ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
RAPUH


__ADS_3

"Katakan padaku dimana Cindy !" teriak Zio rahangnya mengeras saat ia benar-benar yakin bahwa wanita dihadapannya kini bukanlah Cindy.


"Di..dia..dia sudah meninggal." lirih Cindy terpaksa berkata jujur ia sangat takut jika Zio nekat padanya dan bisa saja menghabisi nyawanya saat itu juga.


deg


Jantung Zio seakan berhenti berdetak saat mendengar jika wanita yang pernah ia cintai sudah tiada.


"Walaupun dia sudah meninggal tapi kau masih memiliki aku, lihat aku, wajahku ! aku sama dengannya !" Cindy memberanikan diri membela dirinya.


Amarah Zio semakin berkobar saat mendengar ucapan Cindy dihadapannya kini. "Kau ? kenapa kau membohongiku selama ini ? Dengan wajahmu itu !" bentak Zio membanting vas bunga yang ada diatas meja.


Aaaaaaahhh


Nindy berteriak ketakutan saat vas bunga itu pecah.


"Karena aku menyukaimu dan aku mencintaimu seperti saudara kembarku !" jawab Nindy cepat.


"Kau gila, Nindy !" Zio menyebut nama asli wanita dihadapannya dengan suara yang bergetar.


"Aku tidak gila Zio, lihat wajahku, suaraku ! aku sama dengan Cindy. Aku mencintaimu !"


"Itu bukan cinta tapi obesesimu semata, Nindy !"

__ADS_1


"Tidak aku Zio, aku benar-benar mencintaimu !"


"Tega sekali kau membohongiku memanfaatkan cintaku demi obesesimu."


"Dengarkan aku baik-baik, pergi dan menjauhlah dari hidupku. Atau aku bisa saja membunuhmu !" ucap Zio dingin ia kemudian meninggalkan Nindy yang ketakutan melihat Zio yang murka padanya.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula itulah yang dirasakan oleh Nindy saat ini. Pada saat ia dirumah sakit ia mendapatkan kenyataan bahwa lelaki yang ia cintai sudah menikah dengan wanita lain. Saat dirumah sakit pula ia harus menerima kenyataan jika ia mengidap penyakit kanker rahim. Dan sekarang lelaki yang ia cintai itu sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya.


Nindy menangis tergugu terduduk dilantai. Tuhan benar-benar menghukumnya atas perbuatannya dimasa lalu. Apa yang harus ia lakukan sekarang, menjalani kehidupan yang sebentar lagi akan menghadapi kematian.


hiks


hiks


"Maafkan aku Cindy" ucap Nindy di sela isak tangisnya ia merasa sangat bersalah dan berdosa dengan saudari kembarnya.


"Maafkan aku..aku baru datang kemari" lirih Zio ditengah tangisnya. Zio mengelus batu nisan milik wanita yang pernah hadir dalam hidupnya itu. Air matanya terus membasahi pipinya, tangisnya seakan tak mereda.


"Kenapa sesakit ini rasanya kehilanganmu ? kenapa baru sekarang aku tahu kau tiada ? kenapa saudarimu begitu tega padaku ?"


Tangis Zio semakin menjadi-jadi dipusara Cindy, ia benar-benar rapuh.


Kehilangan seseorang yang sangat dicintai tentu begitu menyakitkan. Zio teringat pada Jihan saat ia kehilangan Ayah kandungnya. Ternyata serapuh itu rasanya, tak mampu diucapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Mentari meredup bias cakrawala


Warna-warni kehidupan


Selalu berubah dan berubah terus berubah


Kadang hitam kadang putih merah api lalu kuning


Biru, ungu, lalu jingga


Selalu berubah dan berubah terus berubah


Perlahan tenggelam perlahan menghitam


Perlahan-lahan mulai menghilang


Ya semakin menghitam dan menghitam dalam kegelapan


Kadang hitam kadang putih merah api lalu kuning, biru ungu lalu jingga


Selalu berubah dan berubah terus berubah


Sunset di hatiku.....

__ADS_1


... ....


Gaes hari ini aku usahain update 3 Bab ya makasih yang udah sabar nungguin, like dan komen kalian aku doain kalian sehat selalu banyak rezekinya yaa..😘💕


__ADS_2