
"Katakan padaku dimana Cindy !" teriak Zio rahangnya mengeras saat ia benar-benar yakin bahwa wanita dihadapannya kini bukanlah Cindy.
"Di..dia..dia sudah meninggal." lirih Cindy terpaksa berkata jujur ia sangat takut jika Zio nekat padanya dan bisa saja menghabisi nyawanya saat itu juga.
deg
Jantung Zio seakan berhenti berdetak saat mendengar jika wanita yang pernah ia cintai sudah tiada.
"Walaupun dia sudah meninggal tapi kau masih memiliki aku, lihat aku, wajahku ! aku sama dengannya !" Cindy memberanikan diri membela dirinya.
Amarah Zio semakin berkobar saat mendengar ucapan Cindy dihadapannya kini. "Kau ? kenapa kau membohongiku selama ini ? Dengan wajahmu itu !" bentak Zio membanting vas bunga yang ada diatas meja.
Aaaaaaahhh
Nindy berteriak ketakutan saat vas bunga itu pecah.
"Karena aku menyukaimu dan aku mencintaimu seperti saudara kembarku !" jawab Nindy cepat.
"Kau gila, Nindy !" Zio menyebut nama asli wanita dihadapannya dengan suara yang bergetar.
"Aku tidak gila Zio, lihat wajahku, suaraku ! aku sama dengan Cindy. Aku mencintaimu !"
"Itu bukan cinta tapi obesesimu semata, Nindy !"
__ADS_1
"Tidak aku Zio, aku benar-benar mencintaimu !"
"Tega sekali kau membohongiku memanfaatkan cintaku demi obesesimu."
"Dengarkan aku baik-baik, pergi dan menjauhlah dari hidupku. Atau aku bisa saja membunuhmu !" ucap Zio dingin ia kemudian meninggalkan Nindy yang ketakutan melihat Zio yang murka padanya.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula itulah yang dirasakan oleh Nindy saat ini. Pada saat ia dirumah sakit ia mendapatkan kenyataan bahwa lelaki yang ia cintai sudah menikah dengan wanita lain. Saat dirumah sakit pula ia harus menerima kenyataan jika ia mengidap penyakit kanker rahim. Dan sekarang lelaki yang ia cintai itu sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Nindy menangis tergugu terduduk dilantai. Tuhan benar-benar menghukumnya atas perbuatannya dimasa lalu. Apa yang harus ia lakukan sekarang, menjalani kehidupan yang sebentar lagi akan menghadapi kematian.
hiks
hiks
"Maafkan aku Cindy" ucap Nindy di sela isak tangisnya ia merasa sangat bersalah dan berdosa dengan saudari kembarnya.
"Maafkan aku..aku baru datang kemari" lirih Zio ditengah tangisnya. Zio mengelus batu nisan milik wanita yang pernah hadir dalam hidupnya itu. Air matanya terus membasahi pipinya, tangisnya seakan tak mereda.
"Kenapa sesakit ini rasanya kehilanganmu ? kenapa baru sekarang aku tahu kau tiada ? kenapa saudarimu begitu tega padaku ?"
Tangis Zio semakin menjadi-jadi dipusara Cindy, ia benar-benar rapuh.
Kehilangan seseorang yang sangat dicintai tentu begitu menyakitkan. Zio teringat pada Jihan saat ia kehilangan Ayah kandungnya. Ternyata serapuh itu rasanya, tak mampu diucapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Mentari meredup bias cakrawala
Warna-warni kehidupan
Selalu berubah dan berubah terus berubah
Kadang hitam kadang putih merah api lalu kuning
Biru, ungu, lalu jingga
Selalu berubah dan berubah terus berubah
Perlahan tenggelam perlahan menghitam
Perlahan-lahan mulai menghilang
Ya semakin menghitam dan menghitam dalam kegelapan
Kadang hitam kadang putih merah api lalu kuning, biru ungu lalu jingga
Selalu berubah dan berubah terus berubah
Sunset di hatiku.....
__ADS_1
... ....
Gaes hari ini aku usahain update 3 Bab ya makasih yang udah sabar nungguin, like dan komen kalian aku doain kalian sehat selalu banyak rezekinya yaa..😘💕