ISTRI SANG MAJIKAN 2

ISTRI SANG MAJIKAN 2
Part 94


__ADS_3

Seminggu setelah Rani pulang dari rumah sakit. Keadaannya sudah pulih. Namun, masih belum di izinkan oleh Daniel untuk beraktivitas.


Hari ini, tibalah saatnya Daniel, Rani dan Bambang akan mengadakan konferensi pers. Guna meluruskan isu perselingkuhan yang sangat mengganggu dirinya dan juga keluarganya. Rani tidak ingin menunggu lebih lama lagi, agar masalah yang membelit nya cepat selesai.


Daniel mengundang wartawan dan perwakilan media masa, agar datang meliput dengan harapan berita akan di sebarkan seluas luasnya.


Yang terpenting saat ini, Daniel merespons secara strategis dengan klarifikasi tentu akan semakin efisien, semakin cepat membersihkan nama baik istrinya.


Di salah satu gedung yang megah di fasilitasi kursi tersusun panjang, dan penerangan lampu yang memadai. Di sinilah Daniel mengadakan Fres conference . Tampak sudah hadir beberapa awak media.


Daniel berjalan dengan gagah dan berwibawa menggandeng tangan Rani tampak mesra. Dengan balutan kemeja merah marun lengkap dasi dan jas. Membuat para undangan tersihir akan ketampanannya.


Di usianya yang menginjak 35 tahun Daniel tampak lebih matang.


Rani pun mengenakan gamis dengan warna senada. Lengkap dengan jilbab pashmina berwarna coeklat pastel, berjalan dengan anggun menjadi pusat perhatian.


Bambang berjalan di belakang Daniel di temani Topan. Menuju meja yang sudah di susun persegi empat.


Daniel Rani Bambang dan Topan duduk satu meja. Sementa di meja yang lain di isi oleh wartawan dan awak media.


Tahap awal Rani menuturkan hubungan yang sebenarnya dengan Bambang. Kemudian di susul Daniel dan yang terakhir Bambang.


Mereka menuturkan dengan glamblang. Acara live di seluruh stasiun televisi.


******


"Brengsek! lagi-lagi gue gagal! brengseeeek....!! umpat gadis berambut pirang.


"Prang...prang!" Ia mengobrak abrik meja rias tampak kosmetik berhamburan kemana-mana.


Awalnya ia tiduran santai di kamar sambil menonton televisi. Namun, berhubung yang nampak di televisi adalah Daniel dan Rani. Di tambah lagi para wartawan mempercayai penuturan Rani. Gadis itu pun langsung kalap.


Ia ambil ketiga foto. Yakni, foto Rani Daniel dan Bambang.


"Sreeet...sreeet...sreeet" Ia menggores ketiga foto itu dengan silet.


"Sekarang loe boleh tertawa, tunggu sebentar lagi! kalian akan menangis darah!" hahaha..." Ia tertawa devil menelisik ketiga foto di tangannya sinis.


*****


Di Yogyakarta seorang gadis berkeliling mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidanganya.


Dengan sepeda motor ia mendatangi setiap restoran, maupun cafe. Namun, lagi-lagi ditolak lamarannya. Jika ada lowongan paling hanya bagian pencuci piring.

__ADS_1


Tidak mungkin dia hanya terus menerus berdiam diri di dalam kamar. Membuat kepalanya terasa pusing dengan persoalan yang membelenggu dirinya.


"Oh, ternyata susah sekali mencari pekerjaan, andai aku dulu tidak mengenal yang namanya Bambang dan memikat hatiku, mungkin saat ini masih bekerja di restoran Rani" Gumamnya.


Tengah hari terik matahari tidak mengurangi semangatnya.


Di salah satu restoran cepat saji, ia menghentikan motornya. Setelah parkir, ia membawa lamaran yang hampir lusuh.


Ia masuk kedalam restoran sebelum menyerahkan lamaran, duduk dulu melihat menu yang di sodorkan wetress. Ia memesan lemon tea, di tengah terik matahari sangat cocok untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering.


Mungkin karena tengah hari, restoran sangat padat pengunjung. Ia perhatikan semua pengunjung menonton tayangan di televisi.


"Apa aku bilang, beritanya hoax doang kan? lihat apa, sos sweet..." ucap salah satu pengunjung restoran kepada temanya.


Weny pun belum tertarik melihat tayangan masih asyik dengan lemon tea. Mengaduk-aduk dengan sedotan kemudian menyecapnya.


"Betul, Rani kan dari Daerah sini loh, cantik, pengusaha pula, suaminya ganteng, mana kelihatan sayang begitu kok, di gosip kan selingkuh, ih nggak terima aku" cerocos temanya.


Mendengar nama Rani di sebut, Weny pun mendongak turut menonton televisi.


Benar saja Weny melihat, tayangan live di televisi hatinya terasa perih. Betapa tidak? laki-laki yang sudah mampu membuatnya bergetar. Kini tampil gagah dan keren tidak di rencana senyumnya tersungging.


"Aahh...kenapa sih aku? paling ini hanya akting mereka saja untuk membersihkan namanya." Gumamnya.


"Eh, katanya Bambang Wibisono itu tadinya sudah tunangan loh, tapi ditinggalkan oleh calonya, karena isu ini"


Weny sebenarnya kesal kepada wanita yang membicarakan dirinya. Namun, kali ini ia akan mencoba tidak meladeni.


"Biarin aja, aku malah seneng mereka nggak jadi menikah, jadi kita kan ada kesempatan" wanita berparas ayu entah siapa Namanya itu pun berandai-andai.


"Kesempatan ndasmu!" wanita yang perawakan gemuk menoyor kepala sahabatnya.


"Yeah...kamu, yang namanya jodoh itu....biarpun terhalang lautan pasti Tuhan mempertemukan"


Mendengar kata-kata orang itu. Weny menjadi panas, marah, kesal. Weny pun membayar minumannya menarik kursi kemudian keluar. Menyalakan motornya dan memutuskan untuk pulang kerumah.


Di dalam perjalanan, hati Weny berperang.


"Weny, berita itu tidak benar kan? kamu segera minta maaf gih, atau kamu akan menyesal"


"Nggak-nggak! itu hanya pura-pura saja supaya mereka terlihat baik!"


"Weny, cepat minta maaf, nanti keburu ada wanita yang lain, dia kan tidak mencintai kamu".

__ADS_1


"Nggak.....nggak mau.....aahhhh...


Brakk.


Weny pun motornya jatuh kesawah masuk kedalam lumpur di salah satu kubangan air. Warga yang melihat berdatangan. Dan memberikan pertolongan.


"Mbak ndak apa-apa? tanya salah satu warga. Sambil menarik tubuh Weny dari kubangan.


Sekujur tubuhnya di penuhi lumpur.


Weny tidak bisa menjawab. Sebab, jika membuka mulut lumpurnya pasti akan masuk kedalam mulut. Warga pun memakluminya.


Warga yang lain bergerombol menyaksikan wajah Weny yang berubah warna menjadi coklat kehitaman menjadi tontonan yang unik dan lucu. "Hihihi..." begitulah warga mentertawakan Weny. Sudah jatuh tertimpa tangga itulah nasip Weny saat ini.


"Weh! sampean ki kok, malah pada nonton! cepetan ambil air di ember" titah Bapak yang menolong Weny.


Dua orang menimba air di sumur yang tidak jauh dari lokasi dan mengguyur tubuh Weny.


Weny pun lantas bisa bernapas. Pasalnya sedari tadi menahan nafas hampir mau pingsan.


Setelah korban tidak terjadi apa-apa. Warga menepikan motor milik Weny. Yang tidak kalah kotor seperti tubuh Weny tadi.


Warga pun akhirnya membubarkan diri.


"Mbak mau kemana?" tanya Bapak tadi.


"Mau pulang Pak, habis dari kota"


"Rumah saya tidak jauh dari sini kok, kira-kira ada tukang ojeg tidak ya Pak?"


"Oh ada, kebetulan anak Bapak tukang ojeg" sahut Bapak itu. Kemudian bergegas memanggil anaknya agar mengantar Weny.


Weny di antar ojeg tidak lama sampai di rumah.


"Brak!


Weny membanting tas ke kursi sofa.


"Weny...kamu kenapa nduk? kok bajumu basah kuyup kan tidak hujan?" tanya Ibu Sri.


"Weny mandi dulu Bu, nanti baru cerita" sahutnya. Weny bergegas ke kamar mandi.


Ibu Sri melihat langkah anaknya dari belakang. "Andai kamu tahu nduk berita di televisi" gumam Ibu Sri.

__ADS_1


*****


Maafkan jika ada tipo antara Rani dan Weny. Mata budhe sudah buram kebanyakan melototi layar.


__ADS_2