ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
BERTEMU SAHABAT


__ADS_3

"Jihan" panggil Zio untuk yang kedua kalinya. Jihan tersadar dari lamunannya kemudian ia menoleh ke arah Zio.


"Iya ?"


"Kau memikirkan apa ?"


"Tidak, tidak ada" Jihan kembali menatap lurus ke depan. "Mas, dipertigaan nanti belok ke kiri" perintah Jihan pada Zio yang sedang menyetir mobil.


"Memangnya kita mau kemana ?" Zio mengernyitkan dahinya.


"Aku ingin makan lagi" ucap Jihan pelan.


Zio terkekeh mendengar ucapan istrinya itu ia sampai lupa kalau tadi Jihan belum selesai makan dan mengajaknya pulang.


"Maafkan aku, baiklah kita makan lagi" Zio mengelus lembut rambut Jihan.


.......


"Aku baru tahu kalau disini ada Cafe sebagus ini" ucap Zio menatap Cafe yang begitu menarik perhatiannya.


"Aku pernah makan disini sekali, Mas. Makanya aku mengajakmu kemari" jawab Jihan sambil mengunyah makanannya.


Saat mereka asyik makan tiba-tiba ada yang menyapa Jihan tak jauh dari tempat Jihan dan Zio duduk.


'Jihan'

__ADS_1


Jihan menoleh ke sumber suara betapa terkejutnya ia siapa yang dilihatnya. Dia adalah Mayang sahabat Jihan disekolah. Mayang menghampiri Jihan dan langsung berhambur memeluk Jihan.


"Jihan aku merindukanmu, aku datang ke rumahmu tapi tidak ada orang disana sepi sunyi seperti pemakaman" Sunggut Mayang menatap kesal Jihan.


"Aku juga merindukanmu" balas Jihan tersenyum senang. "Ayahku meninggal May" lirih Jihan.


"Apa !" Mayang terkejut mendengar kabar Jihan yang kehilangan Ayahnya. Ia menjadi bersalah karena tidak ada disamping Jihan saat sahabatnya itu tengah beduka.


"Maafkan aku, pasti berat untukmu" Mayang kembali memeluk Jihan dengan erat dengan air mata yang berjatuhan.


"Kau cengeng sekali padahal aku yang kehilangan Ayahku" ledek Jihan saat melihat sahabatnya itu menangis.


"Bagaimana aku tidak sedih, kau pasti berduka seorang diri kan ?" isak Mayang dalam tangisnya.


"Semua sudah berlalu, Tuhan mengambil Ayahku agar aku lebih kuat menjalani kehidupan bukan menjadi lemah dan terpuruk"


"Oh Iya, apa kabar Mama Sofia. Apa liburan kalian menyenangkan ?"


"Kabar Mama baik, kau harus bertemu dengannya."


"Tentu saja, sampaikan salamku pada Mamamu" Jawab Jihan tersenyum manis.


Zio yang melihat interaksi antara Jihan dan Mayang ia merasa tidak diperhatikan. Ia kemudian berdehem dan itu memantik perhatian Jihan dan Mayang.


Mayang yang baru menyadari kalau Jihan bersama seorang laki-laki. Mata Mayang begitu berbinar saat melihat lelaki itu begitu tampan.

__ADS_1


"Gantengnya..." ucapan itu lolos begitu saja dari mulut Mayang.


Zio menaikkan alisnya ketika dipuji oleh sahabat Jihan.


"Jihan dia siapa ?" tanya Mayang cepat.


"Eeh...itu" Jihan bingung mau menyebut Zio apa di hadapan Mayang.


"Tapi tunggu dulu, aku sepertinya pernah melihatnya" Mayang menelisik Zio


"Mungkin kau salah lihat" jawab Jihan cepat.


"Eh diam dulu Ji, aku sedang berpikir" Mayang mencoba mengingat-ingat siapa lelaki di hadapannya kini.


"Ais..aku tidak ingat" Mayang menjadi kesal sendiri karena tak mengingat siapa Zio.


"Sudah jangan memaksakan untuk bepikir nanti ku pusing sendiri" Jihan mencoba mengalihkan perhatian Mayang pada Zio.


"Apa kalian berpacaran ?" tanya Mayang cepat menatap Jihan dan Zio secara bergantian.


"Lebih dari itu" jawab Zio santai kemudian meneguk minumannya.


"Wah..Jihan aku tak menyangka kau sudah punya kekasih dan kekasihmu pria dewasa yang begitu tampan. Aku jadi iri padamu Ji, aku pikir kau akan menghabiskan waktu dengan membaca buku. Tidak punya waktu untuk berpacaran dan ku kira kau akan terus berkhayal bisa bersama dengan Devan." celoteh Mayang tiada henti.


Namun saat Mayang menyebut nama Devan. Jihan menelan silvanya saat Zio menatap tajam dirinya. Sudah dipastikan kalau Zio cemburu kalau dirinya menyukai lelaki lain.

__ADS_1


'matilah aku !' batin Jihan


__ADS_2