


"Mau ngapain? kamu kan nggak punya kampung" sahut Dilla.


"Ahahaha... ketemu kalian" seru Ainas tertawa karena menemukan mereka dengan cepat, ya wajar. Sebab, Ainas sudah tahu pesembunyian mereka.


"Iihh... kamu curang!" ketus Dilla.

__ADS_1


"Kok curang?" tanya Ainas.


"Kamu pikir aku nggak tahu! tadi kamu ngintip kan?" omel Dilla.


"Yeah... fitnah itu" Ainas tidak mau kalah.


"Sudah! sudah. Kok kalian malah ribut sih" lerai Wahyu.


"Mendingan kita makan Icream aja yuk" ajak Farhan.


"Mau ekim, mau ekim. Hole...holeee..." Anggun tepuk tangan heboh.


"Kamu ambil gih!" perintah Ainas terhadap Dilla. "Ogah! memang aku kacungmu" sahut Dilla jutek.


"Iihh...kamu ini anak perempuan kok judes sih?! tukas Ainas menatap Dilla kesal.


"Kalian ini ribut terus sih? biar aku yang ambil" pungkas Wahyu. "Kalian mau rasa apa?" tanya Wahyu.


"Stroberi" sahut Farhan.


"Coklat" Ainas menambahkan.


"Atu mau yang okat, uga" Anggun dengan kata cadelnya ikut nimbrung.


"Aku coklat juga ya kak" sahut Dilla.


"Ngapain? kamu nyama nyamain!" Ainas berkacak pinggang.


"Suka-suka! mulut-mulut aku! wle!"


"Stop! mau di ambilkan nggak nih?" sentak Wahyu, menghentikan perdebatan mereka. Setelah yakin apa yang mau di ambil.


"Kak Wahyu, suka rasa fanila ya?" tanya Dilla. "Iya" sahut Wahyu.


"Boleh nyobain dikit kak?" Dilla mencoba Ice cream milik Wahyu, setelah wahyu menyodorkan.


"Ihh jorok kalian! nggak boleh makan berdua gitu!" sewot Ainas.


"Biarin wle" Dilla memonyongkan bibirnya.


****


Sementara di pelaminan para tamu hilir mudik bergantian.


"Selamat Dira, semoga samawa" ucap para sahabat Dira.


"Terimakasih ya, kapan kalian menyusul?" tanya Dira. Walupun menikah di usia 28 tahun masih banyak juga temanya yang belum menikah.


"Selangkah lagi, di tunggu saja undangannya" sahut teman Dira.


"Selamat Mbak Dira, Topan" ucap Weny yang sedang di gandeng oleh Joko, yakni sahabat Topan, Rani, Nena dan Weny sendiri. Joko yang dulu gendut, kini menjadi berpenampilan ideal. Saat ini Joko menjadi asisten Daniel menggantikan posisi Deni.


"Kalian jadian?" tanya Topan menatap tangan Joko yang sedang menggandeng Weny.


"Iya, bentar lagi aku menyusul kamu" sahut Joko. Sementara Weny hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan Topan sahabat kecilnya itu.


Di tempat yang berbeda. "Jadi Mbak Lidia sudah hamil lagi? selamat ya Mbak" ucap Rany.


"Terimakasih Ran?" sahut Lidia.

__ADS_1


"Sudah berapa bulan?" tanya Daniel kepada Bambang.


"Tiga bulan Bang, tapi hamil yang sekarang payah, muntah-muntah terus" tutur Bambang kepada Daniel.


"Waah...hebat juga kalian" seloroh Daniel.


"Kejar target lah Bang... mumpung masih kuat, iya nggak Lid" ahahaha Bambang mengedipkan mata sebelah kepada isterinya.


"Hueeek...hueeek..." baru di bicarakan Lidia sudah ingin mengeluarkan isi perutnya. Lidia bergegas ke kamar mandi di susul Bambang.


"Sudah enakan?" tanya Bambang sambil memijit tengkuk istrinya.


"Sudah sih... tapi, Mas jadi kena muntah tuh" kata Lidia tidak enak hati baju batik suaminya terkena muntah.


"Sudah... jangan di pikirkan. Kita kekamar saja yuk" Bambang menggandeng tangan Lidia kemudian masuk kedalam kamar.


"Kamu tiduran saja ya, nggak usah keluar, mau makan apa aku ambilkan ya" Bambang mengusap kepala istrinya perhatian.


"Nggak usah Mas, aku mau air hangat saja" pungkas Lidia.


"Tapi perutmu kosong loh, kasihan adiknya Anggun" kata Bambang.


"Oh iya Mas, Anggun dimana ya?" tanya Lidia dari tadi tidak memperhatikan anaknya.


"Dia di taman belakang, tenang saja Ainas sudah bisa menjangya kok. Aku ambil air hangat dulu, sekalian lihat dia ya"


"Iya Mas"


Bambang pun segera kedapur, tetapi ke taman belakang dulu menengok anaknya.


"Ayah... au es tim?" Anggun menawari Ayahnya ice di tanganya dengan mulut belepotan terkena lesehan coklat.


"Ya Allah... anak Ayah, kok belepotan begini" ucap Bambang kemudian membersihkan mulut Anggun dengan tisu.


"Tadi sudah Ainas bersihin Om, tapi kotor lagi" ucap Ainas khawatir jika di salahkan.


"Iya, terimakasih ya... kalian sudah menjaga Anggun dengan baik"


"Om bawa Anggun kekamar biar bobo"


"Kalian teruskan bermain" "Baik Om" sahut Ainas dkk serentak.


Bambang pun kekamar membawa air hangat sambil menggendong Anggun yang masih berceloteh.


"Unda, tadi Anggun mamam etim cokat" cerita Anggun kepada Bundanya.


"Iya, lain kali jangan sering makan yang terlalu manis ya sayang... takutnya giginya ompong." terang Lidia kepada putrinya.


"Ayo, sekarang Ayah bersihkan, terus bobo" ucap Bambang menggendong puterinya kekamar mandi. Setelah mencuci tangan dan kaki anaknya Bambang mengganti pakaian Anggun lalu mengajaknya tidur siang.


Tamat.


"Hai...readher yang baik hati dan tidak sombong.💕💕 Akrinya budhe bisa menyelesaikan cerita amburadul budhe. Budhe seneng...😎 walau hanya segelintir orang ada yang mengikuti ISTRI SANG MAJIKAN. Seseon1 sampai Seseon 2.


"Terimakasih atas respon terbaiknya, komentator kalian yang membuat budhe semangat.💪💪💪


Jika berkenan Mampir karyaku yang lain CERITA MAWAR SUAMIKU MENIKAH LAGI. semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. I love you❤.


__ADS_1


__ADS_2