ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
DICULIK


__ADS_3

Jihan menjalani kuliahnya dengan lancar hari ini hanya saja ada satu Dosen yang tidak hadir mengharuskan kelas mereka pulang lebih awal. Saat ia hendak pulang ia mampir terlebih dahulu ke kafe di dekat kampusnya, lagi pula sopirnya belum datang menjemput dirinya.


Jihan berjalan seorang diri kebetulan suasana sangat sepi ia tak menyadari jika sedari tadi ada mobil hitam dari kejauhan mengintai dirinya.


Saat Jihan akan menyebrang jalan tiba-tiba mulutnya di bekap dari belakang dan ia dimasukkan secara paksa di dalam mobil hitam tersebut.


Jihan meronta-ronta saat tubuhnya dipegangi oleh dua orang lelaki bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam.


"Lepaskan aku ! siapa kalian !" teriak Jihan


"Diam !" bentak satu orang lelaki berbaju hitam pada Jihan.


Jihan tak terima sebisa mungkin ia terus meronta bahkan ia membuat perlawanan pada dua lelaki yang memegangi tangannya dengan menggigit tangan lelaki itu secara bergantian sehingga para lelaki itu kesakitan.


Satu lelaki itu kemudian dengan cepat memegang tangan Jihan dan mengikatnya.


"Berengsek ! lepaskan aku !" maki Jihan


"Diam !" teriak satu lelaki berbaju hitam pada Jihan.

__ADS_1


Dengan cepat salah satu diantara mereka membekap Jihan dengan obat bius hingga Jihan tak sadarkan diri.


Beberapa jam kemudian Jihan tersadar ia menatap sekelilingnya ternyata saat ini ia sedang berada di sebuah kamar. Ia melihat dari keca jendela menampilkan pemandangan lautan.


Jihan langsung bangkit dari tidurnya dan mencoba keluar dari kamar tersebut namun sayangnya pintu kamar itu terkunci dari luar.


"Hei buka pintunya ! tolong siapapun itu tolong buka pintunya !" teriak Jihan berharap ada yang mendengar suara dirinya.


Jihan mencoba menuju jendela barang kali ia bisa keluar dari kamar itu lewat jendela. Namun sayangnya ternyata kamarnya berada di lantai tiga, tidak memungkinkan jika Jihan lari dan melompat dari jendela.


"Astaga...Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan." ucap Jihan frustasi.


Lain Jihan lain pula dengan Fabrizio, saat ini ia sedang melakukan rapat dengan para dewan komisaris membahas tentang perkembangan perusahaan yang ia pimpin.


Saat Zio sedang fokus pada rapat tersebut, tiba-tiba Romi menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinganya. Zio membulatkan kedua matanya saat mendengar kabar yang disampaikan oleh Romi, jika Jihan belum pulang ke rumah padahal saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Romi mencoba mengutak-atik ponselnya memberi pesan pada istrinya namun tak kunjung mendapat balasan kemudian menelfon nya namun nomor ponsel Jihan tidak aktif.


Zio menjadi gusar ia kemudian membubarkan rapat tersebut dan menuju ruangannya mencoba menghubungi istrinya kembali namun hasilnya tetap sama.

__ADS_1


Zio lalu menghubungi Mayang dan ternyata Mayang tidak masuk kuliah hari ini karena ia sedang sakit. Jadi Mayang tidak mengetahui prihal Jihan.


"Hubungi pihak IT lacak keberadaan istriku !" titah Zio pada Romi


Sepuluh menit kemudian Romi datang dan menyerahkan tabletnya pada Zio yang menampilkan rekaman CCTV dimana Jihan berjalan keluar dari kampus dan berakhir di bawa oleh dua orang lelaki berbaju serba hitam dengan memakai masker.


Rahang Zio mengeras ia tak terima jika Jihan menjadi korban penculikan. Lalu siapa yang berani menculik istrinya ? Padahal selama ini kehidupan rumah tangganya baik-baik saja, jika di katakan Zio memiliki musuh di dalam selimut lalu siapa pelakunya ?


Zio panik apalagi saat Romi mengatakan jika ponsel Jihan hanya terdeteksi tidak jauh dari kampusnya. Itu artinya ponsel istrinya sudah di ambil alih oleh orang lain.


"Kurang ajar ! Siapa berani menculik istriku !" suara Zio menggema seisi ruangannya.


"Romi lacak keberadaan mobil ini, cari sampai ketemu !" ucap Zio pada Romi


"Tim IT sedang berusaha Tuan, Tuan sabar sedikit." balas Romi


Prang


Zio membanting apapun di hadapannya di depan Romi ia semakin murka saat Romi mengatakan ia harus sedikit bersabar agar tahu dimana Jihan saat ini berada.

__ADS_1


__ADS_2