ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MAMA SONIA BERKUNJUNG


__ADS_3

Liburan telah usai tiga hari yang lalu Zio dan Jihan udah pulang ke Jakarta. Sudah hampir empat bulan ini Jihan dan Zio memutuskan untuk tinggal diapartemen.


Sebenarnya Zio sudah menyiapkan rumah baru untuk mereka. Namun rumah tersebut masih dalam proses finishing. Belum benar-benar selesai dan boleh ditempati.


Pagi ini mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama. Setelah Zio selesai sarapan ia pamit pada istrinya dan mengecup pipi istrinya.


Cup


"Aku berangkat kerja, jangan stress dan banyak fikiran okey ?" Zio mengelus lembut kepala istrinya.


"Iya Mas." Jihan membalas dengan senyuman manis.


Setelah kepergian suaminya Jihan membereskan piring dan sisa makanan, ia mencucinya dan merapikannya lagi di dapur. Walaupun Zio sudah berulang kali meminta Jihan memakai jasa pelayan, namun Jihan tak mau hal semacam itu. Lagi pula menurutnya pekerjaan rumah bukanlah hal yang berat. Ia bisa melakukannya karena ia sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah.


Jihan membereskan apartemen mulai dari menyapu, mengepel, mengganti sprei tempat tidurnya, membersihkan kamar mandi dan kaca dinding. Semua perkerjaan rumah dilakukan olehnya seorang diri. Kecuali mencuci pakaian karena diapartemen tidak ada tempat untuk menjemur baju, ia menggunakan jasa loundry.


Saat Jihan tengah membersihkan kaca di dinding, tiba-tiba pintu bel berbunyi. Ia membuka pintu dan ternyata Mama Sonia datang mengunjungi dirinya dengan membawa berbagai sayuran dan lauk.


"Mama kenapa repot-repot sekali." Jihan membantu membawa barang-barang yang dipegang mertuanya.

__ADS_1


"Mama kebetulan lewat supermarket, Mama tahu pasti kamu belum sempat berbelanja karena baru saja pulang dari Bali." terang Sonia membuka belanjaannya satu persatu di atasi meja.


Jihan mencuci sayuran yang dibawa mertuanya kemudian memasukkannya ke dalam wadah agar rapi ketika disimpan di lemari pendingin. Setelah ia selesai, ia membuatkan teh hangat untuk mertuanya.


"Minumlah dulu, Ma. Aku mandi lagi ya, tubuhku penuh keringat karena sehabis bersih-bersih." ucap Jihan pada Mama Sonia.


"Oh iya baiklah, Mama menunggumu sayang." jawab Sonia tersenyum manis.


Jihan berlalu dari hadapan Mama mertuanya. Sonia menatap sekeliling apertemen yang ditinggali anaknya tersebut merasa kagum dengan Jihan. Ia tak menyangka jika Jihan sangat rajin. Padahal menurutnya Zio bisa saja membawa satu orang pelayan dari rumahnya untuk mengurus apartemen mereka.


Beberapa saat kemudian Jihan keluar dari kamarnya ia sudah mandi dan terlihat fresh. Ia kemudian mendekati mertuanya yang sedang menonton televisi.


"Tidak Ma, hari ini aku hanya berencana mengantar makan siang saja untuk Mas Zio." jawab Jihan


"Oh, baiklah. Ayo kita masak, Mama rindu sekali masak bersamamu." ucap Sonia dengan sedikit merengek. Hal tersebut disambut tawa oleh Jihan.


"Ayo Ma !" ajak Jihan menuju dapur. Dan di sanalah mereka bekutak memasak makan siang untuk Zio. Jihan juga membuat kue bersama Sonia.


"Ini kue apa namanya, Jihan ?" tanya Sonia menatap kue yang sudah matang.

__ADS_1


"Ini kue lapis nanas, Ma." Jihan memotongnya dan memberikannya pada Mama Sonia.


Sonia mencobanya ia begitu menyukai kue buatan menantunya itu.


"Wah enak sekali Jihan, kau belajar dari mana ?" tanya Sonia yang penasaran karena menantunya itu sangat pintar memasak dan membuat kue.


"Mama Sofia pernah mengajariku, Ma." balas Jihan apa adanya.


"Wah sepertinya nanti kita harus membuat lagi, Jihan. Mama ingin memasaknya untuk Papamu." ucap Sonia.


"Tentu saja, Ma. Akhir pekan nanti aku akan menginap dirumah Mama, kita akan membuat kue ini lagi." jawab Jihan tersenyum manis.


Jihan menggigit bibirnya ia sebenarnya ada yang ingin ditanyakan oleh mertuanya itu, namun ia sendiri masih ragu untuk mengungkapkannya.


"Ma...Apa Mama mau menemaniku ?" ucap Jihan pelan.


Sonia menoleh ke arah menantunya. "Kemana sayang ?" jawab Sonia menatap manik mata Jihan.


"Ke dokter Ma...

__ADS_1


__ADS_2