
"Apa Mas menyesal sekarang ?" tanya Jihan menatap Zio yang memandang lurus kedepan.
"Sangat ! aku menyesal bukan karena mencintainya tapi menyesal karena menghabiskan waktu dengan orang salah"
"Tapi lebih baik terluka sekarang bukan ? dari pada nanti saat kalian sudah menikah ?" tanya Jihan lagi.
"Iya kau benar" Zio menoleh ke arah Jihan. "Jihan jujur saja aku sangat bersalah padamu, karena waktu itu lebih memilih Cindy ketimbang dirimu yang jelas-jelas gadis yang sangat baik" Zio tersenyum getir menatap Jihan.
"Tak apa aku bisa mengerti Mas, mungkin jika aku ada diposisimu aku juga akan melakukan hal yang sama. Bukankah cinta bisa membuat orang lupa diri bahkan buta mata dan hati hingga tak percaya ucapan orang lain" Jawab Jihan bersikap dewasa.
"Terimakasih, aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu. Eh salah mungkin pacar yang baik dulu untukmu" Zio terkekeh memperbaiki ucapannya.
"Iya, kau harus baik padaku Mas. Jika tidak aku akan melaporkanmu pada Mama Sonia dan bila perlu pergi dari sisimu" ancam Jihan
"Kau berani mengancam sekarang ya ?" Zio mendelik pada Jihan.
Jihan bangun dari duduknya ia kemudian berkacak pinggang di hadapan Zio. "Iya tentu saja, kenapa ?"
Zio mendadak jadi kesal karena tingkah Jihan padanya ia juga ikut berdiri dari duduknya. Dan menatap tajam Jihan. Jihan yang memahami situasi itu ia kemudian berlari masuk ke dalam kamar, dan Zio berusaha mengejar Jihan.
__ADS_1
Hingga terjadilah aksi kejar-kejaran diantara mereka berdua.
"Mau kemana kau ? sini !"
"Tidak mau !"
"Kau berani sakali mengancamku pergi dari sisiku !"
"Iya tentu saja, memangnya kenapa hah ?"
"Sini kau, akan ku beri perhitungan padamu"
Saat Zio hendak mengejar Jihan kembali Zio tersandung karpet. Hingga menyebabkan dirinya hampir terjatuh. Sudah dipastikan Zio akan membentur lantai pada bagian kepala, jika ia sampai jatuh.
Jihan yang melihat itu sontak langsung meraih tangan Zio ke sisi kiri karena ada ranjang disana. Jihan menarik tangan Zio hingga tubuh mereka sama-sama jatuh diatas ranjang. Mereka sama-sama saling menatap.
Saat ini posisi Zio ada diatas tubuh Jihan. Zio mengalihkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
Kemudian mengecup kening Jihan hingga Jihan menutup kedua matanya. Setelah mencium kening Jihan, pandangan Zio beralih pada bibir ranum Jihan. Ia mengecup bibir itu kemudian **********.
__ADS_1
Jihan yang terbuai akan sentuhan Zio ia pun mengikuti permainan bibir Zio dan tak sungkang membalasnya.
Ciuman itu yang awalnya lembut' lama kelamaan menjadi panas. Zio mencium dan menyesap leher Jihan hingga mengeluarkan suara melengguh.
Zio membuat tanda-tanda kepemilikan disana, Jihan yang sudah terbuai dengan perlakuan Zio hanya bisa pasrah dan menikmatinya saja.
Zio kembali ******* bibir Jihan namun kali ini dengan penuh naf.su karena dia sedang dalam keadaan ingin.
"Jihan...bolehkah ?" ucap Zio dengan nafas yang tak beraturan dan debaran jantung yang tak menentu. Begitupun Jihan ia benar-benar tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.
"Mas..." Zio kembali ******* bibir Jihan tanpa mendengar jawabannya karena ia sudah diselimuti nafsu yang memuncak. Zio melepaskan pakaiannya tanpa melepaskan pangutan bibirnya pada Jihan.
Tiba-tiba....
... ....
***Tiba-tiba kalian harus like dan comen 😂🤣😅
Kira-kira mesti dilanjut atau tidak ? ðŸ¤***
__ADS_1