
Beberapa minggu kemudian Jihan sudah selesai dengan cuti kuliahnya. Hari ini ia akan masuk kuliah seperti biasa. Sebelum ia berangkat kuliah, Jihan selalu menyiapkan Asi untuk Keenan yang sudah dipompa terlebih dahulu dan disimpan di lemari pendingin khusus untuknya.
"Sayang, kau sudah selesai ?" tanya Zio setelah mengancingkan kemeja yang melekat ditubuhnya.
Jihan menoleh ke arah suaminya yang masih belum memakai dasinya. Ia membereskan pompa Asi yang sudah ia pakai dan memasukkan Asi ke dalam lemari pendingin. Kemudian ia mendekatkan diri ke arah suaminya dan membantu suaminya itu memakai dasinya.
"Selesai" ucap Jihan setelah memakaikan dasi pada suaminya
"Terimakasih" ucap Zio tersenyum manis kemudian mencium bibir istrinya sekilas.
Cup
Jihan pun membalas dengan kecupan di pipi suaminya "Sama-sama".
"Berarti nanti malam Daddy Zio, bisa unboxing." ucap Zio mengedipkan satu matanya pada istrinya. Pasalnya sudah dua bulan ini Zio belum berbuka puasa, karena ia ingin Jihan benar-benar sudah pulih dan sudah kembali masuk kuliah dahulu, baru ia berani untuk menyentuh istrinya kembali.
__ADS_1
"Sepertinya bisa, mengingat alat kontrasepsi nya sudah dipasang selama satu minggu. Pasti obatnya sudah berjalan." jawab Jihan.
Ya satu minggu lalu Zio dan Jihan berkonsultasi pada dokter kandungan sebab mereka mau menunda kehamilan. Dan Jihan memilih untuk memakai alat KB Implan yang berjangka waktu tiga tahun.
"Wah...kalau begitu sekarang saja bagaimana ?" tawar Zio
Jihan mencubit perut suaminya hingga ia meringis kesakitan. Karena Jihan kesal saat mendengar suaminya meminta haknya di pagi hari seperti ini padahal mereka sama-sama memiliki kesibukan masing-masing.
"Jangan ngadi-ngadi, Mas hari ini ada rapat penting dan hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah kembali setelah cuti melahirkan selama tiga bulan." jawab Jihan menatap tajam suaminya.
"Sudah, ayo kita sarapan. Keenan tadi masih tertidur setelah di mandikan, nanti Mama Sonia akan datang kemari sekitar pukul sembilan." ucap Jihan mengajak suaminya turun ke bawah dan sarapan bersama.
Setelah mereka sarapan, Jihan dan Zio menuju kamar Keenan di sana sudah ada Lita yang merupakan pengasuh Keenan. Jihan dan Zio mencium Keenan secara bergantian, sebagai bentuk pamit karena mereka harus bekerja dan kuliah.
"Tolong jaga Keenan dengan baik." ucap Zio pada Lita
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Lita
"Kami pergi dulu ya Lita, jika terjadi apa-apa pada Keenan segera telfon aku. Hari ini aku pulang kuliah sekitar jam dua siang." ucap Jihan pada Lita.
"Baik Nyonya, pasti saya akan mengabari anda. Tapi Baby Keenan pasti anak yang baik tidak akan rewel dan merepotkan." jawab Lita tersenyum manis pada Jihan
"Kau benar, semoga saja Keenan tidak rewel." ucap Jihan lagi.
Setelah melihat Keenan di kamarnya. Zio dan Jihan pergi meninggalkan rumah mereka. Zio mengantar Jihan ke kampus terlebih dahulu. Setelah mobil yang dikendarai Zio sampai di depan gerbang kampus, Jihan pamit pada suaminya dan mengecup punggung tangannya dan Zio mencium pipi dan bibir istrinya.
"Belajar yang rajin, calon Ibu dokter." ucap Zio memberikan semangat pada istrinya yang semakin hari semakin cantik dimatanya. Tidak ada yang berubah dari tubuh Jihan, bahkan setelah punya anak pun ia masih sama seperti belum punya anak.
"Daddy kami juga harus bekerja dengan giat karena harus menafkahi Keenan dan Mommy nya" jawab Jihan dengan tersenyum manis pada suaminya.
"Tentu saja." ucap Zio cepat kemudian ia kembali mengecup bibir istrinya sekilas sebagai tanda perpisahan mereka hari ini karena mereka akan menjalani kesibukan masing-masing.
__ADS_1