ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
PARA SUAMI YANG FRUSTASI


__ADS_3

"Memangnya ada masalah apa diantara kalian sampai bisa bertengkar begini." tanya Sonia yang pura-pura tidak tahu.


"Istri kami hilang." jawab Zio dan Ray bersamaan.


Sonia menahan tawanya agar tak tergelak ia mencoba setenang mungkin agar Zio tak menaruh curiga padanya, karena hanya ia yang tahu dimana keberadaan istri anak dan keponakannya.


"Hilang bagaimana ? bukankah kalian suaminya, mana mungkin tidak tahu dimana keberadaan istri kalian." jawab Anggara cepat ia memijit keningnya yang mendadak pusing mendengar kabar jika Jihan dan Mayang menghilang.


"Kami tidak tahu Pa, bahkan Jihan membolos kuliah dan lihat ini sudah pukul tiga sore dia bahkan belum pulang juga. Aku sudah mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak aktif." Zio semakin frustasi saja saat mengingat dirinya sudah seperti orang gila menghubungi istrinya namun hasilnya nihil.


Ray mengutak atik ponselnya ia mencoba menghubungi nomor ponsel istrinya kembali. Betapa senangnya ia saat nomor yang ia hubungi tersambung.


"Hei, kau suruh tim IT perusahanmu melacak nomor ponsel istriku !" titah Ray pada Zio.


Zio menatap tajam Ray yang berani-beraninya menyuruh dirinya. Ia kesal tapi apalah daya kali ini ia harus mengalah demi menemukan keberadaan istrinya.


"Ayolah angkat Baby !" lirih Ray saat panggilannya tak kunjung diangkat oleh istrinya. Betapa terkejutnya ia saat panggilannya tiba-tiba ditolak bahkan nomor ponselnya dinonaktifkan.


Ray mengusap kasar wajahnya ia menjadi frustasi ketika nomor ponsel istrinya menjadi tidak aktif.


.......


Kembali ke Bandung, Jihan dan Mayang sedang menikmati senja di sore hari di atas balkon villa. Pemandangan yang sangat indah dimata mereka.

__ADS_1


Apalagi saat ini menatap pemandangan itu tubuh mereka mendapatkan service terbaik dari jasa pijat yang dipesan oleh Mayang.


Setelah hari sudah mulai nampak menggelap keduanya menikmati berendam di air hangat untuk merileksasikan tubuh mereka.


"Apa yang sedang suami kita lakukan, ya ?" tanya Mayang pada Jihan yang terlihat memejamkan matanya.


"Entahlah, jangan bahas mereka. Kita nikmati saja hari ini dengan beristirahat." balas Jihan dengan mata yang terpejam.


"Apa kita berdosa Jihan ?"


"Iya kita sudah berdosa karena pergi tanpa pamit." Jihan membuka kedua matanya.


"Aku yakin mereka sedang kebingungan mencari kita." balas Mayang


.......


"Bandung !" Zio dan Ray sama-sama terkejut mendengar informasi yang disampaikan oleh staff IT di perusahaan Zio. Jika Jihan dan Mayang sedang berada di Bandung.


Sonia menyangkal dengan cepat saat Zio dan Ray sudah mengetahui dimana keberadaan Jihan dan Mayang berada.


"Ah pasti staf itu salah, mana mungkin mereka di Bandung." jawab Sonia cepat.


Zio menatap tajam Mamanya dan itu membuat Sonia bergedik ngeri melihat Zio.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang berani menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Zio dengan nada beratnya.


"Apa maksudmu, Zio ?" jawab Sonia cepat ia mencoba menyembunyikan kegugupannya.


"Maksudku...Mama pasti tahu dimana istri kami ! ayo mengakulah, Ma !" sarkas Zio menatap tajam Mamanya.


Ray dan Anggara manatap Sonia yang nampak tegang.


"Jadi Tante tahu dimana istri kami !" Ray mencoba bertanya pada Tantenya.


"Mana mungkin Tante tahu dimana istrimu, memangnya istrimu tinggal dirumah ini." Sonia berkilah, ia bangkit dari duduknya dan menatap tajam Zio dan Ray sambil bergaya tolak pinggang pada anak dan keponakannya tersebut.


"Kalian jangan asal menuduh Mama yang bukan-bukan, seharusnya kalian cari dimana keberadaan istri kalian. Bukan malah membuat keributan dirumah ini." oceh Sonia, kemudian ia mengajak Suaminya pergi meninggalkan Zio dan Ray.


"Ayo Pa, tinggalkan saja mereka. Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri." Sonia dan Anggara pergi meninggakan Zio dan Ray yang terlihat sama-sama frustasi.


Zio dan Ray semakin pusing dengan keadaan seperti ini, Ray mencoba menelfon dan menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan istrinya yang katanya ada di Bandung.


Berbeda dengan Zio walaupun Zio tahu istrinya ada di kota itu, tapi kota tersebut sangat besar. Ia harus mencari informasi dimana pastinya keberadaan istrinya. Dan dia harus mendapatkan informasi tersebut dari Mamanya, karena ia yakin Mamanya pasti tahu dimana istrinya berada.


"Hei kau mau kemana ?" ucap Ray yang hendak menaiki anak tangga.


"Tentu saja menguping, aku yakin Mama pasti tahu dimana istri kita berada." jawab Zio yakin pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku ikut !"


__ADS_2