ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SUAMI-SUAMI YANG MESUM


__ADS_3

"Siapa nama bayi tampan kalian ini ?" tanya Jihan pada Mayang saat sahabatnya itu sudah dipindahkan ke ruang rawat dan juga bayi Mayang sedang tertidur di dalam box bayi.


"Rama Putra Graham" ucap Ray mendekat ke arah Jihan dan Zio yang sedang melihat bayinya.


"Kenapa Orang tuamu belum datang juga ?" tanya Zio pada Ray yang sedari tadi belum melihat kedatangan kedua orang tua Ray.


"Jarak Jerman ke Indonesia sangat lama, Zio." balas Ray "Mereka akan menginap di rumah orang tuamu." sambung Ray lagi.


Zio menganggukkan kepalanya tanya ia mengerti. Ia kemudian pandangan matanya kembali melihat Rama yang begitu menggemaskan. "Sayang, aku tidak sabar menantikan anak kita lahir nanti." ucap Zio pada Jihan.


"Iya, aku pun tidak sabar menunggu hari itu." jawab Jihan sambil mengelus perut buncitnya.


"Abang aku lapar." ucap Mayang pada suaminya. Dengan sigap Ray mengambil nampan berisi makanan ia menyuapi istrinya itu, karena ia tahu tenaganya pasti terkuras setelah melahirkan bayi mereka.


"Kau harus makan yang banyak mengandung nutrisi agar ASI mu lancar, Baby." ucap Ray sambil menyuapi istrinya.

__ADS_1


"Iya Bang." jawab Mayang


"Aku jadi harus mengalah selama dua tahun ke depan karena mainan favoritku lebih banyak dipakai oleh Baby Rama." ucap Ray dengan tak tahu malunya di hadapan Zio dan Jihan bahkan mertuanya.


"Dasar suami mesum ! kau membicarakan itu di depan orang lain." lirih Mayang pada suaminya.


"Tenang saja kami tidak mendengarnya." ucap Zio cepat dengan terkekeh geli mendengar percakapan sepupunya itu.


"Hei kau Zio, siap-siap saja nanti kau akan merasakan hal yang sama sepertiku. Apalagi kau harus berpuasa selama 40 hari." ucap Ray menoleh ke arah Zio.


"Mana ada yang seperti itu, bisa-bisa ular milikku karatan." jawab Zio tanpa memperdulikan adanya Mama Sofia disampingnya.


Jihan sudah tidak tahan mendengar interaksi antara suaminya dan Ray ia pun berceloteh pada mereka. "Dasar kalian memang sama-sama suami mesum ! tidakkah kalian membicarakan hal lain !" oceh Jihan ada suami dan sepupu suaminya tersebut.


Ray dan Zio yang menyadari ucapan mereka di perhatikan Mama Sofia mendadak menjadi malu dan membuang muka masing-masing. Mama Sofia yang mendengarkan itu sedari tadi hanya bisa tersenyum ia pikir anak muda pasti memang memiliki hasrat yang masih tinggi pastinya.

__ADS_1


"Sudahlah, tidak apa-apa" ucap Mama Sofia


Tiba-tiba datanglah Mama Sonia dan Papa Anggara ke ruang rawat Mayang.


"Wah...selamat Nyonya Sofia, kau sudah menjadi seorang Nenek sekarang." ucap Sonia memeluk Sofia.


"Terimakasih, kau pun sama sebentar lagi akan menjadi seorang Nenek juga nantiny." jawab Sofia tersenyum ramah.


"Iya doakan semoga nanti menantuku melahirkan dengan selamat dan sehat." balas Sonia


"Aamiin." semua orang mengaminkannya


Sonia melihat bayi Rama begitu menggemaskan dan tampan menurutnya. "Kau sudah menjadi seorang Ayah, sekarang Ray. Aku tak menyangka dulu kau anak yang nakal dan sulit di atur kini sudah dewasa dan diberi tanggung jawab menjadi seorang Ayah." ucap Sonia


"Iya, Papa jadi ingat bagaimana nakalnya Ray dahulu." ucap Anggara ikut berbicara.

__ADS_1


"Ayolah Om, Tante. Jangan membicarakan siapa aku di depan anakku, kasihan dia baru lahir sudah diajak bergosip." ucap Ray mengalihkan pembicaraan Om dan Tantenya agar tak membicarakan dirinya di hadapan semua orang, tentu karena ia merasa malu pastinya.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Ray, mereka ikut merasakan kebahagiaan saat Ray dan Mayang sudah dikaruniai seorang anak.


__ADS_2