ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SEPERTI DI FILM


__ADS_3

"Jangan bilang jika kau dan Mama serta Papa membohongiku waktu itu." tanya Zio dengan sorot mata yang dalam pada Jihan.


Jantung Jihan berdegup kencang saat mendengar ucapan suaminya, seharusnya ia bisa menutup rapat rahasia itu entah kenapa mulutnya keceplosan mengatakannya.


"Sayang sepertinya kau harus mendapat hukuman." ucap Zio dengan tegas ia menatap tajam Jihan senyuman smirk di bibirnya.


"Ma..mas apa yang kau lakukan ?" tanya Jihan dengan gugup saat tangannya di ikat oleh suaminya di kedua sisi ranjang.


"Memberi hukuman istri nakal ku." ucap Zio mengikat kedua tangan Jihan dengan sebuah dasi di kedua sisi ranjang.


"Jangan membuatku takut, Mas." Jihan menjadi takut saat tangannya usai di ikat oleh suaminya. Ia jadi mengingat adegan film fifty shades of grey. Sebab suaminya itu selalu merengek padanya ingin melakukan percintaan semacam itu dengannya.


"Ma..mas jangan bilang kau mau melakukannya seperti di film itu" tanya Jihan cepat


"Boleh ya ? Anggap saja hukuman karena sudah membohongiku lagi pula aku sudah lama memintanya bukan ?" jawab Zio, iya memang benar Zio menginginkan bercinta semacam itu pada istrinya.


"Tapi pelan-pelan." pinta Jihan pasrah jika begini ia harus apa kecuali menuruti keinginan suaminya.

__ADS_1


aaaaahhhh


"Baiklah Ibu negara dengan senang hati." jawab Zio ia kemudian melakukan percintaan panas itu dengan istrinya untungnya kamar mereka kedap suara jadi suara des.sahan dan teriakan kenikmatan mereka berdua tidak terdengar sampai di luar kamar.


aaahhh aahhhh aaaahhh


Mereka bercinta dengan hebat hingga tubuh mereka menggelepar setelah melakukannya. Zio menciumi seluruh wajah istrinya dan memegang ke dua tangan Jihan yang sedikit memerah karena bekas ikatan.


"Pasti sakit ya ?" tanya Zio pada istrinya yang terlihat memejamkan matanya.


"Aku janji tidak akan melakukannya." ucap Zio ia merasa bersalah pada istrinya.


"Baguslah, tapi ingat mulai besok tidak ada ritual olah raga malam lagi. Sebab minggu depan aku akan ujian semester." ucap Jihan membuka matanya.


Zio membulatkan kedua matanya saat mendengar permintaan istrinya yang tidak memperbolehkan bercinta lagi mulai besok Padahal ia baru berbuka puasa selama dua hari, tapi ia harus berpuasa kembali karena istrinya akan fokus ujian semester.


"Sayang..." lirih Zio

__ADS_1


"Puasa !" jawab Jihan cepat dengan manatap tajam suaminya.


Zio mendengus kesal tapi bukan Zio namanya jika tidak bisa mendapatkan haknya berbagai macam cara pastinya akan Zio lakukan pada istrinya.


"Tidak ada olahraga malam berarti masih ada olahraga pagi dan siang hari." ucap Zio terkekeh geli. Hal itu tentu membuat Jihan membelalakkan matanya.


"Dasar suami mesum !" ucap Jihan kemudian membelakangi tubuh suaminya.


Zio masih terkekeh kemudian ia memeluk tubuh polos istrinya itu dari arah belakang dan tanpa sengaja memegang dua gundukan kembar milik istrinya.


"Sepertinya ukurannya semakin besar" ucap Zio memainkannya dengan gemas hingga Jihan melengguh.


"Mas jaga tanganmu aku mau tidur." balas Jihan


"Baiklah ayo kita tidur." ucap Zio kemudian mereka lalu tertidur hingga pukul lima subuh Jihan dan Zio terbangun karena hendak menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Namun bukan Zio namanya jika setiap pagi mereka tidak mandi bersama bukan hanya mandi tapi juga melakukan percintaan sekali lagi sebagai obat vitamin pagi menurut Zio. Dan Jihan hanya bisa melayani suaminya itu, karena sudah dari dulu suaminya mesum tingkat akut jika sudah bersama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2