ISTRI SANG MAJIKAN 2

ISTRI SANG MAJIKAN 2
Part 42


__ADS_3

Sherly mencondongkan dadanya di depan Bambang. Dengan senyum menggoda.


"Astagfirlullah..." "Nona!" Bambang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Anda seorang muslim Nona?! Tanya Bambang menggeser duduknya membelakangi Sherly.


"Tentu! kenapa memang?" Tanya Sherly kesal, karena merasa di abaikan Wibi.


"Perbaiki pakaian anda! Walaupun anda belum bisa berhijab setidaknya carilah pakaian yang bisa menutupi mahkota anda!" Tukas Bambang. Kemudian berlalu meninggalkan Sherly yang masih berdiri mematung.


Sherly mengepalkan tangannya dengan gigi gemerutuk beradu siap *******. Andai Bambang Bukan manusia, sudah ia ***** habis. Sherly marah harga dirinya merasa di injak-injak oleh Bambang.


"Tunggu pembalasan gue laki-laki munafik, kalian akan hancur! Monolog Sherly berapi-api. Sherly kemudian pergi meninggalkan gazebo dan kembali menemui Mama Laura. Entah siapa yang di maksud kalian.


Waktu sudah sore anggota arisan satu persatu meninggalkan rumah Bu Widi. Bambang membantu Ibunya beres-beres walau ada ART Ibu Widi selalu menekankan kepada kedua anaknya agar membantu bibi. Hingga malam hari karena terlalu lelah keluarga Bu Widi tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya, keluarga Bu Widi berkumpul di meja makan.


"Mas Wibi, awas! hari ini tidak boleh kemana-mana, jangan menjadi jalangkung lagi."


"Hari ini Mas harus mewancarai 3 orang yang akan menjadi asisten Mas Wibi" Tutur Dira mewanti-wanti.


"Iya Bawel! ayo berangkat." Bambang menarik kursi meja makan lalu beranjak. Bambang dan Dira berangkat bersama, sebelumnya minta Izin kepada Ibu.


"Kami berangkat Bu" Bambang dan Dira menyalami Ibunya.


"Hati-hati nak" Doa Ibu.


*****


Dirumah Rani semua penghuni antusias akan berangkat kerja yang pertama kali, kecuali Nena.


"Aku nggak nyangka, ternyata Nena kerja sama kamu juga ya Ran?" Tanya Weny. Sambil menyuap nasi goreng yang mereka buat bersama-sama sebelum berangkat.


"Iya, dia yang ikut merintis dari awal" Sahut Rani.


"Kamu nggak pengen kuliah lagi Nen?" Tanya Rani. Semua temanya kuliah hanya tinggal Nena yang belum.


"Pengen sih Ran, tapikan--? Nena menjeda ucapannya.


"Kenapa, karena alasan sibuk? kamu kan kerja shift siang, berarti kamu bisa kok kuliah shift malam" Nasehat Rani.

__ADS_1


"Ya dech Ran, awal semester aku akan mendaftar"


"Dan kalian semua, kumpulin uang dulu, supaya bisa kuliah, masalah waktu nanti bisa di atur." Titah Rani kepada ke empat karyawan yang baru akan masuk hari ini.


Bagi Rani pendidikan adalah satu keharusan, walaupaun tidak berkerja tuntutan mendidik anak di era globalisasi seperti sekarang ini sangat membutuhkan otak cerdas.


Pagi ini semua bersiap masuk kedalam mobil milik Rani. Rudi yang akan menyetir mobilnya.


"Ran, sebelum berangkat ke Showroom, aku ke resto kamu dulu ya, wawancaranya nanti masih jam sembilan" Tutur Topan.


"Ayo, boleh kok" Sahut Rani.


Rudi menjalankan mobil Rani tidak lama sampai di Cafe.


"Oh amazing, hebat kamu Ran, restoran kamu ternyata besar juga." Kata Topan Bangga.


"Biasa saja kali Pan, jangan berlebihan"


"Kamu mau masuk dulu ngak, aku buatkan minuman sepesil Cafe ini"


"Terimakasih kasih Ran, tidak usah buat minuman, aku sudah kenyang kok, nanti sore saja aku mampir lagi"


"Doakan wawancara aku Lancar ya Ran, dan bisa langsung kerja" Tutur Topan. Kemudian Topan berangkat dengan angkutan umum.


Rani masuk kedalam Cafe dan memberi pengarahan terhadap karyawan barunya.


"Rudi dan Arif kalian bertugas mengantarkan pesanan, Rudi bagian sopir dan kamu arif dan Rini Bagian menuruni barang, kalian harus kompak saling membantu" "Dan kamu Mira membantu pekerjaan di dalam, kalian mulai bekerja hari ini."


"Baik Bu."


Rani kemudian duduk di depan komputer, mengecek pengeluaran dan pemasukan uang, sudah tiga hari tidak Rani lakukan.


Tok tok tok


"Masuk"


"Ran menejer dari PT Daftex ingin bertemu" Kata Nena masuk ke dalam ruangan.


"Okay...saat ini beliau menunggu dimana? Tanya Rani lalu bendiri meninggalkan komputer yang masih tetap menyala.


"Cafe lantai dua" Jawab Nena. Nena saat ini naik jabatan menjadi pengawas karyawan.

__ADS_1


Rani segera menemui menejer. PT Daftex minggu depan akan mengadakan perayaan ulang tahun. PT Daftex mempercayakan semua menu kepada Rani. Selesai membahas tentang ultah Rani segera memanggil Wattress memesan makanan dan minuman. Untuk menjamu para tamunya.


******


Sementara Topan berjalan antusias menuju Showroom. Topan mengenakan pakaian kemeja, celana bahan dan sepatu pantofel.


Topan sampai di lobby, selalu menjaga sikap saat menunggu giliran wawancara. Karena Topan wawancara urutan terakhir.


Sampai waktu yang di tunggu-tunggu Topan medapatkan giliran masuk keruangan HRD. Melalui serangkaian wawancara.


Menurut arahkan HRD, Topan masuk keruangan Derektor utama. Sampai di dalam, Topan tercengang dengan seeorang yang kemarin pagi menjemputnya di Bandara Cengkareng. Tetapi Topan bersikap seolah tidak bertemu. Topan menatap wajah sang Derektor dan berjabat tangan.


Bambang dan Topan saling pandang larut dalam pikiran masing-masing. Bambang sempat berpikir harus berbuat apa menerima Topan atau justru sebaliknya. Saat rahasianya sudah terbongkar oleh sahabat Rani sendiri. Tetapi Bambang harus profesional dari hasil tes Topan memenuhi kriteria sebagai calon asisten Bambang.


Memilih asisten pribadi menurut Bambang, sama sulitnya saat mencari pasangan hidup. Bagaimana tidak? asisten pribadi tidak hanya menyangkut masalah profesi pekerjaan namun juga menyangkut masalah pribadinya.


"Anda kami terima, selamat bergabung dengan Showroom kami" Bambang dan Topan berjabat tangan kembali.


"Terimakasih Tuan, saya akan menjalankan tugas dengan sebaik-baik nya"


"Anda bisa langsung bekerja hari ini" Ucap Bambang yakin, sebab setelah mewancarai Topan, merasa ada chemistry dengannya, yang akan Bambang jadikan asisten pribadinya.


"Sekali lagi terimakasih Tuan" Jawab Topan dengan hati yang bahagia.


Sementara Pak Wisnu dan Ayu Wandira memperhatikan Bambang dan Topan.


Dira memperhatikan Topan sejak masuk kedalam ruangan. Dadanya berdebar-debar. Rupanya Dira jatuh cinta pada pandangan pertama.


Pria tinggi putih dan tampan mampu menggetarkan hati Dira. Topan tidak seperti orang jawa pada umumnya karena Ibu Topan wanita cantik dari Bandung kemudian menikah dengan Ayah Topan asli Daerah Rani.


Topan mulai mengikuti kemana langkah boss akan berpijak, hingga siang hari Topan menemani Bambang makan siang di salah satu Cafe.


"Apa hubungan kamu dengan Rani?" Tanya Bambang seraya menyedot minuman.


"Tidak ada Tuan, saya hanya satu sekolah saat SMK dulu."


"Kamu sekarang sudah tau tentang penyamaran saya, tetapi sama minta, jangan bocorkan rahasia ini dengan Rani" Bambang kembali menyecap minumanya.


"Baik Tuan, saya jamin rahasia Tuan akan tertutup rapat"


"Tetapi kalau boleh saya tau, ada rahasia apa antara Tuan dengan Rani?" Tanya Topan menyelidiki. Topan sebagai sesama pria sudah bisa menerka bahwa bossnya tertarik dengan Rani. Tetapi bukan kah Rani sudah mempunyai suami? pertanyaa ini yang membuat Topan bingung.

__ADS_1


"Apakah salah Topan jika saya mengagumi seseorang?" Tanya Bambang terlihat frustasi.


"Jelas tidak salah Tuan, karna pria normal seperti kita, akan merasakan hal itu" Topan mulai nyambung arah pembicaraan Tuanya. Topan semakin bingung selama sehari semalam tinggal di rumah Rani tidak menemukan Daniel, otak cerdas Topan sudah bisa mengerti jika keadaan rumah tangga sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.


__ADS_2