ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
PAKAI TELOR


__ADS_3

Keesokan harinya Sonia dan Jihan sedang duduk diruang keluarga mereka berdua sedang memilih undangan resepsi pernikahan.


"Jihan sepertinya nuansa gold ini bagus sekali." ucap Sonia yang menyodorkan satu jenis undangan berwarna gold pada menantunya.


"Iya terlihat elegan, Ma." jawab Jihan melihat dan membuka undangan ditangannya.


"Bagaimana Zio, apa kau suka ?" Tanya Sonia pada Zio yang sedang memainkan ponselnya.


"Apapun yang menurut Mama bagus, aku pun menyukainya." jawab Zio tersenyum senang.


"Oke, nanti Mama hubungi teman Mama supaya meembuatkan undangan ini untuk kalian." ucap Sonia begitu semangat ikut menyiapkan rencana resepsi pernikahan anaknya.


"Jadi rencananya dua minggu lagi ?" ucap Anggara ikut nimbrung pada obrolan anak dan istrinya.


"Iya Pa, Papa harus mengundang seluruh kolega bisnis kita ya, dan juga keluarga besar kita jangan lupa untuk memberitahu mereka." ucap Sonia pada suaminya.


"Pastinya Ma, rumah ini pasti akan sangat ramai ketika keluarga sudah berkumpul."


"Iya Mama jadi tidak sabar menantikannya."


Jihan dan Zio sama-sama bahagia saat orang tuanya ikut bahagia menyiapkan pesta pernikahan mereka. Mereka sangat bersyukur karena memiliki orang tua yang mendukung kebahagiaan mereka.

__ADS_1


"Kalian akan bulan madu kemana ?" tanya Sonia pada anak dan menantunya.


"Memangnya harus bulan madu Ma ?" tanya Jihan apa adanya.


Sonia terkekeh mendengar ucapan Jihan. "Tentu saja, siapa tahu setelah bulan madu ada calon cucu Mama disini." ucap Sonia merasa gembira sambil mengelus perut rata menantunya itu.


"Kami belum membicarakannya Ma, nanti akan kami beri tahu jika kami ingin pergi berbulan madu." balas Zio mengenggam tangan Jihan.


"Kenapa Mama semangat sekali jika membahas tentang bulan madu, apa Mama ingin mengulang bulan madu kembali ?" tanya Anggara mengedipkan satu matanya ke arah Sonia.


"Dasar akik-akik, apa salahnya jika Mama mempertanyakan hal itu pada Zio dan Jihan." balas Sonia ketus.


"Bilang saja Ma jika ingin diulang, dengan senang hati Papa akan mengabulkan." Anggara tersenyum smirk.


"Hahahaha...." Tawa Zio pecah saat mendengar perdebatan kedua orang tuanya.


"Mas, jangan seperti itu." Jihan menasehati suaminya agar tidak menertawakan kedua orang tuanya sendiri.


"Tapi Mama ketagihan kan saat di hotel waktu itu ?" balas Anggara cepat.


blush

__ADS_1


Wajah Sonia memerah bagaikan tomat saat ia mendengar ucapan suaminya terlebih saat ia berbicara tanpa filter di depan anak dan menantunya. Sonia benar-benar malu, ia kemudian bangkit dari duduknya mengajak Jihan mengikutinya ke lantai atas.


"Hahaha" Tawa Zio kembali pecah saat melihat Mamanya malu dan pergi mengajak Jihan ikut bersamanya.


"Kau menertawakan orang tua, dasar anak nakal !" Anggara menatap sengit anaknya ia begitu kesal ditertawai oleh anaknya sendiri.


"Papa dan Mama sangat lucu, memangnya Papa pakai apa sampai Mama menjadi malu seperti itu ?" tanya Zio yang masih terkekeh.


"Papa minum ramuan, apa kau mau mencobanya ? Rencananya Papa mau meminumnya lagi malam ini." Jawab Anggara bersemangat.


"Ramuan ?" Zio melongo tidak percaya dengan yang diucapkan oleh Papanya. Diusia lanjut Anggara walaupun terlihat masih tampan, tentu Anggara masih memiliki semangat yang tinggi untuk melakukan olahraga diatas ranjang bersama Sonia.


"Ayo kita buat dulu didapur !" ajak Anggara pada anaknya.


Anggara menyeduh dua gelas minuman ramuan herbal yang dapat meningkatkan performa laki-laki dalam berhubungan intim. Anggara mendapatkan itu dari salah satu teman baiknya.


"Pa kenapa dicampur telur mentah ?" Zio menelan kasar silvanya saat Papanya mengaduk minuman itu dengan sebutir telur mentah.


"Biar mantap Zio, ayo minumlah !" Anggars menyodorkan satu gelas ke arah Zio, tentu Zio tak berani meminumnya. Namun karena dipaksa oleh Papanya, Zio akhirnya meminum ramuan itu sampai tandas dan tersisa.


"Rasakan kau anak nakal, berani sakali menertawakan orang tua. Siap-siap saja pinggangmu encok besok pagi !" ucap Anggara dalam hati, ia merasa puas karena sudah berhasil mengerjai putranya yang selalu menjengkelkan dirinya.

__ADS_1


... ...


__ADS_2