ISTRI SANG MAJIKAN 2

ISTRI SANG MAJIKAN 2
Part 92


__ADS_3

Di hari terakhir Bambang tinggal di Yogyakarta. Pagi-pagi di ajak wisata oleh Topan bersama kawan-kawanya. Sebab, jadwal keberangkatan sore hari. Awalnya Bambang menolak. Tetapi, ia pikir-pikir apa salahnya melepas kepenatan selama berhari-hari.


Perjalanan wisata ini, bukan ke pantai maupun ke tempat wisata yang sudah sejak dulu ada di Yogyakarta.


Melainkan menuju embung batara sriten yang terletak di kabupaten Gunungkidul. Ini hanyalah telaga buatan dari puncak tertinggi yang menawarkan keindahan panorama hingga terpesona siapapun yang melihatnya. Cocok untuk background. Pengunjung wisata ini rata-rata muda mudi.


Pawai motor beriringan. Topan, Joko, Andri, Nando, dan juga Bambang. Bambang memakai motor milik Dino.


Jalanan menanjak berliku, menuju Baturagung utara membuat Bambang tak henti-hentinya menahan nafas tegang. Tentu berbeda dengan Topan dkk karena sudah biasa.


Sedangkan Bambang baru pertama kali. Jalanan cor blok yang curam berbatu kapur merupakan tantangan bagi Bambang menguji nyali.


Sampai di puncak. Bambang duduk mengatur napas yang tersengal-sengal membuka masker yang membuatnya semakin sesak. Tidak perduli lagi menjadi pusat perhatian.


Bambang bersama Topan sampai puncak lebih dulu. Sedang sahabat Topan masih di belakang.


"Klepok!" Bambang menjitak kepala Topan. Topan meringis.


"Gila kamu Pan! masa mengajak saya kesini sih!" ucap Bambang ngos ngosan.


"Tapi senang kan boss, lihat, sampai di atas indah kan?"


"Indah sih, indah, untung jantung saya nggak copot di tanjakan tadi, bisa-bisa pulang tinggal nama" ucap Bambang di buat dramatis.


"Memang sih boss, banyak wisatawan yang tergelincir karena belum menguasai medan"


"Itu kamu tahu! terus kenapa malah ngajak saya kesini?! gerutu Bambang kesal.


"Halah boss, masih tegang menghadapai tatapan tajam Ayah Weny, daripada jurang yang terjal tadi" Ahahaha.


Topan mentertawakan kata-katanya sendiri.


"Hus! nggak sopan kamu! gitu-gitu Pak Cipto itu orang tua yang harus kita hormati"


Sepontan tawaTopan membuat beberapa orang monoleh, mau tidak mau memperhatikan Bambang.


"Eh, itu kan laki-laki yang menjadi selingkuhan Rani" ucap salah satu gadis. Pelan agar tidak terdegar.


"Ahh...aku nggak percaya, orang tampangnya baik gitu" sahut temanya.


"Iya loh, aku juga nggak percaya,


apalagi Mbak Rani, lebih nggak mungkin lagi, dia itu kan baik, kakak kelas aku"


"Waah...ganteng juga ya? cowok itu"


5 orang gadis itu tampak asyik berbisik membicarakan Bambang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, rombongan sahabat Topan datang. Mereka terkejut melihat Bambang di tempat ini bersama Topan pula.


Tadi sempat berkenalan ketika menunggu di depan Masjid. Namun, karena Bambang mengenakan masker mereka tidak mengenali.


"Pan ikut aku" Joko menarik Topan menjauh dari Bambang di ikuti ketiga temanya.


"Jelasin Pan, kenapa kamu bisa bawa laki-laki itu kemari, mana menginap di rumah Rani lagi? jangan-jangan benar, apa yang dikatakan banyak orang!" cecar Joko.


"Iya, jangan-jangan kamu mendudung rencana dia ya" Andri menimpali.


"Ho oh, aku juga penasaran nih" sambung Nando.


"Okay...duduk dulu, santai men, aku mau jelaskan" Topan mengajak duduk temanya.


"Dia itu, boss aku"


"Wattt..." Sahabat Topan terbelalak.


"Berarti kamu tau dong, bagaimana cerita tentang Rani, nggak tega aku mendengarkan sahabat kita di gunjing terus" Joko menggeser duduknya mendekat ke Topan.


"Iya, aku jelasin, tapi geser dong Jok, duduknya, gerah tahu!" ucap Topan kesal. Sebab Joko nempel nempel.


Joko menggeser duduknya.


"Dia bos aku, pemilik showroom yang di beritakan itu memang benar."


Setelah meluruskan kesalah pahaman. Mereka kembali ketempat dimana Bambang duduk.


Dari kejauhan Bambang sedang di dikerubungi kelima gadis yang minta foto bareng.


"Permisi Mas..." sapa salah satu cewek.


Bambang hanya mengangguk tersenyum.


"Mas, a anu...kalau boleh kami mau minta foto sama Mas" ucap cewek tergagap.


"Maksudnya gimana?" tanya Bambang mengerutkan dahi.


"Kalau boleh, kami ingin foto bareng sama Mas" salah satu cewek memperjelas.


"Buat apa Mbak?" Bambang tahu maksud 5 cewek itu, tetapi sebenarnya malas meladeni.


"Pleas Mas, kami tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin punya koleksi foto bersama Mas" cewek yang katanya adik kelas Rani meyakinkan.


"Ada apa ini?" tanya Topan. Diiikuti tiga sahabatnya.


"Eh Mas Topan? masih ingat nggak? saya Tanti, adik kelas Mas Topan yang sering ikut lomba Voli." tutur Tanti menyami Topan dan ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Topan menatap gadis itu, memang tingginya menonjol dan seperti familiar melihat wajahnya.


"Iya, tapi Maksud kalian ada perlu apa dengan boss saya?"


"Tidak bermaksud apa-apa Mas Topan, hanya ingin foto bareng, jika di Izinkan."


Topan menatap boss minta persetujuan. Bambang paham maksud Topan akhirnya mereka foto-foto bergantian. Di tengah-tengah mereka sedang ambil beberapa gaya.


"Eheem..." mendengar deheman. Rombongan Topan menoleh. Termasuk Bambang. Bambang terkejut ternyata Weny yang datang bersama kedua temanya.


"Eh Mbak Weny, masih ingat nggak, aku Tanti, adik kelas Mbak" ucap Tanti senang bisa bertemu kakak kelasnya dulu. Tanti ingin menjabat tangan Weny.


"Plek, nggak usah sok akrab!" Weny menepis kasar tangan Tanti.


"Oh ternyata...sang casanova sudah mendapat target baru" ahahaha..." Weny tertawa di buat buat.


Bambang terpaku di tempat mengucap istighfar dalam hati. Kenapa sial sekali nasipnya, belum hilang rasa lelahnya setelah melalui jalan yang terjal. Justru malah ketemu Weny. Wanita yang sudah sangat ingin ia hindari.


"Heh, trio judes! jaga ucapan kamu!" salah satu teman Tanti berkacak pinggang.


"Apa! di bayar berapa kamu semalam? sampai membela laki-laki penyebar benih seperti dia?" Weny menunjuk Bambang.


Bambang mengela nafas panjang, dan lagi-lagi hanya pasrah dan istighfar.


"Apa maksudmu! kamu nantangin? okay...mau di sumpal mulutmu pakai batu!" Tukas salah satu teman Tanti.


"Weny! kasar amat sih kamu! pulang dari jakarta akhlak kamu semakin buruk!" Tukas Joko.


"Apa jok! jangan ikut campur! tau apa kamu tentang dia?! Weny melirik Bambang sinis.


"Mbak Weny, mendingan kita foto bareng yuk, kita kan kesini mau senang-senang, kok malah bertengkar, saya percaya kok, Mas Bambang orang baik, jadi nggak mungkin seperti itu" sangkal Tanti. Tanti tidak tahu jika Weny calon istri Bambang yang telah gagal menikah.


"Nggak usah sok akrab! aku bilang?!" Weny melotot menatap Tanti.


"Heh! nggak usah mlotot, lama-lama matamu keluar" seru sahabat Tanti.


Weny menarik tangan salah satu teman Tanti, kemudian melintirnya. Teman yang lain tidak terima, lalu menjambak rambut Weny.


Kedua kelompok yang berbeda karakter itupun saling jambak, saling cakar, pertarungan sengit terjadi.


Joko dkk mencoba melerai mereka. Topan melongok menyaksikan pertarungan antar wanita sungguh unik, tidak ada jotos-menjotos seperti laki-laki melainkan menggunakan senjata kuku dan telapak tangan.


"Topan! cabut!" Bambang mengejutkan Topan. Kemudian Bambang pergi meninggalkan tempat. Di susul Topan.


Bambang mengendarai motor pulang terlebih dahulu besama Topan.


Dalam perjalanan, Bambang pikiranya traveling. Mengapa akhir-akhir ini, banyak sekali masalah yang menerpa. Ya Allah...semoga aku kuat dengan ujian ini.

__ADS_1


__ADS_2